<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Kampus Favorit Jenderal TNI-Polri untuk Kuliah</title><description>Kampus ini tidak hanya menyediakan pendidikan konvensional, tetapi juga memiliki sistem pembelajaran daring.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah"/><item><title>3 Kampus Favorit Jenderal TNI-Polri untuk Kuliah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/20/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah-IGf5xcDFlk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kampus UI  (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/20/337/2985912/3-kampus-favorit-jenderal-tni-polri-untuk-kuliah-IGf5xcDFlk.jpg</image><title>Kampus UI  (Foto: Dok MPI)</title></images><description>JAKARTA - Calon anggota TNI-Polri harus menempuh pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil) selama sekitar empat tahun. Setelah lulus, akan mendapatkan pangkat dua setelah.

Selanjutnya, Anggota TNI-Polri juga masih memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Makanya, banyak jenderal di Indonesia yang menyandang gelar doktor atau S3.

BACA JUGA:
Kadis PUPR Papua Era Gubenur Lukas Enembe Divonis 4 Tahun 8 Bulan Penjara


Namun, ada sejumlah universitas yang kerap menjadi tempat studi bagi sejumlah jenderal, di antaranya:

1. Universitas Terbuka (UT)

Universitas Terbuka telah menjadi pilihan populer bagi anggota TNI-Polri yang ingin mengejar pendidikan tinggi. Kampus ini tidak hanya menyediakan pendidikan konvensional, tetapi juga memiliki sistem pembelajaran daring yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara fleksibel, bahkan sambil bekerja.

Beberapa jenderal yang berasal dari UT termasuk Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S.I.P, yang lulus pada tahun 2001, dan Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto, SH, S.I.P, MM yang mengambil jurusan Administrasi Negara pada tahun 1995.

BACA JUGA:
Bus Pariwisata Kecelakaan Beruntun di Malang, Polisi Tak Temukan Jejak Pengereman


2. Universitas Indonesia (UI)

UI menawarkan berbagai jurusan kepolisian yang tersedia bagi anggota TNI-Polri. Di antara jurusan tersebut termasuk Administrasi Kepolisian, Hukum Kepolisian, Manajemen Sekurit, Manajemen Sumber Daya Manusia Polri, dan Siber.

Beberapa jenderal terkemuka di Indonesia yang merupakan alumni UI antara lain adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S.I.P, Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si, mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Drs Idham Azis, M.Si, dan Komjen, dan KomJen Pol Prof Dr H Rycko Amelza Dahniel, M.Si.



3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)



Salah satu contoh jenderal alumni Universitas Negeri Jakarta adalah Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto, SH, S.I.P, MM. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada tahun 1968, Wiranto memulai karirnya sebagai ajudan Presiden Soeharto pada periode 1989-1993.

BACA JUGA:
 Polda Jateng Musnahkan 48,9 Kg Sabu dan 34.743 Butir Ekstasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Pada tahun 2003, ia menyelesaikan studi S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia di UNJ dan berhasil meraih gelar doktor.

(Sumber Tim Litbang MPI)
</description><content:encoded>JAKARTA - Calon anggota TNI-Polri harus menempuh pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil) selama sekitar empat tahun. Setelah lulus, akan mendapatkan pangkat dua setelah.

Selanjutnya, Anggota TNI-Polri juga masih memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Makanya, banyak jenderal di Indonesia yang menyandang gelar doktor atau S3.

BACA JUGA:
Kadis PUPR Papua Era Gubenur Lukas Enembe Divonis 4 Tahun 8 Bulan Penjara


Namun, ada sejumlah universitas yang kerap menjadi tempat studi bagi sejumlah jenderal, di antaranya:

1. Universitas Terbuka (UT)

Universitas Terbuka telah menjadi pilihan populer bagi anggota TNI-Polri yang ingin mengejar pendidikan tinggi. Kampus ini tidak hanya menyediakan pendidikan konvensional, tetapi juga memiliki sistem pembelajaran daring yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara fleksibel, bahkan sambil bekerja.

Beberapa jenderal yang berasal dari UT termasuk Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S.I.P, yang lulus pada tahun 2001, dan Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto, SH, S.I.P, MM yang mengambil jurusan Administrasi Negara pada tahun 1995.

BACA JUGA:
Bus Pariwisata Kecelakaan Beruntun di Malang, Polisi Tak Temukan Jejak Pengereman


2. Universitas Indonesia (UI)

UI menawarkan berbagai jurusan kepolisian yang tersedia bagi anggota TNI-Polri. Di antara jurusan tersebut termasuk Administrasi Kepolisian, Hukum Kepolisian, Manajemen Sekurit, Manajemen Sumber Daya Manusia Polri, dan Siber.

Beberapa jenderal terkemuka di Indonesia yang merupakan alumni UI antara lain adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S.I.P, Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si, mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Drs Idham Azis, M.Si, dan Komjen, dan KomJen Pol Prof Dr H Rycko Amelza Dahniel, M.Si.



3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)



Salah satu contoh jenderal alumni Universitas Negeri Jakarta adalah Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto, SH, S.I.P, MM. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada tahun 1968, Wiranto memulai karirnya sebagai ajudan Presiden Soeharto pada periode 1989-1993.

BACA JUGA:
 Polda Jateng Musnahkan 48,9 Kg Sabu dan 34.743 Butir Ekstasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Pada tahun 2003, ia menyelesaikan studi S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia di UNJ dan berhasil meraih gelar doktor.

(Sumber Tim Litbang MPI)
</content:encoded></item></channel></rss>
