<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Polisi Selidiki Tiga Hal dalam Ungkap Motif Empat Orang Lompat dari Apartemen Teluk Intan</title><description>Sedangkan dua hal lain yang masih harus diselidiki, kata Gidion, yakni dari psikologi forensik dan kinetis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan"/><item><title>   Polisi Selidiki Tiga Hal dalam Ungkap Motif Empat Orang Lompat dari Apartemen Teluk Intan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan-eBXtBSV3CA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Jakut Kombes Pol Gidion Arif Setyawan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984812/polisi-selidiki-tiga-hal-dalam-ungkap-motif-empat-orang-lompat-dari-apartemen-teluk-intan-eBXtBSV3CA.jpg</image><title>Kapolres Jakut Kombes Pol Gidion Arif Setyawan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMS8xLzE3ODE3Ni81L3g4dTgyejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tiga aspek untuk pengembangan kasus empat orang satu keluarga lompat dari roof top apartemen Teluk Intan Penjaringan Jakarta Utara.
Hal tersebut disampaikan Gidion usai melakukan ungkap kasus operasi pekat di Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (18/3/2024) sore.
&quot;Untuk kasus di Penjaringan kita belum melakukan rilis karena kita belum menyampaikan finalnya, karena kita masih menunggu pemeriksaan dari ahli forensik berkaitan dengan DNA,&quot; ujar Gidion.

BACA JUGA:
Soal Motif Sekeluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Sedangkan dua hal lain yang masih harus diselidiki, kata Gidion, yakni dari psikologi forensik dan kinetis.
&quot;Yang kedua berkaitan dengan psikologi forensiknya. Dan yang ketiga kemungkinan kita akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kinetis,&quot; jelas Gidion.

BACA JUGA:
Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak empat orang yang masih satu keluarga diketahui terjatuh atau melompat dari lantai 22 sebuah apartemen di Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, pada Sabtu 9 Maret 2024 sore.
Tubuh keempat orang tersebut terjatuh di lobi area parkir mobil Tower Topaz apartemen tersebut.Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan keempat korban tersebut diduga bunuh diri.

&quot;Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab bunuh diri tersebut belum diketahui,&quot; ujar Gidion kepada awak media, Sabtu (9/3/2024).

Empat orang yang meninggal itu terdiri dari dua orang laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Serta dua perempuan berinisial AIL dan JL (15).

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan ada gelagat akan melakukan aksi bunuh diri dari empat orang yang masih satu keluarga.

Hal tersebut kata Agus terlihat dari gelagat tersebut terlihat dari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di apartemen tersebut.

&quot;Adegan seperti mencium kening, mengumpulkan semua handphone, hingga menuju roof top lantai 21 apartemen tersebut terekam CCTV,&quot; kata Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).

Agus menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat keempat nya menaiki roof top apartemen tersebut.

&quot;CCTV menunjukkan para korban ini datang bersama, naik lift bersama, di lift EA menciumi para korban lain, A mengumpulkan HP para korban di tasnya, sampai keluar lift bersama. Diatas rooftop tidak ada saksi lain atau orang lain. Dan disambung lagi CCTV terlihat jatuh bersamaan,&quot; jelas Ady Wijaya.

Meskipun demikian kondisi tangan terikat terekam kamera pengintai. &quot;Fakta dari hasil rekaman CCTV demikian pak. Untuk kondisi mengikat tangan bersama terlihat dari post mortem jenazah saat sudah terjatuh di bawah,&quot; pungkas Agus.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMS8xLzE3ODE3Ni81L3g4dTgyejI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tiga aspek untuk pengembangan kasus empat orang satu keluarga lompat dari roof top apartemen Teluk Intan Penjaringan Jakarta Utara.
Hal tersebut disampaikan Gidion usai melakukan ungkap kasus operasi pekat di Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (18/3/2024) sore.
&quot;Untuk kasus di Penjaringan kita belum melakukan rilis karena kita belum menyampaikan finalnya, karena kita masih menunggu pemeriksaan dari ahli forensik berkaitan dengan DNA,&quot; ujar Gidion.

BACA JUGA:
Soal Motif Sekeluarga Lompat dari Lantai 22 Apartemen, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Sedangkan dua hal lain yang masih harus diselidiki, kata Gidion, yakni dari psikologi forensik dan kinetis.
&quot;Yang kedua berkaitan dengan psikologi forensiknya. Dan yang ketiga kemungkinan kita akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli kinetis,&quot; jelas Gidion.

BACA JUGA:
Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak empat orang yang masih satu keluarga diketahui terjatuh atau melompat dari lantai 22 sebuah apartemen di Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, pada Sabtu 9 Maret 2024 sore.
Tubuh keempat orang tersebut terjatuh di lobi area parkir mobil Tower Topaz apartemen tersebut.Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan keempat korban tersebut diduga bunuh diri.

&quot;Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab bunuh diri tersebut belum diketahui,&quot; ujar Gidion kepada awak media, Sabtu (9/3/2024).

Empat orang yang meninggal itu terdiri dari dua orang laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Serta dua perempuan berinisial AIL dan JL (15).

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan ada gelagat akan melakukan aksi bunuh diri dari empat orang yang masih satu keluarga.

Hal tersebut kata Agus terlihat dari gelagat tersebut terlihat dari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di apartemen tersebut.

&quot;Adegan seperti mencium kening, mengumpulkan semua handphone, hingga menuju roof top lantai 21 apartemen tersebut terekam CCTV,&quot; kata Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).

Agus menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat keempat nya menaiki roof top apartemen tersebut.

&quot;CCTV menunjukkan para korban ini datang bersama, naik lift bersama, di lift EA menciumi para korban lain, A mengumpulkan HP para korban di tasnya, sampai keluar lift bersama. Diatas rooftop tidak ada saksi lain atau orang lain. Dan disambung lagi CCTV terlihat jatuh bersamaan,&quot; jelas Ady Wijaya.

Meskipun demikian kondisi tangan terikat terekam kamera pengintai. &quot;Fakta dari hasil rekaman CCTV demikian pak. Untuk kondisi mengikat tangan bersama terlihat dari post mortem jenazah saat sudah terjatuh di bawah,&quot; pungkas Agus.



</content:encoded></item></channel></rss>
