<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pamit Pergi Main, Bocah 7 Tahun di Sukabumi Ditemukan Tewas</title><description>Pada Sabtu 16 Maret 2024 sekira pukul 10.00 WIB, kepada neneknya korban berpamitan untuk main.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas"/><item><title>Pamit Pergi Main, Bocah 7 Tahun di Sukabumi Ditemukan Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas</guid><pubDate>Selasa 19 Maret 2024 05:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas-QIBBk4kMie.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nenek korban, Mimin menunjukkan foto cucunya yang ditemukan tewas (Foto: Dharmawan Hadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/19/525/2985033/pamit-pergi-main-bocah-7-tahun-di-sukabumi-ditemukan-tewas-QIBBk4kMie.jpg</image><title>Nenek korban, Mimin menunjukkan foto cucunya yang ditemukan tewas (Foto: Dharmawan Hadi)</title></images><description>SUKABUMI - Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan tewas di kebun milik warga, pada Minggu 17 Maret 2024 sekira pukul 05.30 WIB. Sebelumnya, pada Sabtu 16 Maret 2024 sekira pukul 10.00 WIB, kepada neneknya korban berpamitan untuk main.

Selama satu hari dinyatakan hilang, korban MA (7) warga Kampung Cijarian Kaler RT 26/RW 08, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, sempat dicari oleh sejumlah warga hingga sampai waktu sahur dan menjelang waktu Sholat Subuh.

BACA JUGA:
Din Syamsuddin Bakal Ikut Turun ke Jalan Demo di DPR Hari Ini


Nenek korban, Mimin (70) mengatakan, biasanya cucunya tersebut, jika pergi berpamitan, ia suka pergi bermain bersama teman-temannya. Namun, saat itu hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah, padahal di bulan Ramadhan ini setiap Dzuhur cucunya berbuka puasa.

&amp;ldquo;Biasanya, cucu saya itu suka buka puasa sampai waktu Dzuhur. Nah, itu dia gak pulang ke rumah. Saya cari sampai sore juga tidak ada. Iya, kan biasanya Magrib itu waktu buka puasa sudah ada di rumah. Ini gak ada. Makanya, saya cari-cari takut buka puasanya di rumah temannya,&amp;rdquo; ujar Mimin.

BACA JUGA:
Update Rekapitulasi Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul di 32 Provinsi dan Luar Negeri


Mimin sempat mengira cucunya dibawa bapaknya, karena orangtua korban telah cerai sejak MA berusia 2 tahun. Sejak perceraian itu, MA tinggal dan diurus oleh dirinya, sedangkan bapaknya bekerja di Garut, sementara ibunya bekerja di Depok sebagai asisten rumah tangga.

&amp;ldquo;Awalnya saya mengira cucu saya dibawa bapaknya. Tapi, sampai waktu malam, usai melaksanakan Sholat Tarawih, cucu saya tidak muncul-muncul. Lalu, sekitar 40 warga mencari cucu saya sambil bawa senter juga sambil berdoa oleh ustadz di sini. Tapi, belum juga ketemu,&amp;rdquo; ujar Mimin.

Pencarian kembali dilakukan warga, lanjut Mimin, setelah melaksanakan Sholat Subuh. Dan cucunya akhirnya ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Anehnya, lokasi penemuan jasad cucunya pada malam pencarian kemarin sudah dilewati dan ditelusuri, namun tidak menemukan korban.

Sementara itu, Kapolsek Kadudampit, Iptu Awan Kurniawan mengatakan, sebelumnya pihaknya tidak mendapatkan laporan adanya kehilangan anak. Namun, saat Polsek Kadudampit menerima laporan penemuan mayat anak laki-laki, ia bersama sejumlah anggotanya langsung ke lokasi kejadian.



&amp;ldquo;Iya, kalau ada laporan kehilangan anak. Kan kami juga bisa ikut membantu mencari. Tapi, ini memang tidak ada laporan yang masuk soal kehilangan anak. Jadi, laporan warga yang masuk ke kita itu soal laporan penemuan mayat,&amp;rdquo; ujar Awan.

BACA JUGA:
Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Kiai dan Santri sejak Kecil




Lebih lanjut Awan mengatakan, setelah mendapatkan laporan penemuan mayat itu, ia langsung melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.



&amp;ldquo;Pengakuan dari keluarganya, anak itu mengidap penyakit asma dan alergi makanan. Saat Tim Inafis datang ke rumah duka, posisi jasad korban itu sudah dikafani. Sempat kita buka kain kafannya, memang tidak ada bekas luka lebam atau luka apapun di sekujur tubuhnya itu,&amp;rdquo; ujar Awan.

</description><content:encoded>SUKABUMI - Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan tewas di kebun milik warga, pada Minggu 17 Maret 2024 sekira pukul 05.30 WIB. Sebelumnya, pada Sabtu 16 Maret 2024 sekira pukul 10.00 WIB, kepada neneknya korban berpamitan untuk main.

Selama satu hari dinyatakan hilang, korban MA (7) warga Kampung Cijarian Kaler RT 26/RW 08, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, sempat dicari oleh sejumlah warga hingga sampai waktu sahur dan menjelang waktu Sholat Subuh.

BACA JUGA:
Din Syamsuddin Bakal Ikut Turun ke Jalan Demo di DPR Hari Ini


Nenek korban, Mimin (70) mengatakan, biasanya cucunya tersebut, jika pergi berpamitan, ia suka pergi bermain bersama teman-temannya. Namun, saat itu hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah, padahal di bulan Ramadhan ini setiap Dzuhur cucunya berbuka puasa.

&amp;ldquo;Biasanya, cucu saya itu suka buka puasa sampai waktu Dzuhur. Nah, itu dia gak pulang ke rumah. Saya cari sampai sore juga tidak ada. Iya, kan biasanya Magrib itu waktu buka puasa sudah ada di rumah. Ini gak ada. Makanya, saya cari-cari takut buka puasanya di rumah temannya,&amp;rdquo; ujar Mimin.

BACA JUGA:
Update Rekapitulasi Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul di 32 Provinsi dan Luar Negeri


Mimin sempat mengira cucunya dibawa bapaknya, karena orangtua korban telah cerai sejak MA berusia 2 tahun. Sejak perceraian itu, MA tinggal dan diurus oleh dirinya, sedangkan bapaknya bekerja di Garut, sementara ibunya bekerja di Depok sebagai asisten rumah tangga.

&amp;ldquo;Awalnya saya mengira cucu saya dibawa bapaknya. Tapi, sampai waktu malam, usai melaksanakan Sholat Tarawih, cucu saya tidak muncul-muncul. Lalu, sekitar 40 warga mencari cucu saya sambil bawa senter juga sambil berdoa oleh ustadz di sini. Tapi, belum juga ketemu,&amp;rdquo; ujar Mimin.

Pencarian kembali dilakukan warga, lanjut Mimin, setelah melaksanakan Sholat Subuh. Dan cucunya akhirnya ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Anehnya, lokasi penemuan jasad cucunya pada malam pencarian kemarin sudah dilewati dan ditelusuri, namun tidak menemukan korban.

Sementara itu, Kapolsek Kadudampit, Iptu Awan Kurniawan mengatakan, sebelumnya pihaknya tidak mendapatkan laporan adanya kehilangan anak. Namun, saat Polsek Kadudampit menerima laporan penemuan mayat anak laki-laki, ia bersama sejumlah anggotanya langsung ke lokasi kejadian.



&amp;ldquo;Iya, kalau ada laporan kehilangan anak. Kan kami juga bisa ikut membantu mencari. Tapi, ini memang tidak ada laporan yang masuk soal kehilangan anak. Jadi, laporan warga yang masuk ke kita itu soal laporan penemuan mayat,&amp;rdquo; ujar Awan.

BACA JUGA:
Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Kiai dan Santri sejak Kecil




Lebih lanjut Awan mengatakan, setelah mendapatkan laporan penemuan mayat itu, ia langsung melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.



&amp;ldquo;Pengakuan dari keluarganya, anak itu mengidap penyakit asma dan alergi makanan. Saat Tim Inafis datang ke rumah duka, posisi jasad korban itu sudah dikafani. Sempat kita buka kain kafannya, memang tidak ada bekas luka lebam atau luka apapun di sekujur tubuhnya itu,&amp;rdquo; ujar Awan.

</content:encoded></item></channel></rss>
