<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Ibu dan Anak Bayi Ikut Jatuh ke Laut</title><description>Akibat cuaca buruk, tiga rumah di Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sultra, ambruk ke laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut"/><item><title>3 Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Ibu dan Anak Bayi Ikut Jatuh ke Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut</guid><pubDate>Minggu 17 Maret 2024 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Andhy Eba</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut-CRpAvMljff.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 rumah ambruk ke laut usai diterjang angin kencang (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/17/340/2984281/3-rumah-ambruk-diterjang-angin-kencang-ibu-dan-anak-bayi-ikut-jatuh-ke-laut-CRpAvMljff.jpg</image><title>3 rumah ambruk ke laut usai diterjang angin kencang (Foto : iNews)</title></images><description>WAKATOBI - Akibat angin kencang, tiga rumah di Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, (Sultra), ambruk ke laut. Sementara belasan rumah lainnya rusak ringan.
Angin kencang yang melanda wilayah Wakatobi, terutama di Pulau Wangi-Wangi, Sabtu 16 Maret 2024, pagi.

BACA JUGA:
 Kebakaran di Bambu Utara Palmerah Diduga dari Korsleting Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Akibatnya, tiga rumah ambruk ke laut. Salah seorang korban bernama Masra menceritakan, dirinya melihat angin berhembus kencang.
Kemuadian ia memanggil anak istrinya untuk segera meninggalkan rumah.

BACA JUGA:
 Banjir di Muarojambi Semakin Meluas, Ratusan Rumah Terendam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, sebelum keluar, rumahnya  langsung roboh ke laut bersama istri dan tiga anaknya, di mana satu di antaranya masih bayi. Beruntung tidak ada yang mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut.
&quot;Ketiga anak saya mengalami trauma ringan sementara istri mengalami luka lecet,&quot; ujar Masra, Minggu (17/4/2024).Akibat musibah tersebut, para korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah dan kehilangan tempat tinggal mereka.
Warga berharap pemerintah bisa memberikan bantuan agar mereka bisa memperbaiki rumah mereka.</description><content:encoded>WAKATOBI - Akibat angin kencang, tiga rumah di Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, (Sultra), ambruk ke laut. Sementara belasan rumah lainnya rusak ringan.
Angin kencang yang melanda wilayah Wakatobi, terutama di Pulau Wangi-Wangi, Sabtu 16 Maret 2024, pagi.

BACA JUGA:
 Kebakaran di Bambu Utara Palmerah Diduga dari Korsleting Listrik&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Akibatnya, tiga rumah ambruk ke laut. Salah seorang korban bernama Masra menceritakan, dirinya melihat angin berhembus kencang.
Kemuadian ia memanggil anak istrinya untuk segera meninggalkan rumah.

BACA JUGA:
 Banjir di Muarojambi Semakin Meluas, Ratusan Rumah Terendam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, sebelum keluar, rumahnya  langsung roboh ke laut bersama istri dan tiga anaknya, di mana satu di antaranya masih bayi. Beruntung tidak ada yang mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut.
&quot;Ketiga anak saya mengalami trauma ringan sementara istri mengalami luka lecet,&quot; ujar Masra, Minggu (17/4/2024).Akibat musibah tersebut, para korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah dan kehilangan tempat tinggal mereka.
Warga berharap pemerintah bisa memberikan bantuan agar mereka bisa memperbaiki rumah mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
