<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Takjil Pringsewu Porak Poranda Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang   </title><description>Namun, kejadian tiba-tiba ini telah membuat banyak pedagang sementara kehilangan tempat usaha.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang"/><item><title>Pasar Takjil Pringsewu Porak Poranda Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang</guid><pubDate>Jum'at 22 Maret 2024 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Indra Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang-HE3HtvLdDa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar takjil di Pringsewu diterjang angin kencang. (Foto: Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/22/340/2986636/pasar-takjil-pringsewu-porak-poranda-diterjang-hujan-deras-dan-angin-kencang-HE3HtvLdDa.jpg</image><title>Pasar takjil di Pringsewu diterjang angin kencang. (Foto: Dok Ist)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS8xLzE3ODY0Ny81L3g4djl0MWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRINGSEWU - Ratusan lapak di pasar takjil terkenal Pringsewu mengalami kerusakan berat akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kamis malam, 21 Maret 2024, sekitar pukul 20:30 WIB, tepat setelah warga setempat menunaikan Sholat Tarawih.

Pasar yang berlokasi di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, ini merupakan tempat favorit warga untuk berburu takjil selama bulan Ramadhan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi saat Mudik 5-11 April 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, kejadian tiba-tiba ini telah membuat banyak pedagang sementara kehilangan tempat usaha.

Menurut Gilang, salah satu warga yang memposting kejadian tersebut di media sosial, hujan deras dan angin kencang tersebut menyebabkan lapak-lapak pasar takjil roboh dan banyak barang dagangan yang berserakan.&amp;nbsp;

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi yang dialami para pedagang cukup besar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Cuaca Ekstrem, Larangan Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pemilik lapak kini berencana untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi agar bisa kembali beroperasi.&amp;nbsp;

Komunitas lokal dan pemerintah setempat diharapkan bisa bersinergi dalam membantu proses pemulihan, terutama mengingat pasar takjil merupakan sumber penghasilan penting bagi banyak warga selama bulan suci Ramadhan.Pemerintah Kabupaten Pringsewu belum memberikan pernyataan resmi mengenai bantuan atau langkah-langkah pemulihan pasca bencana ini. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama dalam musim penghujan.



Warga setempat dan pengunjung pasar takjil diimbau untuk tetap mendukung pedagang yang terdampak dengan cara apapun yang memungkinkan, demi memastikan keberlangsungan pasar takjil yang telah menjadi bagian dari tradisi Ramadhan di Pringsewu.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yMS8xLzE3ODY0Ny81L3g4djl0MWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRINGSEWU - Ratusan lapak di pasar takjil terkenal Pringsewu mengalami kerusakan berat akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kamis malam, 21 Maret 2024, sekitar pukul 20:30 WIB, tepat setelah warga setempat menunaikan Sholat Tarawih.

Pasar yang berlokasi di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, ini merupakan tempat favorit warga untuk berburu takjil selama bulan Ramadhan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi saat Mudik 5-11 April 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun, kejadian tiba-tiba ini telah membuat banyak pedagang sementara kehilangan tempat usaha.

Menurut Gilang, salah satu warga yang memposting kejadian tersebut di media sosial, hujan deras dan angin kencang tersebut menyebabkan lapak-lapak pasar takjil roboh dan banyak barang dagangan yang berserakan.&amp;nbsp;

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi yang dialami para pedagang cukup besar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Cuaca Ekstrem, Larangan Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pemilik lapak kini berencana untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi agar bisa kembali beroperasi.&amp;nbsp;

Komunitas lokal dan pemerintah setempat diharapkan bisa bersinergi dalam membantu proses pemulihan, terutama mengingat pasar takjil merupakan sumber penghasilan penting bagi banyak warga selama bulan suci Ramadhan.Pemerintah Kabupaten Pringsewu belum memberikan pernyataan resmi mengenai bantuan atau langkah-langkah pemulihan pasca bencana ini. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama dalam musim penghujan.



Warga setempat dan pengunjung pasar takjil diimbau untuk tetap mendukung pedagang yang terdampak dengan cara apapun yang memungkinkan, demi memastikan keberlangsungan pasar takjil yang telah menjadi bagian dari tradisi Ramadhan di Pringsewu.

</content:encoded></item></channel></rss>
