<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kehabisan Uang, Pimpinan Pentagon Ingin Yakinkan Sekutu Tetap Komitmen Terhadap Ukraina</title><description>Austin akan memimpin pertemuan bulanan yang dikenal sebagai kelompok kontak pertahanan Ukraina (UDCG).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina"/><item><title>Kehabisan Uang, Pimpinan Pentagon Ingin Yakinkan Sekutu Tetap Komitmen Terhadap Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2024 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina-xJBWyoBfm0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kehabisan uang, pimpinan Pentagon ingin yakinkan sekutu tetap komitmen terhadap Ukraina (Foot: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/19/18/2985418/kehabisan-uang-pimpinan-pentagon-ingin-yakinkan-sekutu-tetap-komitmen-terhadap-ukraina-xJBWyoBfm0.jpg</image><title>Kehabisan uang, pimpinan Pentagon ingin yakinkan sekutu tetap komitmen terhadap Ukraina (Foot: Reuters)</title></images><description>JERMAN - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) sekaligus Pimpinan Pentagon, Lloyd Austin pada Selasa (19/3/2024) akan mencoba meyakinkan sekutu Eropa bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden masih berkomitmen untuk mendukung Ukraina. Bahkan ketika Washington pada dasarnya telah kehabisan uang untuk terus mempersenjatai Kyiv dan Kongres menunjukan sedikit sinyal jika untuk menambah dana.
Austin akan memimpin pertemuan bulanan yang dikenal sebagai kelompok kontak pertahanan Ukraina (UDCG), yang diadakan di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, yang dihadiri sekitar 50 sekutu yang secara militer mendukung Ukraina.

Pentagon mengatakan Austin, yang melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjalani pengobatan kanker prostat, akan menegaskan kembali bahwa Washington berkomitmen terhadap Ukraina.


BACA JUGA:
Italia: Mengerahkan Pasukan NATO ke Ukraina Bisa Picu Perang Dunia III

Namun para pejabat mengatakan kurangnya dana yang tersedia sudah berdampak pada lapangan di Ukraina dan pasukan Ukraina harus mengelola sumber daya yang langka.


BACA JUGA:
Profil Paus Fransiskus yang Minta Ukraina Menyerah Kepada Rusia

&amp;ldquo;Saya pikir sekutu kami sangat menyadari situasi pendanaan kami dan Ukraina lebih dari siapa pun karena kekurangan yang diakibatkan karena kami tidak mampu memasoknya,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara tanpa menyebut nama,&amp;rdquo; dikutip Reuters.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik Mike Johnson sejauh ini menolak untuk mengadakan pemungutan suara mengenai rancangan undang-undang yang akan memberikan tambahan dana sebesar USD60 miliar untuk Ukraina. Selain itu, Gedung Putih telah berusaha keras untuk menemukan cara untuk mengirim bantuan ke Kyiv, yang telah berjuang melawan pasukan Rusia untuk mendapatkan lebih banyak bantuan.
Pekan lalu pemerintahan Biden mengatakan akan mengirim bantuan militer senilai USD300 juta ke Ukraina. Namun menambahkan bahwa ini adalah langkah luar biasa setelah adanya penghematan tak terduga dari kontrak militer yang dilakukan Pentagon.

Para pejabat tidak menutup kemungkinan bahwa mereka dapat memperoleh penghematan tambahan, namun mereka mengatakan jumlah tersebut tidak akan cukup untuk menutupi kurangnya tindakan Kongres.
Para ahli mengatakan bahwa Austin akan menghadapi audiensi yang skeptis di Eropa.



&amp;ldquo;Semakin sulit bagi para pemimpin Amerika untuk melakukan perjalanan ke Eropa, dengan pesan bahwa Amerika berkomitmen terhadap Ukraina dalam jangka panjang,&amp;rdquo; kata Rachel Rizzo, peneliti senior di Atlantic Council&amp;rsquo;s Europe Center di Washington.



&amp;ldquo;Pesan dari komitmen keuangan, militer, dan ekonomi jangka panjang ini bertentangan dengan kenyataan yang terjadi di Capitol Hill,&amp;rdquo; lanjutnya.



Pada konferensi pers bersama di Berlin pada Jumat (15/3/2024), Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri PM) Polandia Donald Tusk menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina, yang pasukannya yang kekurangan amunisi menghadapi pertempuran terberat sejak hari-hari awal invasi Rusia pada dua tahun lalu.



Dukungan Eropa menjadi semakin penting karena Biden tidak bisa mendapatkan paket bantuan besar untuk Ukraina melalui Kongres, dan sebagian besar energi kebijakan luar negerinya terfokus pada perang di Gaza.



Namun para pejabat Amerika mengatakan bahwa kenyataannya tanpa Amerika, dukungan Eropa terhadap Ukraina tidak akan cukup untuk melawan pasukan Rusia.



&amp;ldquo;Tidak ada cara bagi sekutu kami untuk benar-benar menggabungkan kekuatan untuk menutupi kurangnya dukungan AS,&amp;rdquo; kata pejabat senior pertahanan AS.



Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan baru terhadap Ukraina yang dimulai pada akhir Mei atau musim panas.

</description><content:encoded>JERMAN - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) sekaligus Pimpinan Pentagon, Lloyd Austin pada Selasa (19/3/2024) akan mencoba meyakinkan sekutu Eropa bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden masih berkomitmen untuk mendukung Ukraina. Bahkan ketika Washington pada dasarnya telah kehabisan uang untuk terus mempersenjatai Kyiv dan Kongres menunjukan sedikit sinyal jika untuk menambah dana.
Austin akan memimpin pertemuan bulanan yang dikenal sebagai kelompok kontak pertahanan Ukraina (UDCG), yang diadakan di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, yang dihadiri sekitar 50 sekutu yang secara militer mendukung Ukraina.

Pentagon mengatakan Austin, yang melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjalani pengobatan kanker prostat, akan menegaskan kembali bahwa Washington berkomitmen terhadap Ukraina.


BACA JUGA:
Italia: Mengerahkan Pasukan NATO ke Ukraina Bisa Picu Perang Dunia III

Namun para pejabat mengatakan kurangnya dana yang tersedia sudah berdampak pada lapangan di Ukraina dan pasukan Ukraina harus mengelola sumber daya yang langka.


BACA JUGA:
Profil Paus Fransiskus yang Minta Ukraina Menyerah Kepada Rusia

&amp;ldquo;Saya pikir sekutu kami sangat menyadari situasi pendanaan kami dan Ukraina lebih dari siapa pun karena kekurangan yang diakibatkan karena kami tidak mampu memasoknya,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara tanpa menyebut nama,&amp;rdquo; dikutip Reuters.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Republik Mike Johnson sejauh ini menolak untuk mengadakan pemungutan suara mengenai rancangan undang-undang yang akan memberikan tambahan dana sebesar USD60 miliar untuk Ukraina. Selain itu, Gedung Putih telah berusaha keras untuk menemukan cara untuk mengirim bantuan ke Kyiv, yang telah berjuang melawan pasukan Rusia untuk mendapatkan lebih banyak bantuan.
Pekan lalu pemerintahan Biden mengatakan akan mengirim bantuan militer senilai USD300 juta ke Ukraina. Namun menambahkan bahwa ini adalah langkah luar biasa setelah adanya penghematan tak terduga dari kontrak militer yang dilakukan Pentagon.

Para pejabat tidak menutup kemungkinan bahwa mereka dapat memperoleh penghematan tambahan, namun mereka mengatakan jumlah tersebut tidak akan cukup untuk menutupi kurangnya tindakan Kongres.
Para ahli mengatakan bahwa Austin akan menghadapi audiensi yang skeptis di Eropa.



&amp;ldquo;Semakin sulit bagi para pemimpin Amerika untuk melakukan perjalanan ke Eropa, dengan pesan bahwa Amerika berkomitmen terhadap Ukraina dalam jangka panjang,&amp;rdquo; kata Rachel Rizzo, peneliti senior di Atlantic Council&amp;rsquo;s Europe Center di Washington.



&amp;ldquo;Pesan dari komitmen keuangan, militer, dan ekonomi jangka panjang ini bertentangan dengan kenyataan yang terjadi di Capitol Hill,&amp;rdquo; lanjutnya.



Pada konferensi pers bersama di Berlin pada Jumat (15/3/2024), Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri PM) Polandia Donald Tusk menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina, yang pasukannya yang kekurangan amunisi menghadapi pertempuran terberat sejak hari-hari awal invasi Rusia pada dua tahun lalu.



Dukungan Eropa menjadi semakin penting karena Biden tidak bisa mendapatkan paket bantuan besar untuk Ukraina melalui Kongres, dan sebagian besar energi kebijakan luar negerinya terfokus pada perang di Gaza.



Namun para pejabat Amerika mengatakan bahwa kenyataannya tanpa Amerika, dukungan Eropa terhadap Ukraina tidak akan cukup untuk melawan pasukan Rusia.



&amp;ldquo;Tidak ada cara bagi sekutu kami untuk benar-benar menggabungkan kekuatan untuk menutupi kurangnya dukungan AS,&amp;rdquo; kata pejabat senior pertahanan AS.



Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan baru terhadap Ukraina yang dimulai pada akhir Mei atau musim panas.

</content:encoded></item></channel></rss>
