<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sebanyak 15 Unit Rumah Alami Rusak Imbas Tanah Bergerak di Bekasi   </title><description>Sejumlah warga juga mengungsi karena takut bangunan rumahnya akan roboh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi"/><item><title>   Sebanyak 15 Unit Rumah Alami Rusak Imbas Tanah Bergerak di Bekasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi</guid><pubDate>Sabtu 16 Maret 2024 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Suhardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi-eV74B1PnCd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/16/338/2984157/sebanyak-15-unit-rumah-alami-rusak-imbas-tanah-bergerak-di-bekasi-eV74B1PnCd.jpg</image><title>Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC8xLzE3ODMyNC81L3g4dWU4N2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Sebanyak 15 unit rumah warga dan mushala mengalami kerusakan. Empat rumah di antaranya rusak parah, dinding dan lantai bangunannya mengalami retak akibat struktur tanah bergerak yang menyebabkan longsor di Kampung Legok Cariu, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.
Sejumlah warga juga mengungsi karena takut bangunan rumahnya akan roboh.
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, Pemkab akan melakukan sejumlah langkah antisipasi serta rehabilitasi bagi rumah warga yang terdampak. Sementara, BPBD Kabupaten Bekasi juga terus disiagakan untuk memantau kondisi tanah bergerak itu setiap hari.
&amp;ldquo;Sebelumnya ada titik lokasi yang memang sudah terjadi di wilayah ini dan sudah ditangani oleh dinas terkait, namun berhubung intensitas curah hujan yang tinggi akhirnya meluas ke rumah warga,&quot; ucap Dani, Sabtu (16/3/2024).

BACA JUGA:
Sejumlah Rumah Rusak Berat dan Jalan Amblas Akibat Tanah Bergerak di Bekasi

Dani juga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan peninjauan di lokasi, meski demikian, Ia bersama pihak terkait akan melakukan empat langkah oleh Pemkab Bekasi dalam penanganan pergeseran tanah tersebut.
&amp;ldquo;Pertama yang dilakukan adalah penyelamatan jiwa dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, yang kedua adalah perhubungan karena transportasi tidak boleh terputus walaupun posisi jalannya terus mengalami kerusakan tapi kita tangani secara darurat, yang ketiga adalah air bersih harus tetap jalan dan kita jaga pasokan air bersih tetap ada dan energi listrik tetap ada, karena yang terdampak tidak hanya titik ini tapi juga yang lainnya di sekitar lokasi,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Fenomena Tanah Bergerak di Bandung Barat, Ini Kata PVMBG
Dani juga mengungkapkan bahwa untuk langkah selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekontruksi baik rehabilitasi untuk bangunan maupun lahan.

&amp;ldquo;Untuk rehabilitasi bangunan, hanya bisa kita tindaklanjuti setelah lahannya ditangani secara baik, dan kita sudah mendapatkan rekomendasi dari badan geologi yaitu untuk penguatan lereng, kemudian sistem drainase dan vegetasi. Semua itu sudah dalam tahap pengerjaan oleh Pemkab dan dibantu pihak Deltamas,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan opsi lain setelah perbaikannya selesai akan mengundang kembali badan geologi. Nantinya untuk mendeteksi layak atau tidaknya lahan tersebut dijadikan tempat tinggal atau harus dikosongkan.

&amp;ldquo;Ya, nanti akan kita bahas lagi, yang terpenting saat ini pergerakan tanahnya bisa berhenti dan tidak terjadi lagi serta tidak meluas dampaknya,&amp;rdquo; pungkasnya.













</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC8xLzE3ODMyNC81L3g4dWU4N2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Sebanyak 15 unit rumah warga dan mushala mengalami kerusakan. Empat rumah di antaranya rusak parah, dinding dan lantai bangunannya mengalami retak akibat struktur tanah bergerak yang menyebabkan longsor di Kampung Legok Cariu, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.
Sejumlah warga juga mengungsi karena takut bangunan rumahnya akan roboh.
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, Pemkab akan melakukan sejumlah langkah antisipasi serta rehabilitasi bagi rumah warga yang terdampak. Sementara, BPBD Kabupaten Bekasi juga terus disiagakan untuk memantau kondisi tanah bergerak itu setiap hari.
&amp;ldquo;Sebelumnya ada titik lokasi yang memang sudah terjadi di wilayah ini dan sudah ditangani oleh dinas terkait, namun berhubung intensitas curah hujan yang tinggi akhirnya meluas ke rumah warga,&quot; ucap Dani, Sabtu (16/3/2024).

BACA JUGA:
Sejumlah Rumah Rusak Berat dan Jalan Amblas Akibat Tanah Bergerak di Bekasi

Dani juga menjelaskan, pihaknya sudah melakukan peninjauan di lokasi, meski demikian, Ia bersama pihak terkait akan melakukan empat langkah oleh Pemkab Bekasi dalam penanganan pergeseran tanah tersebut.
&amp;ldquo;Pertama yang dilakukan adalah penyelamatan jiwa dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, yang kedua adalah perhubungan karena transportasi tidak boleh terputus walaupun posisi jalannya terus mengalami kerusakan tapi kita tangani secara darurat, yang ketiga adalah air bersih harus tetap jalan dan kita jaga pasokan air bersih tetap ada dan energi listrik tetap ada, karena yang terdampak tidak hanya titik ini tapi juga yang lainnya di sekitar lokasi,&amp;rdquo; jelasnya.

BACA JUGA:
Fenomena Tanah Bergerak di Bandung Barat, Ini Kata PVMBG
Dani juga mengungkapkan bahwa untuk langkah selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekontruksi baik rehabilitasi untuk bangunan maupun lahan.

&amp;ldquo;Untuk rehabilitasi bangunan, hanya bisa kita tindaklanjuti setelah lahannya ditangani secara baik, dan kita sudah mendapatkan rekomendasi dari badan geologi yaitu untuk penguatan lereng, kemudian sistem drainase dan vegetasi. Semua itu sudah dalam tahap pengerjaan oleh Pemkab dan dibantu pihak Deltamas,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan opsi lain setelah perbaikannya selesai akan mengundang kembali badan geologi. Nantinya untuk mendeteksi layak atau tidaknya lahan tersebut dijadikan tempat tinggal atau harus dikosongkan.

&amp;ldquo;Ya, nanti akan kita bahas lagi, yang terpenting saat ini pergerakan tanahnya bisa berhenti dan tidak terjadi lagi serta tidak meluas dampaknya,&amp;rdquo; pungkasnya.













</content:encoded></item></channel></rss>
