<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuaca Panas Menyengat Landa Bandung Raya, BMKG: Fenomena Equinox</title><description>Warga di kawasan Bandung Raya merasakan cuaca panas yang menyengat dalam beberapa hari terakhir ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox"/><item><title>Cuaca Panas Menyengat Landa Bandung Raya, BMKG: Fenomena Equinox</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox</guid><pubDate>Jum'at 22 Maret 2024 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox-3vtyLx02TL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/22/525/2986805/cuaca-panas-menyengat-landa-bandung-raya-bmkg-fenomena-equinox-3vtyLx02TL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODUwMS81L3g4dXQzd28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
BANDUNG - Warga di kawasan Bandung Raya merasakan cuaca panas yang menyengat dalam beberapa hari terakhir ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan bahwa cuaca panas terik yang melanda Bandung Raya di siang hari itu akibat fenomena equinox.
Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

BACA JUGA:
Imbas Cuaca Panas 30 Celcius, Presiden Terpilih Liberia Gagal Selesaikan Pidato saat Pelantikan

&amp;ldquo;Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave (Gelombang Panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,&amp;rdquo; tulis keterangan unggahan di akun Instagram resmi PPID BMKG dikutip Jumat (22/3/2024).

BACA JUGA:
Tuban Digoyang 8 Kali Gempa Susulan, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

Dampak equinox tersebut salah satunya adalah intensitas paparan sinar matahari yang masuk ke bumi akan menjadi paling maksimal, khususnya untuk wilayah di garis lintang 0 derajat. Hal Inilah yang menyebabkan cuaca lebih panas menyengat dibanding siang hari pada kondisi normal.
Atas kondisi tersebut, banyak warganet yang mengeluhkan panasnya cuaca di Kota Bandung ditambah tengah menjalankan ibadah puasa.Warga Bandung Raya pun menyikapi fenomena tersebut. Mereka banyak yang mengeluhkan akibat cuaca panas, terlebih bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa, seperti yang ramai mencuat di akun-akun info media sosial (medsos).

&amp;ldquo;Ti kamari min peurih pisan kanu kulit (dari kemarin min, perih banget di kulit) meledaks,&amp;rdquo; ujar pemilik akun Instagram @ach***



&amp;ldquo;Pulang kerja panas gini, effort untuk bertahan hidup lebih besar, sampe rumah cape banget,&amp;rdquo; timpal @vin***



&amp;ldquo;Ker puasa kieu dibere panas nu aya haus (sedang puasa diberi cuaca panas, jadi haus),&amp;rdquo; kata pemilik akun @ran**</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xOC8xLzE3ODUwMS81L3g4dXQzd28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
BANDUNG - Warga di kawasan Bandung Raya merasakan cuaca panas yang menyengat dalam beberapa hari terakhir ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan bahwa cuaca panas terik yang melanda Bandung Raya di siang hari itu akibat fenomena equinox.
Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

BACA JUGA:
Imbas Cuaca Panas 30 Celcius, Presiden Terpilih Liberia Gagal Selesaikan Pidato saat Pelantikan

&amp;ldquo;Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave (Gelombang Panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,&amp;rdquo; tulis keterangan unggahan di akun Instagram resmi PPID BMKG dikutip Jumat (22/3/2024).

BACA JUGA:
Tuban Digoyang 8 Kali Gempa Susulan, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang

Dampak equinox tersebut salah satunya adalah intensitas paparan sinar matahari yang masuk ke bumi akan menjadi paling maksimal, khususnya untuk wilayah di garis lintang 0 derajat. Hal Inilah yang menyebabkan cuaca lebih panas menyengat dibanding siang hari pada kondisi normal.
Atas kondisi tersebut, banyak warganet yang mengeluhkan panasnya cuaca di Kota Bandung ditambah tengah menjalankan ibadah puasa.Warga Bandung Raya pun menyikapi fenomena tersebut. Mereka banyak yang mengeluhkan akibat cuaca panas, terlebih bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa, seperti yang ramai mencuat di akun-akun info media sosial (medsos).

&amp;ldquo;Ti kamari min peurih pisan kanu kulit (dari kemarin min, perih banget di kulit) meledaks,&amp;rdquo; ujar pemilik akun Instagram @ach***



&amp;ldquo;Pulang kerja panas gini, effort untuk bertahan hidup lebih besar, sampe rumah cape banget,&amp;rdquo; timpal @vin***



&amp;ldquo;Ker puasa kieu dibere panas nu aya haus (sedang puasa diberi cuaca panas, jadi haus),&amp;rdquo; kata pemilik akun @ran**</content:encoded></item></channel></rss>
