<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Gelar Operasi TMC Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Basah di Jateng</title><description>Adapun operasi TMC akan digelar hingga Rabu 20 Maret 2024 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng"/><item><title>BNPB Gelar Operasi TMC Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Basah di Jateng</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng</guid><pubDate>Sabtu 16 Maret 2024 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng-sNJk2eqdoe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Operasi TMC di Jateng (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/16/337/2984164/bnpb-gelar-operasi-tmc-penanggulangan-bencana-hidrometeorologi-basah-di-jateng-sNJk2eqdoe.jpg</image><title>Operasi TMC di Jateng (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNi8xLzE3NjE2Mi81L3g4cmh5bXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BNPB menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi basah di wilayah Jawa Tengah bagian utara pada hari ini, Sabtu (16/3/2024).
Adapun operasi TMC akan digelar hingga Rabu 20 Maret 2024 mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa operasi TMC ini dilaksanakan atas koordinasi yang dilakukan oleh BNPB, brsama BMKG, BRIN, TNI AU, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak-pihak terkait lainnya.
&quot;Pada operasi TMC hari pertama ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sortie penerbangan. Pada tiap sortie, tim menyemai bahan Natrium Klorida (NaCl) sebanyak satu ton menggunakan pesawat jenis Cesna Grand Carravan berlogo BNPB dengan nomor lambung PK-SNG dari Lanud Ahmad Yani Semarang. Sehingga total bahan semai untuk operasi TMC hari pertama ini adalah tiga ton,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BNPB Imbau Warga Grobogan Waspada Bencana Susulan

Adapun sortie pertama dan kedua, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Eggy ini mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 - 12.000 kaki. Kemudian sortie ketiga, pesawat melakukan penyemaian di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

BACA JUGA:
BNPB Laporkan Banjir Grobogan Kian Meluas, 113 Desa Terdampak dan 667 Jiwa Mengungsi

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Menurut rilis yang disiarkan oleh Kantor Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas sedang-lebat dan disertai petir serta angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga Senin (18/3).Sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah kabupaten/kota di sepanjang Pantai Utara bagian tengah dan telah memicu terjadinya rentetan kejadian bencana seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor.

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga menyatakan bahwa bencana tersebut turut dipengaruhi adanya gangguan dari atmosfer sejak Rabu (13/3), termasuk dampak tidak langsung dari kemunculan bibit siklon 91S, 94S dan 93P di Samudera Hindia wilayah selatan Indonesia.

Hasil monitoring yang dilakukan BPBD Provinsi Jawa Tengah, wilayah kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi basah meliputi; Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Grobogan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNi8xLzE3NjE2Mi81L3g4cmh5bXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BNPB menggelar operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi basah di wilayah Jawa Tengah bagian utara pada hari ini, Sabtu (16/3/2024).
Adapun operasi TMC akan digelar hingga Rabu 20 Maret 2024 mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa operasi TMC ini dilaksanakan atas koordinasi yang dilakukan oleh BNPB, brsama BMKG, BRIN, TNI AU, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak-pihak terkait lainnya.
&quot;Pada operasi TMC hari pertama ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sortie penerbangan. Pada tiap sortie, tim menyemai bahan Natrium Klorida (NaCl) sebanyak satu ton menggunakan pesawat jenis Cesna Grand Carravan berlogo BNPB dengan nomor lambung PK-SNG dari Lanud Ahmad Yani Semarang. Sehingga total bahan semai untuk operasi TMC hari pertama ini adalah tiga ton,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BNPB Imbau Warga Grobogan Waspada Bencana Susulan

Adapun sortie pertama dan kedua, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Eggy ini mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 - 12.000 kaki. Kemudian sortie ketiga, pesawat melakukan penyemaian di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

BACA JUGA:
BNPB Laporkan Banjir Grobogan Kian Meluas, 113 Desa Terdampak dan 667 Jiwa Mengungsi

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Menurut rilis yang disiarkan oleh Kantor Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan intensitas sedang-lebat dan disertai petir serta angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga Senin (18/3).Sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah kabupaten/kota di sepanjang Pantai Utara bagian tengah dan telah memicu terjadinya rentetan kejadian bencana seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor.

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga menyatakan bahwa bencana tersebut turut dipengaruhi adanya gangguan dari atmosfer sejak Rabu (13/3), termasuk dampak tidak langsung dari kemunculan bibit siklon 91S, 94S dan 93P di Samudera Hindia wilayah selatan Indonesia.

Hasil monitoring yang dilakukan BPBD Provinsi Jawa Tengah, wilayah kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi basah meliputi; Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Grobogan.

</content:encoded></item></channel></rss>
