<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramalan Jayabaya: Kemakmuran dan Ketentraman Akan Datang pada 2025   </title><description>Prabu Jayabaya (1135-1159) dikenal dengan sejumlah tulisannya yang dikenal luas sebagai Ramalan Jayabaya.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/19/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025"/><item><title>Ramalan Jayabaya: Kemakmuran dan Ketentraman Akan Datang pada 2025   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/19/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2024 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/18/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025-Hjfs4LKpuR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Jayabaya (foto: dok wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/18/337/2984989/ramalan-jayabaya-kemakmuran-dan-ketentraman-akan-datang-pada-2025-Hjfs4LKpuR.jpg</image><title>Raja Jayabaya (foto: dok wikipedia)</title></images><description>
RAJA KEDIRI, Prabu Jayabaya (1135-1159) dikenal dengan sejumlah tulisannya yang dikenal luas sebagai Ramalan Jayabaya. Ramalan itu tertulis dalam beberapa naskah antara lain Serat Jayabaya Musarar, hingga Serat Pranitiwakya. Selain itu, Ramalan Jayabaya juga disinggung dalam Babad Tanah Jawi.

Salah satu ramalan tersebut adalah mengenai datangnya Jaman Kolobendu, yang secara menurut Candrasengkala, atau angka tahun Jawa, datang pada tahun 1997. Jaman Kolobendu ini akan berakhir dengan datangnya zaman Kolosubo, yang menurut Candrasengkala, bertepatan dengan taun 2025.

BACA JUGA:
Apa yang Dimaksud Jaran Doyan Mangan Sambel di Ramalan Jayabaya?

Jaman Kolobendu ini digambarkan akan terjadi pertentangan dan permusuhan diantara komponen bangsa, yang disebabkan oleh adu domba oleh &amp;ldquo;dalang&amp;rdquo; yang tidak kelihatan, karena berada di belakang layar. Bait yang mengangkat tentang ramalan ini berbunyi:

Jaman Kolobendu:
&amp;nbsp;
&quot;Entenono Nuswantoro bakal ketampan bendu, Yen wis teko pandito ambuka wiwaranging Neroko (Condro sengkolo 1997), Pralambange jago tarung ning njero kurungan. Dalang wayang ngungkurke kelir. Sing nonton podo nangis. Entenono waluyo lan tentrem. Mengko nek wis tumeko. Pendowo Mulat Sirnaning Penganten (Condro sengkolo 2025)&quot;
&amp;nbsp;
- Buku Jaman Kolobendu (Ronggowarsito), artinya : Jaman Kolobendu (Carut Marut).

&quot;Tunggulah, nusantara akan mendapatkan bencana. Jika sudah datang tahun 1997. Perlambangnya adalah Ayam jantan Bertarung di dalam kurungannya. Sang dalang menggelar sandiwara. Yang menonton menangis. Tunggulah jaman kemakmuran dan ketentraman. Nanti jika sudah datang Tahun 2025&quot;.

BACA JUGA:
Apa Arti Nyambut Gawe di Ramalan Jayabaya?
Budayawan Jawa yang juga Pengageng Kedaton Jayakarta, Masud Thoyib Adiningrat menerangkan, bahwa Nusantara akan mendapat bebendu atau bencana. Jika sudah datang tahun 1997 (Pandito Ambuko Wiwaraning Neroko). Pandito, Ambuko = dibuka=bolong= 9, Wiwara = pintu=terbuka= bolong-9, Neroko = 1. Artinya : Condro Sengkolo Tahun 1997. Pada tahun 1997 Indonesia mengalami bencana ekonomi yang sangat besar, menandai awal datangnya jaman Kalabendu.



Ia memaparkan, bahwa Ayam Jantan bertarung dalam kurungan, artinya terjadi banyak permusuhan, perselisihan, dan pertentangan antar anak bangsa. Sang dalang menggelar sandiwara artinya: Segala kejadian itu ada dalang yang mengaturnya, dalang yang tidak kelihatan atau di belakang layar.



&quot;Yang menonton menangis, artinya: Rakyat yang menjadi korbannya dan sengsara&quot;.



Maka tunggulah jaman kemakmuran dan ketentraman, artinya kemakmuran dan ketentraman bangsa akan datang, maka tunggulah kedatangannya. Nanti jika sudah datang Tahun 2005 (Pendowo Mulat Sirnaning Penganten), Pandowo = 5, Mulat = melihat = mata = 2, Sirno = hilang = 0, Temanten = pengantin= sejodo= 2. Condro Sengkolo Tahun 2025



&quot;Jaman Kolosubo atau jaman kemakmuran dan ketentraman akan datang pada tahun 2025. Kolosubo artine Alembono = diakui dan dihormati oleh dunia,&quot; kata Masud.

</description><content:encoded>
RAJA KEDIRI, Prabu Jayabaya (1135-1159) dikenal dengan sejumlah tulisannya yang dikenal luas sebagai Ramalan Jayabaya. Ramalan itu tertulis dalam beberapa naskah antara lain Serat Jayabaya Musarar, hingga Serat Pranitiwakya. Selain itu, Ramalan Jayabaya juga disinggung dalam Babad Tanah Jawi.

Salah satu ramalan tersebut adalah mengenai datangnya Jaman Kolobendu, yang secara menurut Candrasengkala, atau angka tahun Jawa, datang pada tahun 1997. Jaman Kolobendu ini akan berakhir dengan datangnya zaman Kolosubo, yang menurut Candrasengkala, bertepatan dengan taun 2025.

BACA JUGA:
Apa yang Dimaksud Jaran Doyan Mangan Sambel di Ramalan Jayabaya?

Jaman Kolobendu ini digambarkan akan terjadi pertentangan dan permusuhan diantara komponen bangsa, yang disebabkan oleh adu domba oleh &amp;ldquo;dalang&amp;rdquo; yang tidak kelihatan, karena berada di belakang layar. Bait yang mengangkat tentang ramalan ini berbunyi:

Jaman Kolobendu:
&amp;nbsp;
&quot;Entenono Nuswantoro bakal ketampan bendu, Yen wis teko pandito ambuka wiwaranging Neroko (Condro sengkolo 1997), Pralambange jago tarung ning njero kurungan. Dalang wayang ngungkurke kelir. Sing nonton podo nangis. Entenono waluyo lan tentrem. Mengko nek wis tumeko. Pendowo Mulat Sirnaning Penganten (Condro sengkolo 2025)&quot;
&amp;nbsp;
- Buku Jaman Kolobendu (Ronggowarsito), artinya : Jaman Kolobendu (Carut Marut).

&quot;Tunggulah, nusantara akan mendapatkan bencana. Jika sudah datang tahun 1997. Perlambangnya adalah Ayam jantan Bertarung di dalam kurungannya. Sang dalang menggelar sandiwara. Yang menonton menangis. Tunggulah jaman kemakmuran dan ketentraman. Nanti jika sudah datang Tahun 2025&quot;.

BACA JUGA:
Apa Arti Nyambut Gawe di Ramalan Jayabaya?
Budayawan Jawa yang juga Pengageng Kedaton Jayakarta, Masud Thoyib Adiningrat menerangkan, bahwa Nusantara akan mendapat bebendu atau bencana. Jika sudah datang tahun 1997 (Pandito Ambuko Wiwaraning Neroko). Pandito, Ambuko = dibuka=bolong= 9, Wiwara = pintu=terbuka= bolong-9, Neroko = 1. Artinya : Condro Sengkolo Tahun 1997. Pada tahun 1997 Indonesia mengalami bencana ekonomi yang sangat besar, menandai awal datangnya jaman Kalabendu.



Ia memaparkan, bahwa Ayam Jantan bertarung dalam kurungan, artinya terjadi banyak permusuhan, perselisihan, dan pertentangan antar anak bangsa. Sang dalang menggelar sandiwara artinya: Segala kejadian itu ada dalang yang mengaturnya, dalang yang tidak kelihatan atau di belakang layar.



&quot;Yang menonton menangis, artinya: Rakyat yang menjadi korbannya dan sengsara&quot;.



Maka tunggulah jaman kemakmuran dan ketentraman, artinya kemakmuran dan ketentraman bangsa akan datang, maka tunggulah kedatangannya. Nanti jika sudah datang Tahun 2005 (Pendowo Mulat Sirnaning Penganten), Pandowo = 5, Mulat = melihat = mata = 2, Sirno = hilang = 0, Temanten = pengantin= sejodo= 2. Condro Sengkolo Tahun 2025



&quot;Jaman Kolosubo atau jaman kemakmuran dan ketentraman akan datang pada tahun 2025. Kolosubo artine Alembono = diakui dan dihormati oleh dunia,&quot; kata Masud.

</content:encoded></item></channel></rss>
