<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Banjir di Grobogan, Dua Gadis Hilang Terseret Arus saat Ingin Pulang ke Rumah   </title><description>Banjir di Kabupaten Grobogan menelan dua korban jiwa. Dua orang korban tersebut merupakan gadis 17 tahun yang terseret arus&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah"/><item><title> Banjir di Grobogan, Dua Gadis Hilang Terseret Arus saat Ingin Pulang ke Rumah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah</guid><pubDate>Minggu 17 Maret 2024 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Manik Priyo Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah-g260XtRk13.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/17/512/2984265/banjir-di-grobogan-dua-gadis-hilang-terseret-arus-saat-ingin-pulang-ke-rumah-g260XtRk13.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok Okezone)</title></images><description>

GROBOGAN - Banjir di Kabupaten Grobogan menelan dua korban jiwa. Dua orang korban tersebut merupakan gadis 17 tahun yang terseret arus saat hendak pulang, pada Jumat 15 Maret 2024 awal banjir mulai tiba.

Beken (25) warga Karanganyar, Kecamatan Purwodadi menjelaskan, korban saat itu berjalan berdua hendak pulang ke rumahnya.

&quot;Tapi saat jalan banjir dengan arus deras menyeret dua gadis pondokan. Dari Jumat (15/3/2024) sampai sekarang Minggu (17/3/2024) belum ditemukan,&quot; jelas Beken kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (17/3/2024).

BACA JUGA:
Pemerintah Cari Solusi Permanen Atasi Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar

Lebih lanjut, lelaki yang akrab dipanggil Mat Beken ini menjelaskan, korban saat itu dikabarkan usai memasak untuk pondokan. Usai menyelesaikan tugas, mereka pun bersama-sama hendak pulang dengan jalan kaki.

Tapi naas, korban yang hendak pulang tersebut dikabarkan terseret arus air banjir yang saat itu sangat deras.

Korban pun diperkirakan terseret arus hingga terbawa ke area perkebunan yang tergenang air paling dalam hingga lebih dari satu meter.

BACA JUGA:
BNPB Laporkan Banjir Grobogan Kian Meluas, 113 Desa Terdampak dan 667 Jiwa Mengungsi

&quot;Katanya Kamis mau pulang, tapi karena harus membantu memasak di pondok mereka pun pulang Jumat (15/3/2024). Tapi saat pulang kondisi banjir mulai naik dan dua korban terseret banjir. Sampai saat ini masih dalam proses pencarian bersama tim SAR gabungan,&quot; lanjutnya.

Masrichan Kepala Bidang Operasional BPBD Grobogan menjelaskan, petugas SAR gabungan dari Karanganyar, Blora, Grobogan dan SAR Mahasiswa Karanganyar masih mencari korban.



Belum bisa dipastikan apakah kedua gadis atau santriwati pondok pesantren itu terseret banjir. Meski demikian, BPBD memperoleh laporan bahwa korban tenggelam dan masih dalam proses pencarian.



&quot;Kita tidak tahu apakah korban keseret arus banjir atau tidak. Tapi korban dilaporkan Sabtu (16/3/3/2024). Dan petugas melakukan pencarian sampai sekarang,&quot; papar Masrichan.



Melihat itu, BPBD mengimbau agar warga tidak bermain atau berhati-hati saat harus beraktivitas di genangan air. Hal ini dikarenakan kita tidak tahu seberapa dalam kondisi air genangan yang ada di sekitar kita.



&quot;Jadi kami imbau agar warga hati-hati dan mengurangi aktivitas di sekitar genangan. Supaya tidak ada korban baik itu anak-anak atau orang dewasa,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>

GROBOGAN - Banjir di Kabupaten Grobogan menelan dua korban jiwa. Dua orang korban tersebut merupakan gadis 17 tahun yang terseret arus saat hendak pulang, pada Jumat 15 Maret 2024 awal banjir mulai tiba.

Beken (25) warga Karanganyar, Kecamatan Purwodadi menjelaskan, korban saat itu berjalan berdua hendak pulang ke rumahnya.

&quot;Tapi saat jalan banjir dengan arus deras menyeret dua gadis pondokan. Dari Jumat (15/3/2024) sampai sekarang Minggu (17/3/2024) belum ditemukan,&quot; jelas Beken kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (17/3/2024).

BACA JUGA:
Pemerintah Cari Solusi Permanen Atasi Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar

Lebih lanjut, lelaki yang akrab dipanggil Mat Beken ini menjelaskan, korban saat itu dikabarkan usai memasak untuk pondokan. Usai menyelesaikan tugas, mereka pun bersama-sama hendak pulang dengan jalan kaki.

Tapi naas, korban yang hendak pulang tersebut dikabarkan terseret arus air banjir yang saat itu sangat deras.

Korban pun diperkirakan terseret arus hingga terbawa ke area perkebunan yang tergenang air paling dalam hingga lebih dari satu meter.

BACA JUGA:
BNPB Laporkan Banjir Grobogan Kian Meluas, 113 Desa Terdampak dan 667 Jiwa Mengungsi

&quot;Katanya Kamis mau pulang, tapi karena harus membantu memasak di pondok mereka pun pulang Jumat (15/3/2024). Tapi saat pulang kondisi banjir mulai naik dan dua korban terseret banjir. Sampai saat ini masih dalam proses pencarian bersama tim SAR gabungan,&quot; lanjutnya.

Masrichan Kepala Bidang Operasional BPBD Grobogan menjelaskan, petugas SAR gabungan dari Karanganyar, Blora, Grobogan dan SAR Mahasiswa Karanganyar masih mencari korban.



Belum bisa dipastikan apakah kedua gadis atau santriwati pondok pesantren itu terseret banjir. Meski demikian, BPBD memperoleh laporan bahwa korban tenggelam dan masih dalam proses pencarian.



&quot;Kita tidak tahu apakah korban keseret arus banjir atau tidak. Tapi korban dilaporkan Sabtu (16/3/3/2024). Dan petugas melakukan pencarian sampai sekarang,&quot; papar Masrichan.



Melihat itu, BPBD mengimbau agar warga tidak bermain atau berhati-hati saat harus beraktivitas di genangan air. Hal ini dikarenakan kita tidak tahu seberapa dalam kondisi air genangan yang ada di sekitar kita.



&quot;Jadi kami imbau agar warga hati-hati dan mengurangi aktivitas di sekitar genangan. Supaya tidak ada korban baik itu anak-anak atau orang dewasa,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
