<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Raja Intel, Ini 5 Jenderal Kopassus yang Jadi Panglima TNI!</title><description>Kopassus sudah melahirkan banyak tokoh penting, di antaranya ada yang jadi Panglima TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni"/><item><title>Ada Raja Intel, Ini 5 Jenderal Kopassus yang Jadi Panglima TNI!</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 07:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ricko Setya Bayu Pradana Junior</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni-5Bj37L05v5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengecek persenjataan Kopassus (Foto: Puspen TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/337/2985892/ada-raja-intel-ini-5-jenderal-kopassus-yang-jadi-panglima-tni-5Bj37L05v5.jpg</image><title>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengecek persenjataan Kopassus (Foto: Puspen TNI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDYzNC81L3g4cTdqa3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOMANDO Pasukan Khusus atau Kopassus TNI Angkatan Darat merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia. Kemampuannya di atas rata-rata prajurit biasa membuatnya disegani dan ditakuti musuh.
Kopassus biasa diterjunkan dalam tim-tim kecil untuk menuntaskan tugas atau misi khusus di dalam maupun luar negeri dengan rintangan sangat berat bahkan rahasia.
Prajurit Kopassus memiliki kemampuan teknik dan taknik perang khsusus di semua medan baik darat, laut, maupun udara. Mereka juga menguasai ilmu intelijen mumpuni sehingga menyusup ke sarang musuh tanpa terdeteksi.
Dari sisi pakaian, prajurit Kopassus bisa dilihat dengan seragam loreng darah dan baret merah kebanggannya. Itu jadi alasan Kopassus disebut juga sebagai Pasukan Baret Merah.

BACA JUGA:
5 Fakta Jenderal Kopassus Adik Krishna Murti Bangga Pasukannya Kuasai Markas KKB

Nah, dalam perjalanannya, Kopassus telah terlibat dalam berbagai operasi militer penting sepanjang sejarah Indonesia dan melahirkan banyak tokoh berpengaruh. Beberapa perwira tinggi atau jenderal Kopassus pernah menjadi Panglima TNI. Siapa saja?
Berikut 5 daftar jenderal Kopassus yang jadi Panglima TNI
1. Jenderal Agus Subiyanto
Jenderal Agus Subiyanto dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Jokowi, pada Rabu 22 November 2023, menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan pensiun.
Sebelum jadi Panglima TNI, Agus yang berasal dari infanteri Kopassus menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Pria kelahiran Cimahi 5 Agustus 1967 itu lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1991 dan langsung ditempatkan di Kopassus.
Agus pernah terlibat dalam operasi di Timor Timur sebagai Kasi Operasi Sektor A. Lalu dipercaya menjabat Komandan Batalyon 22/Manggala Yudha di bawah Grup 2 Kopassus/Sandi Yudha, kemudian dipromosi jadi Kepala Penerangan Kopassus.

BACA JUGA:
Lika-liku Perjuangan Hidup Agus Subiyanto, Kehilangan Orangtua saat Balita hingga Jadi Panglima TNI

Karir Agus Subiyanto terus menanjak. Ia menjabat Komandan Kodim 0735/Surakarta (2009-2011), Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad (2011-2014), dan Asisten Operasi Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan (2014-2015). Komandan Rindam II/Sriwijaya (2016-2017), dan Komandan Korem 132/Tadulako (2017-2018).
Lalu Wakil Komandan Pussenif Kodiklatad (2019-2020), Komandan Korem 061/Surya Kencana, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) 2020-2021.
Sebelum jadi Wakil KASAD pada 2023, Agus pernah menjabat Pangdam Siliwangi periode 2021 hingga 2022.
2. Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa
Jenderal Andika Perkasa mejabat Panglima TNI sejak 17 November 2021, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Andika menjabat hingga 2022, sebelum digantikan oleh Laksamana Yudo Margono.
Andika termasuk prajurit intelektual karena bergelar doktor dan telah menempuh pendidikan master hingga doktoral di berbagai kampus terkemuka di dunia.
Setelah lulus Akademi Militer pada 1987, Andika masuk dalam satuan infanteri Kopassus. Pria kelahiran 21 Desember 1964 tersebut menyelesaikan program S2 di tiga universitas terkemuka yakni Norwich University, National Defence University di Washington DC, dan Harvard University di Amerika Serikat. Andika juga memperoleh gelar Doktor S3 dari The George Washington University.

BACA JUGA:
Cerita Prajurit Kopassus Tetap Berpuasa saat Perang Menumpas Komunis di Hutan Kalimantan

Sebelum jadi Panglima TNI, Andika pernah menjadi Komandan Tim 3 Sat Gultor Kopassus, Danrindam Kodam Jaya, Kadispenad, Danpaspampres, Pangdam XII/Tanjungpura, Dankodiklat, Pangkostrad lalu KSAD.
3. Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung
Feisal Edno Tanjung merupakan Jenderal Kopassus abituren Akademi Militer 1961. Presiden Soeharto mempercayainya sebagai Panglima ABRI (TNI) periode 1993-1998.
Lahir pada 17 Juni 1939, Feisal Tanjung telah memiliki pengalaman dalam berbagai jabatan militer. Sebelum menjabat sebagai Panglima ABRI, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari tahun 1992 hingga 1993. Ia juga pernah menjabat sebagai Danseskoad dari tahun 1988 hingga 1992, Pangdam XII/Tanjungpura dari tahun 1985 hingga 1988, dan Danpussenif dari tahun 1983 hingga 1985.
Feisal Tanjung telah mengalami berbagai medan operasi selama karir militernya. Ini termasuk terlibat dalam Operasi Masohi/RMS pada tahun 1963, Operasi Trikora pada tahun 1963, Operasi Dwikora pada tahun 1965, Operasi G30S/PKI pada tahun 1965, Operasi Wibawa OPM pada tahun 1967, Operasi Penentuan Pendapat Rakyat pada tahun 1969, Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih Ekspedisi Lembah X pada tahun 1969, Pasukan Garuda ICCS IV di Vietnam pada tahun 1973, dan Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1976.
4. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat
Edi Sudrajat lahir di Jambi pada 22 April 1938, menjabat sebagai Panglima TNI ke-10 pada 1993 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Ia menggantikan Jenderal TNI Try Sutrisno dalam jabatan tersebut.
Sebagai salah satu lulusan terbaik dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1960, Edi Sudrajat adalah satu-satunya Perwira Tinggi (Pati) TNI yang pernah menduduki tiga jabatan sekaligus secara bersamaan, yaitu KSAD, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VI di masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Sebagai anggota Korps Baret Merah, Edi Sudrajat telah menjalankan berbagai penugasan, termasuk dalam Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat yang kini dikenal sebagai Papua. Ia juga terlibat dalam operasi untuk menumpas pemberontakan bersenjata di Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Selain itu, peranannya juga terlihat dalam penumpasan Gerakan 30 September/PKI.
5. Jenderal TNI (Purn) L.B. Moerdani
Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani salah satu tokoh militer yang sangat berpengaruh di masa pemerintahan Orde Baru. Dia dijuluki sebagai Raja Intelijen karena sangat ahli dalam bidang telik sandi. Hampir seluruh pengalaman karir militer Benny dihabiskan di Kopassus dan bidang intelijen.

Benny merupakan Jenderal Kopassus pertama yang menjabat sebagai Panglima ABRI atau TNI . Lahir di Blora, Jawa Tengah, 2 Oktober 1932, Benny jadi Panglima TNI ke-8 menggantikan Jenderal TNI M. Jusuf.
Pada 28 Maret 1981, saat terjadi Operasi Militer Penanganan Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 di Bandara Don Mueang, Bangkok, Kerajaan Thailand, Benny Moerdani secara langsung turun tangan dalam menghadapi situasi tersebut.
Operasi ini mencatat sejarah sebagai pembajakan pesawat pertama yang melibatkan maskapai penerbangan Republik Indonesia dan juga terorisme bermotif jihad yang pertama kali terjadi di Indonesia. Benny Moerdani juga dikaitkan dengan peristiwa Tanjung Priok dan serangkaian penembakan misterius pada tahun 1980-an.
Selain menjabat sebagai Panglima ABRI, Benny Moerdani juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan serta Pangkopkamtib dalam pemerintahan.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wNC8xLzE3NDYzNC81L3g4cTdqa3I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOMANDO Pasukan Khusus atau Kopassus TNI Angkatan Darat merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia. Kemampuannya di atas rata-rata prajurit biasa membuatnya disegani dan ditakuti musuh.
Kopassus biasa diterjunkan dalam tim-tim kecil untuk menuntaskan tugas atau misi khusus di dalam maupun luar negeri dengan rintangan sangat berat bahkan rahasia.
Prajurit Kopassus memiliki kemampuan teknik dan taknik perang khsusus di semua medan baik darat, laut, maupun udara. Mereka juga menguasai ilmu intelijen mumpuni sehingga menyusup ke sarang musuh tanpa terdeteksi.
Dari sisi pakaian, prajurit Kopassus bisa dilihat dengan seragam loreng darah dan baret merah kebanggannya. Itu jadi alasan Kopassus disebut juga sebagai Pasukan Baret Merah.

BACA JUGA:
5 Fakta Jenderal Kopassus Adik Krishna Murti Bangga Pasukannya Kuasai Markas KKB

Nah, dalam perjalanannya, Kopassus telah terlibat dalam berbagai operasi militer penting sepanjang sejarah Indonesia dan melahirkan banyak tokoh berpengaruh. Beberapa perwira tinggi atau jenderal Kopassus pernah menjadi Panglima TNI. Siapa saja?
Berikut 5 daftar jenderal Kopassus yang jadi Panglima TNI
1. Jenderal Agus Subiyanto
Jenderal Agus Subiyanto dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Jokowi, pada Rabu 22 November 2023, menggantikan Laksamana Yudo Margono yang akan pensiun.
Sebelum jadi Panglima TNI, Agus yang berasal dari infanteri Kopassus menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Pria kelahiran Cimahi 5 Agustus 1967 itu lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1991 dan langsung ditempatkan di Kopassus.
Agus pernah terlibat dalam operasi di Timor Timur sebagai Kasi Operasi Sektor A. Lalu dipercaya menjabat Komandan Batalyon 22/Manggala Yudha di bawah Grup 2 Kopassus/Sandi Yudha, kemudian dipromosi jadi Kepala Penerangan Kopassus.

BACA JUGA:
Lika-liku Perjuangan Hidup Agus Subiyanto, Kehilangan Orangtua saat Balita hingga Jadi Panglima TNI

Karir Agus Subiyanto terus menanjak. Ia menjabat Komandan Kodim 0735/Surakarta (2009-2011), Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad (2011-2014), dan Asisten Operasi Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan (2014-2015). Komandan Rindam II/Sriwijaya (2016-2017), dan Komandan Korem 132/Tadulako (2017-2018).
Lalu Wakil Komandan Pussenif Kodiklatad (2019-2020), Komandan Korem 061/Surya Kencana, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) 2020-2021.
Sebelum jadi Wakil KASAD pada 2023, Agus pernah menjabat Pangdam Siliwangi periode 2021 hingga 2022.
2. Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa
Jenderal Andika Perkasa mejabat Panglima TNI sejak 17 November 2021, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Andika menjabat hingga 2022, sebelum digantikan oleh Laksamana Yudo Margono.
Andika termasuk prajurit intelektual karena bergelar doktor dan telah menempuh pendidikan master hingga doktoral di berbagai kampus terkemuka di dunia.
Setelah lulus Akademi Militer pada 1987, Andika masuk dalam satuan infanteri Kopassus. Pria kelahiran 21 Desember 1964 tersebut menyelesaikan program S2 di tiga universitas terkemuka yakni Norwich University, National Defence University di Washington DC, dan Harvard University di Amerika Serikat. Andika juga memperoleh gelar Doktor S3 dari The George Washington University.

BACA JUGA:
Cerita Prajurit Kopassus Tetap Berpuasa saat Perang Menumpas Komunis di Hutan Kalimantan

Sebelum jadi Panglima TNI, Andika pernah menjadi Komandan Tim 3 Sat Gultor Kopassus, Danrindam Kodam Jaya, Kadispenad, Danpaspampres, Pangdam XII/Tanjungpura, Dankodiklat, Pangkostrad lalu KSAD.
3. Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung
Feisal Edno Tanjung merupakan Jenderal Kopassus abituren Akademi Militer 1961. Presiden Soeharto mempercayainya sebagai Panglima ABRI (TNI) periode 1993-1998.
Lahir pada 17 Juni 1939, Feisal Tanjung telah memiliki pengalaman dalam berbagai jabatan militer. Sebelum menjabat sebagai Panglima ABRI, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari tahun 1992 hingga 1993. Ia juga pernah menjabat sebagai Danseskoad dari tahun 1988 hingga 1992, Pangdam XII/Tanjungpura dari tahun 1985 hingga 1988, dan Danpussenif dari tahun 1983 hingga 1985.
Feisal Tanjung telah mengalami berbagai medan operasi selama karir militernya. Ini termasuk terlibat dalam Operasi Masohi/RMS pada tahun 1963, Operasi Trikora pada tahun 1963, Operasi Dwikora pada tahun 1965, Operasi G30S/PKI pada tahun 1965, Operasi Wibawa OPM pada tahun 1967, Operasi Penentuan Pendapat Rakyat pada tahun 1969, Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih Ekspedisi Lembah X pada tahun 1969, Pasukan Garuda ICCS IV di Vietnam pada tahun 1973, dan Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1976.
4. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat
Edi Sudrajat lahir di Jambi pada 22 April 1938, menjabat sebagai Panglima TNI ke-10 pada 1993 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Ia menggantikan Jenderal TNI Try Sutrisno dalam jabatan tersebut.
Sebagai salah satu lulusan terbaik dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1960, Edi Sudrajat adalah satu-satunya Perwira Tinggi (Pati) TNI yang pernah menduduki tiga jabatan sekaligus secara bersamaan, yaitu KSAD, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VI di masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Sebagai anggota Korps Baret Merah, Edi Sudrajat telah menjalankan berbagai penugasan, termasuk dalam Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat yang kini dikenal sebagai Papua. Ia juga terlibat dalam operasi untuk menumpas pemberontakan bersenjata di Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Selain itu, peranannya juga terlihat dalam penumpasan Gerakan 30 September/PKI.
5. Jenderal TNI (Purn) L.B. Moerdani
Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani salah satu tokoh militer yang sangat berpengaruh di masa pemerintahan Orde Baru. Dia dijuluki sebagai Raja Intelijen karena sangat ahli dalam bidang telik sandi. Hampir seluruh pengalaman karir militer Benny dihabiskan di Kopassus dan bidang intelijen.

Benny merupakan Jenderal Kopassus pertama yang menjabat sebagai Panglima ABRI atau TNI . Lahir di Blora, Jawa Tengah, 2 Oktober 1932, Benny jadi Panglima TNI ke-8 menggantikan Jenderal TNI M. Jusuf.
Pada 28 Maret 1981, saat terjadi Operasi Militer Penanganan Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 di Bandara Don Mueang, Bangkok, Kerajaan Thailand, Benny Moerdani secara langsung turun tangan dalam menghadapi situasi tersebut.
Operasi ini mencatat sejarah sebagai pembajakan pesawat pertama yang melibatkan maskapai penerbangan Republik Indonesia dan juga terorisme bermotif jihad yang pertama kali terjadi di Indonesia. Benny Moerdani juga dikaitkan dengan peristiwa Tanjung Priok dan serangkaian penembakan misterius pada tahun 1980-an.
Selain menjabat sebagai Panglima ABRI, Benny Moerdani juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan serta Pangkopkamtib dalam pemerintahan.
</content:encoded></item></channel></rss>
