<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hidup Seorang Diri, Warga Sukabumi Tewas dengan Luka di Kepala</title><description>Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di depan rumahnya, Kampung Rancabungur RT 01/01, Desa Karangjaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala"/><item><title>Hidup Seorang Diri, Warga Sukabumi Tewas dengan Luka di Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala</guid><pubDate>Jum'at 22 Maret 2024 04:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala-ZMaK6kJhZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanita paruh baya ditemukan tewas di depan rumahnya dengan luka di kepala (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/22/525/2986601/hidup-seorang-diri-warga-sukabumi-tewas-dengan-luka-di-kepala-ZMaK6kJhZU.jpg</image><title>Wanita paruh baya ditemukan tewas di depan rumahnya dengan luka di kepala (Foto : MPI)</title></images><description>SUKABUMI - Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di depan rumahnya, Kampung Rancabungur RT 01/01, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/3/2024) sekira pukul 13.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban bernama Wawan Hermawan (62), sejak bercerai dengan istrinya, ia hidup seorang diri di tempat tinggalnya. Kedua anak korban, saat ini tinggal dan mencari nafkah di luar kota, dan jarang pulang ke rumah.


BACA JUGA:
Soal Jatah Menteri Untuk PAN Terserah Prabowo


Kapolsek Gegerbitung Polres Sukabumi, Iptu Bayu Sunarti Agustina mengatakan, awalnya jasad korban ditemukan oleh saksi yang merupakan tetangganya. Pada saat itu, ia melihat ke arah rumah korban, dan nampak di depan rumah ada orang yang tergeletak.

&quot;Pada saat saksi sedang berada di dalam rumah, melihat lampu depan rumah korban menyala, kemudian melihat dari jendela kaca ke arah rumah korban dan melihat korban sudah tergeletak di depan rumahnya,&quot; ujar Bayu kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (22/3/2024).


BACA JUGA:
Panglima TNI Sebut Aksi KKB Melampaui Batas


Kemudian saksi memanggil warga sekitar, ujar Bayu, untuk mengecek ke rumah korban. Pada saat itu, korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengeluarkan darah di bagian kepala. Lalu warga menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.

&quot;Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki penyakit vertigo atau sering merasa pusing. Korban terakhir berobat pada hari Senin (18/3/2024) di Puskesmas Gegerbitung dan hari itu juga, saksi bertemu terakhir dengan korban,&quot; ujar Bayu.Hasil penyelidikan sementara, lanjut Bayu, korban diduga pusing pada saat mau memasuki rumah dan terpeleset sehingga kepala korban terbentur benda tumpul yang mengakibatkan korban meinggal dunia.

&quot;Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi mayat tersebut kaku seluruh tubuh dan terdapat luka robekan akibat benda tumpul di kepala yang diduga akibat benturan saat terjatuh,&quot; ujar Bayu.

Bayu menambahkan, pada saat akan dilakukan autopsi, pihak keluarga menolak dan memutuskan untuk dilakukan pengurusan dan pemakaman terhadap jenazah korban. Selanjutnya korban dimakamkan di tempat pemakanan keluarga.</description><content:encoded>SUKABUMI - Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di depan rumahnya, Kampung Rancabungur RT 01/01, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/3/2024) sekira pukul 13.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban bernama Wawan Hermawan (62), sejak bercerai dengan istrinya, ia hidup seorang diri di tempat tinggalnya. Kedua anak korban, saat ini tinggal dan mencari nafkah di luar kota, dan jarang pulang ke rumah.


BACA JUGA:
Soal Jatah Menteri Untuk PAN Terserah Prabowo


Kapolsek Gegerbitung Polres Sukabumi, Iptu Bayu Sunarti Agustina mengatakan, awalnya jasad korban ditemukan oleh saksi yang merupakan tetangganya. Pada saat itu, ia melihat ke arah rumah korban, dan nampak di depan rumah ada orang yang tergeletak.

&quot;Pada saat saksi sedang berada di dalam rumah, melihat lampu depan rumah korban menyala, kemudian melihat dari jendela kaca ke arah rumah korban dan melihat korban sudah tergeletak di depan rumahnya,&quot; ujar Bayu kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (22/3/2024).


BACA JUGA:
Panglima TNI Sebut Aksi KKB Melampaui Batas


Kemudian saksi memanggil warga sekitar, ujar Bayu, untuk mengecek ke rumah korban. Pada saat itu, korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengeluarkan darah di bagian kepala. Lalu warga menghubungi polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.

&quot;Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki penyakit vertigo atau sering merasa pusing. Korban terakhir berobat pada hari Senin (18/3/2024) di Puskesmas Gegerbitung dan hari itu juga, saksi bertemu terakhir dengan korban,&quot; ujar Bayu.Hasil penyelidikan sementara, lanjut Bayu, korban diduga pusing pada saat mau memasuki rumah dan terpeleset sehingga kepala korban terbentur benda tumpul yang mengakibatkan korban meinggal dunia.

&quot;Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi mayat tersebut kaku seluruh tubuh dan terdapat luka robekan akibat benda tumpul di kepala yang diduga akibat benturan saat terjatuh,&quot; ujar Bayu.

Bayu menambahkan, pada saat akan dilakukan autopsi, pihak keluarga menolak dan memutuskan untuk dilakukan pengurusan dan pemakaman terhadap jenazah korban. Selanjutnya korban dimakamkan di tempat pemakanan keluarga.</content:encoded></item></channel></rss>
