<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Sebelum Lompat di Apartemen Teluk Intan, Para Korban Sempat Makan dan Pesan Taksi Online</title><description>AKBP Hady Saputra Siagian mengungkapkan sebelum nekat melompat dari roof top apartemen Teluk Intan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online"/><item><title> Sebelum Lompat di Apartemen Teluk Intan, Para Korban Sempat Makan dan Pesan Taksi Online</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online</guid><pubDate>Senin 18 Maret 2024 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online-FGiiZZ69I7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/338/2984937/sebelum-lompat-di-apartemen-teluk-intan-para-korban-sempat-makan-dan-pesan-taksi-online-FGiiZZ69I7.jpeg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>


JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Saputra Siagian mengungkapkan sebelum nekat melompat dari roof top apartemen Teluk Intan, empat orang yang masih satu keluarga sempat makan terlebih dahulu dan memesan taksi online.

Hal tersebut disampaikan Hady usai melakukan ungkap kasus operasi pekat di Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (18/3/2024) sore.

&quot;Jadi salah satu dari mereka berbicara ke supir taksi online soal arah tujuan dan patokan map. Maksudnya gak ada bahasa yang menunjukkan dia kalo mau bunuh diri gitu. Bahasanya cuman, antar saya ke sini, antar saya ke apartemen ini. Ya sebelum ke apartemen itu kan dia sempat makan dulu,&quot; kata Hady.

BACA JUGA:
Polisi Ungkap Sekeluarga Lompat dari Apartemen Teluk Intan Tertutup dengan Keluarga Besar

Perihal kapan keempat orang tersebut berpergian dari Solo dan tiba di Jakarta, Hady menyebutkan belum dapat memastikan karena handphone yang digunakan para pelaku rusak parah.

&quot;Itu belum dapat kita pastikan karena kan, satu kondisi handphonenya para korban ini hancur lebur disimpan dalam satu tas,&quot; ungkapnya.

Pihak kepolisian disebut Hady masih menunggu keterangan dari saksi ahli terkait peristiwa naas tersebut.

&quot;Ya sejauh ini kendala sudah bisa kita atasi, cuman ya kita sedang menunggu keterangan saksi ahli,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
HP Hancur, Polisi Kesulitan Telusuri Jejak Digital Satu Keluarga Lompat dari Apartemen
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak empat orang yang masih satu keluarga diketahui terjatuh atau melompat dari lantai 22 sebuah apartemen di Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Sabtu (9/3/2024) sore.



Tubuh keempat orang tersebut terjatuh di lobby area parkir mobil Tower Topaz apartemen tersebut.



Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan keempat korban tersebut diduga bunuh diri.



&quot;Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab bunuh diri tersebut belum diketahui,&quot; ujar Gidion kepada awak media, Sabtu (9/3/2024).



Empat orang yang meninggal itu terdiri dari dua orang laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Serta dua perempuan berinisial AIL (52) dan JL (15).



Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan ada gelagat akan melakukan aksi bunuh diri dari empat orang yang masih satu keluarga.



Hal tersebut kata Agus terlihat dari gelagat tersebut terlihat dari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di apartemen tersebut.



&quot;Adegan seperti mencium kening, mengumpulkan semua handphone, hingga menuju roof top lantai 21 apartemen tersebut terekam CCTV,&quot; kata Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).



Agus menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat keempat nya menaiki roof top apartemen tersebut.



&quot;CCTV menunjukkan para korban ini datang bersama, naik lift bersama, di lift EA menciumi para korban lain, A mengumpulkan HP para korban di tasnya, sampai keluar lift bersama. Diatas rooftop tidak ada saksi lain atau orang lain. Dan disambung lagi CCTV terlihat jatuh bersamaan,&quot; jelas Ady Wijaya.



Meskipun demikian kondisi tangan terikat terekam kamera pengintai.



&quot;Fakta dari hasil rekaman CCTV demikian pak. Untuk kondisi mengikat tangan bersama terlihat dari post mortem jenazah saat sudah terjatuh di bawah,&quot; pungkas Agus.

</description><content:encoded>


JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Saputra Siagian mengungkapkan sebelum nekat melompat dari roof top apartemen Teluk Intan, empat orang yang masih satu keluarga sempat makan terlebih dahulu dan memesan taksi online.

Hal tersebut disampaikan Hady usai melakukan ungkap kasus operasi pekat di Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (18/3/2024) sore.

&quot;Jadi salah satu dari mereka berbicara ke supir taksi online soal arah tujuan dan patokan map. Maksudnya gak ada bahasa yang menunjukkan dia kalo mau bunuh diri gitu. Bahasanya cuman, antar saya ke sini, antar saya ke apartemen ini. Ya sebelum ke apartemen itu kan dia sempat makan dulu,&quot; kata Hady.

BACA JUGA:
Polisi Ungkap Sekeluarga Lompat dari Apartemen Teluk Intan Tertutup dengan Keluarga Besar

Perihal kapan keempat orang tersebut berpergian dari Solo dan tiba di Jakarta, Hady menyebutkan belum dapat memastikan karena handphone yang digunakan para pelaku rusak parah.

&quot;Itu belum dapat kita pastikan karena kan, satu kondisi handphonenya para korban ini hancur lebur disimpan dalam satu tas,&quot; ungkapnya.

Pihak kepolisian disebut Hady masih menunggu keterangan dari saksi ahli terkait peristiwa naas tersebut.

&quot;Ya sejauh ini kendala sudah bisa kita atasi, cuman ya kita sedang menunggu keterangan saksi ahli,&quot; pungkasnya.

BACA JUGA:
HP Hancur, Polisi Kesulitan Telusuri Jejak Digital Satu Keluarga Lompat dari Apartemen
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak empat orang yang masih satu keluarga diketahui terjatuh atau melompat dari lantai 22 sebuah apartemen di Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Sabtu (9/3/2024) sore.



Tubuh keempat orang tersebut terjatuh di lobby area parkir mobil Tower Topaz apartemen tersebut.



Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan keempat korban tersebut diduga bunuh diri.



&quot;Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab bunuh diri tersebut belum diketahui,&quot; ujar Gidion kepada awak media, Sabtu (9/3/2024).



Empat orang yang meninggal itu terdiri dari dua orang laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Serta dua perempuan berinisial AIL (52) dan JL (15).



Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan ada gelagat akan melakukan aksi bunuh diri dari empat orang yang masih satu keluarga.



Hal tersebut kata Agus terlihat dari gelagat tersebut terlihat dari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di apartemen tersebut.



&quot;Adegan seperti mencium kening, mengumpulkan semua handphone, hingga menuju roof top lantai 21 apartemen tersebut terekam CCTV,&quot; kata Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).



Agus menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat keempat nya menaiki roof top apartemen tersebut.



&quot;CCTV menunjukkan para korban ini datang bersama, naik lift bersama, di lift EA menciumi para korban lain, A mengumpulkan HP para korban di tasnya, sampai keluar lift bersama. Diatas rooftop tidak ada saksi lain atau orang lain. Dan disambung lagi CCTV terlihat jatuh bersamaan,&quot; jelas Ady Wijaya.



Meskipun demikian kondisi tangan terikat terekam kamera pengintai.



&quot;Fakta dari hasil rekaman CCTV demikian pak. Untuk kondisi mengikat tangan bersama terlihat dari post mortem jenazah saat sudah terjatuh di bawah,&quot; pungkas Agus.

</content:encoded></item></channel></rss>
