<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPP Tak Mau Tanda Tangani Hasil Pleno KPU RI, Ini Alasannya</title><description>PPP menolak menandatangani hasil pleno rekapitulasi tingkat nasional yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tanda-tangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tanda-tangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya"/><item><title>PPP Tak Mau Tanda Tangani Hasil Pleno KPU RI, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tanda-tangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tanda-tangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 21 Maret 2024 01:09 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tandatangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya-Ucw5cnACM3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/21/337/2986047/ppp-tak-mau-tandatangani-hasil-pleno-kpu-ri-ini-alasannya-Ucw5cnACM3.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau Rommy menyampaikan partainya menolak menandatangani hasil pleno rekapitulasi tingkat nasional yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Rommy menuturkan pihaknya juga menarik seluruh saksi partai dari PPP saat pengumuman penetapan hasil rekapitulasi nasional yang baru saja dilangsungkan Rabu (20/3/2024) malam.

BACA JUGA:
Menang Pilpres 2024, Prabowo: Kami Akan Buktikan Bekerja Sekeras-kerasnya

Rommy menyampaikan, sikap PPP sudah disepakati berdasarkan Rapat Ketua-Ketua Majelis dengan jajaran inti Pengurus Harian DPP dipimpin langsung Ketua Umum Mardiono. Ia mengatakan sikap PPP didasari dengan adanya perbedaan rekapitulasi hasil perolehan suara PPP secara nasional oleh KPU dengan data internal partainya.
&quot;Dari pembandingan di beberapa dapil, kami mendapatkan perbedaan angka yang cukup signifikan dengan total perolehan nasional yang ditampilkan di layar pleno KPU,&quot; ujar Rommy dalam rilis resmi yang diterima MPI, Kamis (21/3/2024).
Rommy mengatakan berdasarkan data internal yang dimiliki PPP, partainya sudah melampaui batas ambang parlemen atau Parliamentary Threshold yakni 4%.
&quot;Berdasarkan data yang kami miliki, perolehan suara PPP jauh melampaui ambang batas parlemen (PT) 4%,&quot; tegas Rommy.
Ia mengatakan, suara PPP telah digembosi di sejumlah dapil di Indonesia. Penggembosan suara tersebut, ujar Rommu, terjadi setelah tahapan pemungutan suara telah dilangsungkan.

BACA JUGA:
Hasil Rekapitulasi Pemilu 2024: PDIP Jadi Partai Pemenang, PPP Tak Lolos Parlemen

Untuk itu, Rommy mengungkapkan berdasarkan rapat Ketua Majelis dan jajaran inti Pengurus Harian DPP PPP, mereka akan mengajukan gugatan ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.
&quot;DPP PPP diperintahkan menyiapkan langkah-langkah untuk melakukan gugatan ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi dalam rangka mengembalikan suara PPP yang digembosi di beberapa dapil, justru setelah terjadinya coblosan,&quot; kata Rommy.Diketahui, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya hanya mendapatkan 3,87 persen sehingga gagal masuk ke parlemen. PPP sebagai partai politik petahana, ternyata hanya memperoleh 5.878.777 suara. Jika dipersentase, partai berlambang Ka'bah itu hanya meraih 3,87 persen.
Dengan angka ini, PPP dipastikan tidak lolos ke parlemen untuk periode 2024-2029. Hal ini lantaran tidak memenuhi ambang batas minimal parlemen atau parlementiary threshold sebesar 4 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau Rommy menyampaikan partainya menolak menandatangani hasil pleno rekapitulasi tingkat nasional yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Rommy menuturkan pihaknya juga menarik seluruh saksi partai dari PPP saat pengumuman penetapan hasil rekapitulasi nasional yang baru saja dilangsungkan Rabu (20/3/2024) malam.

BACA JUGA:
Menang Pilpres 2024, Prabowo: Kami Akan Buktikan Bekerja Sekeras-kerasnya

Rommy menyampaikan, sikap PPP sudah disepakati berdasarkan Rapat Ketua-Ketua Majelis dengan jajaran inti Pengurus Harian DPP dipimpin langsung Ketua Umum Mardiono. Ia mengatakan sikap PPP didasari dengan adanya perbedaan rekapitulasi hasil perolehan suara PPP secara nasional oleh KPU dengan data internal partainya.
&quot;Dari pembandingan di beberapa dapil, kami mendapatkan perbedaan angka yang cukup signifikan dengan total perolehan nasional yang ditampilkan di layar pleno KPU,&quot; ujar Rommy dalam rilis resmi yang diterima MPI, Kamis (21/3/2024).
Rommy mengatakan berdasarkan data internal yang dimiliki PPP, partainya sudah melampaui batas ambang parlemen atau Parliamentary Threshold yakni 4%.
&quot;Berdasarkan data yang kami miliki, perolehan suara PPP jauh melampaui ambang batas parlemen (PT) 4%,&quot; tegas Rommy.
Ia mengatakan, suara PPP telah digembosi di sejumlah dapil di Indonesia. Penggembosan suara tersebut, ujar Rommu, terjadi setelah tahapan pemungutan suara telah dilangsungkan.

BACA JUGA:
Hasil Rekapitulasi Pemilu 2024: PDIP Jadi Partai Pemenang, PPP Tak Lolos Parlemen

Untuk itu, Rommy mengungkapkan berdasarkan rapat Ketua Majelis dan jajaran inti Pengurus Harian DPP PPP, mereka akan mengajukan gugatan ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.
&quot;DPP PPP diperintahkan menyiapkan langkah-langkah untuk melakukan gugatan ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi dalam rangka mengembalikan suara PPP yang digembosi di beberapa dapil, justru setelah terjadinya coblosan,&quot; kata Rommy.Diketahui, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya hanya mendapatkan 3,87 persen sehingga gagal masuk ke parlemen. PPP sebagai partai politik petahana, ternyata hanya memperoleh 5.878.777 suara. Jika dipersentase, partai berlambang Ka'bah itu hanya meraih 3,87 persen.
Dengan angka ini, PPP dipastikan tidak lolos ke parlemen untuk periode 2024-2029. Hal ini lantaran tidak memenuhi ambang batas minimal parlemen atau parlementiary threshold sebesar 4 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
