<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Motif Sekeluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen, Polisi Tunggu Hasil Labfor</title><description>Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus sekeluarga tewas melompat dari lantai 22 apartemen di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor"/><item><title>Soal Motif Sekeluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen, Polisi Tunggu Hasil Labfor</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor-Y1xgz2QMd4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satu keluarga lompat dari Apartemen Teluk Intan (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984609/soal-motif-sekeluarga-lompat-dari-lantai-22-apartemen-polisi-tunggu-hasil-labfor-Y1xgz2QMd4.jpg</image><title>Satu keluarga lompat dari Apartemen Teluk Intan (Foto : Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMS8xLzE3ODE3Ni81L3g4dTgyejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus sekeluarga tewas melompat dari lantai 22 apartemen di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik untuk menentukan motif dari peristiwa tersebut.

&amp;ldquo;Kita masih nunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) dan psikologi forensik,&amp;rdquo; kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Siagian dikutip Senin (18/3/2024).


BACA JUGA:
Polisi Periksa HP Satu Keluarga yang Lompat dari Apartemen Penjaringan


Sebelumnya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan para korban lompat dari rooftop atau lantai 22 apartemen tersebut dengan kondisi tangan terikat tali.

Kata Agus, tangan korban AE yang merupakan ayah terikat dengan sang anak berinisial JL. Sedangkan tangan AIL yang merupakan istri AE, terikat dengan anak berinisial JWA.

&quot;Pada saat terjatuh itu, masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama. AIL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,&quot; kata Agus kepada wartawan, Minggu 10 Maret 2024.


BACA JUGA:
5 Fakta Ibu Bunuh Anak Berhalusinasi Jadi Nabi dan Anggap Korban Dajal


Sementara itu, sebelum melakukan aksi bunuh diri, Agus menyebut AE sempat mencium kening anak dan istrinya. Hal ini terekam dalam kamera pengawas atau CCTV apartemen tersebut.

&quot;Jam 16.04 WIB, para korban ini masuk dalam lift terekam ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya,&quot; ujar dia.Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arief mengungkapkan identitas keempat korban yakni dua laki-laki dan dua perempuan. Korban terdiri dari EA (51/laki-laki), IL (tidak diketahui umurnya/perempuan), JL (16/perempuan), dan JWA (13/laki-laki).

&quot;Empatmayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab Bunuh Diri tersebut belum diketahui,&quot; tutur Gidion.

Gidion menjelaskan keempatnya ditemukan pada pukul 16.15 WIB, dalam posisi terlentang tepat di lobi apartemen yang beralamat di Jalan Infeksi Teluk Intan RT 012/RW 013, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Keempatnya memiliki luka yang hampir sama.

&quot;Keempatnya ditemukan luka bagian belakang kepala yang pecah. Selain itu, sisa anggota tubuh lainnya terdapat patah kaki, pinggang dan tangan,&quot; lanjut Gidion.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMS8xLzE3ODE3Ni81L3g4dTgyejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus sekeluarga tewas melompat dari lantai 22 apartemen di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik untuk menentukan motif dari peristiwa tersebut.

&amp;ldquo;Kita masih nunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) dan psikologi forensik,&amp;rdquo; kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Siagian dikutip Senin (18/3/2024).


BACA JUGA:
Polisi Periksa HP Satu Keluarga yang Lompat dari Apartemen Penjaringan


Sebelumnya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan para korban lompat dari rooftop atau lantai 22 apartemen tersebut dengan kondisi tangan terikat tali.

Kata Agus, tangan korban AE yang merupakan ayah terikat dengan sang anak berinisial JL. Sedangkan tangan AIL yang merupakan istri AE, terikat dengan anak berinisial JWA.

&quot;Pada saat terjatuh itu, masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama. AIL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat,&quot; kata Agus kepada wartawan, Minggu 10 Maret 2024.


BACA JUGA:
5 Fakta Ibu Bunuh Anak Berhalusinasi Jadi Nabi dan Anggap Korban Dajal


Sementara itu, sebelum melakukan aksi bunuh diri, Agus menyebut AE sempat mencium kening anak dan istrinya. Hal ini terekam dalam kamera pengawas atau CCTV apartemen tersebut.

&quot;Jam 16.04 WIB, para korban ini masuk dalam lift terekam ini EA mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya,&quot; ujar dia.Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arief mengungkapkan identitas keempat korban yakni dua laki-laki dan dua perempuan. Korban terdiri dari EA (51/laki-laki), IL (tidak diketahui umurnya/perempuan), JL (16/perempuan), dan JWA (13/laki-laki).

&quot;Empatmayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab Bunuh Diri tersebut belum diketahui,&quot; tutur Gidion.

Gidion menjelaskan keempatnya ditemukan pada pukul 16.15 WIB, dalam posisi terlentang tepat di lobi apartemen yang beralamat di Jalan Infeksi Teluk Intan RT 012/RW 013, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Keempatnya memiliki luka yang hampir sama.

&quot;Keempatnya ditemukan luka bagian belakang kepala yang pecah. Selain itu, sisa anggota tubuh lainnya terdapat patah kaki, pinggang dan tangan,&quot; lanjut Gidion.</content:encoded></item></channel></rss>
