<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Main Sepeda di Area Banjir, Bocah Perempuan Tewas Tenggelam</title><description>&amp;nbsp;
Budiono melanjutkan korban melintas jalan cor yang lebarnya tak lebih dari 1 meter dan lebih tinggi dari persawahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam"/><item><title>Main Sepeda di Area Banjir, Bocah Perempuan Tewas Tenggelam</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam</guid><pubDate>Sabtu 16 Maret 2024 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam-FHTBVA8pEA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas evakuasi korban tenggelam di banjir Kudus (Foto: Dok Tim SAR/Eka Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/16/512/2983935/main-sepeda-di-area-banjir-bocah-perempuan-tewas-tenggelam-FHTBVA8pEA.jpg</image><title>Petugas evakuasi korban tenggelam di banjir Kudus (Foto: Dok Tim SAR/Eka Setiawan)</title></images><description>KUDUS - Seorang anak perempuan Ade Viona Lestari (15) tewas saat bersepeda melintas lokasi banjir di area persawahan desanya di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang menyebut korban yang merupakan warga RT05/RW04 itu pada Kamis 14 Maret 2024 melintas jalan cor yang membelah persawahan di desanya.
&quot;Dia terjatuh saat melewati jalan tersebut yang pada saat kejadian tertutup banjir akibat luapan Sungai Piji,&quot; kata Kepala Basarnas Semarang Budiono pada keterangannya yang diterima Sabtu (16/3/2024) dini hari.

BACA JUGA:
Bus dan Mobil Box Tabrakan di Karawang, 1 Orang Tewas

Budiono melanjutkan korban melintas jalan cor yang lebarnya tak lebih dari 1 meter dan lebih tinggi dari persawahan. Diperkirakan kedalaman sawah dari jalan tersebut saat banjir mencapai sekira 2 meter.&amp;nbsp;
&quot;Karena jalan tertutup air, korban tidak mengetahui persis jalurnya sehingga korban yang tidak bisa berenang tersebut sepedanya keluar jalur dan tenggelam di area persawahan,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Ramalan Cuaca: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Siang Hari Ini

Saat kejadian sebenarnya ada warga yang melihat jatuhnya korban, namun saat didekati ternyata korban sudah tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya karena posisi air yang keruh.&amp;nbsp;
Basarnas Semarang yang menerima informasi tersebut langsung memberangkatkan tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bersama tim SAR yang lainnya.

Pada Jumat 15 Maret 2024 sore akhirnya usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil. Banjir yang mulai surut memudahkan tim untuk melakukan pencarian. Sekira pukul 14.30 WIB korban berhasil ditemukan.



&quot;Korban ditemukan tak jauh dari lokasi jatuhnya dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke rumah duka,&quot; beber Budiono.

BACA JUGA:
Kisah Alip, Relawan Disabilitas Posko Banjir Semarang: Membantu Sesama Itu Bahagia




Ia mengimbau masyarakat luas senantiasa berhati-hati saat beraktivitas terutama dalam kondisi cuaca hujan seperti akhir-akhir ini.



&quot;Terima kasih juga untuk tim SAR gabungan yang dengan cepat bisa menemukan korban,&quot; pungkas Budiono.</description><content:encoded>KUDUS - Seorang anak perempuan Ade Viona Lestari (15) tewas saat bersepeda melintas lokasi banjir di area persawahan desanya di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang menyebut korban yang merupakan warga RT05/RW04 itu pada Kamis 14 Maret 2024 melintas jalan cor yang membelah persawahan di desanya.
&quot;Dia terjatuh saat melewati jalan tersebut yang pada saat kejadian tertutup banjir akibat luapan Sungai Piji,&quot; kata Kepala Basarnas Semarang Budiono pada keterangannya yang diterima Sabtu (16/3/2024) dini hari.

BACA JUGA:
Bus dan Mobil Box Tabrakan di Karawang, 1 Orang Tewas

Budiono melanjutkan korban melintas jalan cor yang lebarnya tak lebih dari 1 meter dan lebih tinggi dari persawahan. Diperkirakan kedalaman sawah dari jalan tersebut saat banjir mencapai sekira 2 meter.&amp;nbsp;
&quot;Karena jalan tertutup air, korban tidak mengetahui persis jalurnya sehingga korban yang tidak bisa berenang tersebut sepedanya keluar jalur dan tenggelam di area persawahan,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Ramalan Cuaca: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Siang Hari Ini

Saat kejadian sebenarnya ada warga yang melihat jatuhnya korban, namun saat didekati ternyata korban sudah tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya karena posisi air yang keruh.&amp;nbsp;
Basarnas Semarang yang menerima informasi tersebut langsung memberangkatkan tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bersama tim SAR yang lainnya.

Pada Jumat 15 Maret 2024 sore akhirnya usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil. Banjir yang mulai surut memudahkan tim untuk melakukan pencarian. Sekira pukul 14.30 WIB korban berhasil ditemukan.



&quot;Korban ditemukan tak jauh dari lokasi jatuhnya dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke rumah duka,&quot; beber Budiono.

BACA JUGA:
Kisah Alip, Relawan Disabilitas Posko Banjir Semarang: Membantu Sesama Itu Bahagia




Ia mengimbau masyarakat luas senantiasa berhati-hati saat beraktivitas terutama dalam kondisi cuaca hujan seperti akhir-akhir ini.



&quot;Terima kasih juga untuk tim SAR gabungan yang dengan cepat bisa menemukan korban,&quot; pungkas Budiono.</content:encoded></item></channel></rss>
