<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Cara Cerdik Perwira Kerajaan Sunda Selamatkan Diri dari Peperangan Bubat Lawan Majapahit</title><description>Akibatnya nyaris seluruh rombongan Kerajaan Sunda yang rencananya akan menikahkan putri sang raja pun tewas seketika&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit"/><item><title> Cara Cerdik Perwira Kerajaan Sunda Selamatkan Diri dari Peperangan Bubat Lawan Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2024 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit-zNxrknipVO.png" expression="full" type="image/jpeg">Peperangan kerajaan (foto: dok wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/23/337/2987110/cara-cerdik-perwira-kerajaan-sunda-selamatkan-diri-dari-peperangan-bubat-lawan-majapahit-zNxrknipVO.png</image><title>Peperangan kerajaan (foto: dok wikipedia)</title></images><description>

PERANG BUBAT mencatat peperangan tak seimbang antara Kerajaan Majapahit dengan Sunda. Akibatnya nyaris seluruh rombongan Kerajaan Sunda yang rencananya akan menikahkan putri sang raja pun tewas seketika, termasuk raja, permaisuri, dan pejabat istana lainnya. Tapi ada satu orang yang berhasil selamat yakni sang perwira, karena strategi cerdiknya.

Saat itu Gajah Mada memang yang menjadi mahapatih di Majapahit, punya pandangan berbeda dengan sang raja Hayam Wuruk. Ia lantas menjalankan skemanya sendiri, karena khawatir Hayam Wuruk sang raja muda itu harus bertemu langsung dengan Raja Sunda.

Saat itu Gajah Mada meminta Hayam Wuruk untuk tetap tinggal di istana, saat Kepala Desa Bubat melaporkan kedatangan rombongan dari Kerajaan Sunda. Dikisahkan pada buku &quot;Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada&quot;, Gajah Mada menyebut, bisa saja raja Sunda dan rombongan yang datang merupakan musuh yang mau menyerbu Majapahit, tapi menyamar jadi rombongan perkawinan.

BACA JUGA:
Paduka Sori Perempuan Cantik yang Dinikahi Hayam Wuruk Pasca Perang Bubat

Karena Hayam Wuruk masih belum cakap betul memimpin suatu kerajaan, maka saran Gajah Mada untuk tidak pergi ke Bubat dituruti. Tetapi para abdi dalem dan pejabat istana lainnya sempat terkejut mendengarnya, namun tidak berani melawan.

Di Bubat, ada sekitar ratusan rombongan Sunda yang datang dengan kapal - kapal kecil. Mereka sudah mendengar kabar burung tentang perkembangan terkini di Majapahit. Maka Raja Sunda pun mengirimkan utusannya, Patih Anepakan untuk pergi ke Majapahit. Ia disertai tiga pejabat lainnya dan 300 serdadu.

Mereka langsung datang ke rumah Patih Gajah Mada, di sana ia menyatakan bahwa raja Sunda akan bertolak pulang dan mengira Hayam Wuruk ingkar janji. Mereka bertengkar hebat, karena Gajah Mada menginginkan supaya orang-orang Sunda bersikap seperti layaknya vazal - vazal atau raja musuh Majapahit, yang mengakui Majapahit.

BACA JUGA:
Gajah Mada Minta Maaf dan Cuti Usai Kesalahannya Berujung Perang Bubat

Hampir saja terjadi pertempuran di kepatihan kalau tidak ditengahi oleh Smaranata, seorang pandita kerajaan. Maka berpulanglah utusan Raja Sunda setelah diberi tahu bahwa keputusan terakhir Raja Sunda, akan disampaikan dalam tempo dua hari.

Sementara raja Sunda setelah mendengar kabar ini tidak bersedia diperlakukan layaknya seorang vazal. Maka beliau berkata memberitahukan keputusannya untuk gugur seperti seorang ksatria.



Demi membela kehormatan, lebih baik gugur daripada hidup tetapi dihina oleh orang Majapahit. Para bawahannya berseru mereka akan mengikutinya dan membelanya. Maharaja Linggabuana Wisesa, raja Sunda ini kemudian menemui istri dan anaknya, serta menyuruh niat mereka pulang. Tetapi mereka menolak dan bersikeras ingin tetap menemani sang raja.



Ketika semuanya sudah siap siaga, utusan Majapahit dikirim ke perkemahan orang Sunda dengan membawa surat yang bisikan syarat - syarat Majapahit. Orang Sunda menolaknya dengan marah dan perang pun tak dapat dihindari.



Seluruh rombongan Sunda tewas seketika, termasuk Maharaja Linggabuana Wisesa dan para pejabatnya. Tetapi dari sekian pasukan Sunda, dikisahkan hanya satu orang perwira yang selamat. Satu perwira bernama Pitar ini berpura - pura tewas di antara mayat - mayat serdadu Sunda.



Ia pun kemudian meloloskan diri setelah pasukan Majapahit meninggalkan Bubat. Pitarlah yang akhirnya memberitahukan kepada ratu dan putri Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi, perihal tewasnya seluruh rombongan Sunda, termasuk raja dan para pejabatnya.



Para kaum perempuan yang menyertai suaminya pun bersedih. Mereka yang mengiringi rombongan pengantin para pejabat Kerajaan Sunda akhirnya melakukan bunuh diri massal di atas jenazah - jenazah suami mereka. Dari sekian perempuan yang melakukan bunuh diri, Dyah Pitaloka Citraresmi calon istri Hayam Wuruk juga turut mengakhiri hidupnya dengan tragis.



Hayam Wuruk yang mendapati kondisi di Bubat cemas. Ia pun menuju ke Pesanggrahan putri Sunda, tetapi putri Sunda tewas. Maka prabu Hayam Wuruk meratapinya, setelah itu upacara untuk menyembahyangkan dan mendoakan para arwah dilaksanakan.</description><content:encoded>

PERANG BUBAT mencatat peperangan tak seimbang antara Kerajaan Majapahit dengan Sunda. Akibatnya nyaris seluruh rombongan Kerajaan Sunda yang rencananya akan menikahkan putri sang raja pun tewas seketika, termasuk raja, permaisuri, dan pejabat istana lainnya. Tapi ada satu orang yang berhasil selamat yakni sang perwira, karena strategi cerdiknya.

Saat itu Gajah Mada memang yang menjadi mahapatih di Majapahit, punya pandangan berbeda dengan sang raja Hayam Wuruk. Ia lantas menjalankan skemanya sendiri, karena khawatir Hayam Wuruk sang raja muda itu harus bertemu langsung dengan Raja Sunda.

Saat itu Gajah Mada meminta Hayam Wuruk untuk tetap tinggal di istana, saat Kepala Desa Bubat melaporkan kedatangan rombongan dari Kerajaan Sunda. Dikisahkan pada buku &quot;Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada&quot;, Gajah Mada menyebut, bisa saja raja Sunda dan rombongan yang datang merupakan musuh yang mau menyerbu Majapahit, tapi menyamar jadi rombongan perkawinan.

BACA JUGA:
Paduka Sori Perempuan Cantik yang Dinikahi Hayam Wuruk Pasca Perang Bubat

Karena Hayam Wuruk masih belum cakap betul memimpin suatu kerajaan, maka saran Gajah Mada untuk tidak pergi ke Bubat dituruti. Tetapi para abdi dalem dan pejabat istana lainnya sempat terkejut mendengarnya, namun tidak berani melawan.

Di Bubat, ada sekitar ratusan rombongan Sunda yang datang dengan kapal - kapal kecil. Mereka sudah mendengar kabar burung tentang perkembangan terkini di Majapahit. Maka Raja Sunda pun mengirimkan utusannya, Patih Anepakan untuk pergi ke Majapahit. Ia disertai tiga pejabat lainnya dan 300 serdadu.

Mereka langsung datang ke rumah Patih Gajah Mada, di sana ia menyatakan bahwa raja Sunda akan bertolak pulang dan mengira Hayam Wuruk ingkar janji. Mereka bertengkar hebat, karena Gajah Mada menginginkan supaya orang-orang Sunda bersikap seperti layaknya vazal - vazal atau raja musuh Majapahit, yang mengakui Majapahit.

BACA JUGA:
Gajah Mada Minta Maaf dan Cuti Usai Kesalahannya Berujung Perang Bubat

Hampir saja terjadi pertempuran di kepatihan kalau tidak ditengahi oleh Smaranata, seorang pandita kerajaan. Maka berpulanglah utusan Raja Sunda setelah diberi tahu bahwa keputusan terakhir Raja Sunda, akan disampaikan dalam tempo dua hari.

Sementara raja Sunda setelah mendengar kabar ini tidak bersedia diperlakukan layaknya seorang vazal. Maka beliau berkata memberitahukan keputusannya untuk gugur seperti seorang ksatria.



Demi membela kehormatan, lebih baik gugur daripada hidup tetapi dihina oleh orang Majapahit. Para bawahannya berseru mereka akan mengikutinya dan membelanya. Maharaja Linggabuana Wisesa, raja Sunda ini kemudian menemui istri dan anaknya, serta menyuruh niat mereka pulang. Tetapi mereka menolak dan bersikeras ingin tetap menemani sang raja.



Ketika semuanya sudah siap siaga, utusan Majapahit dikirim ke perkemahan orang Sunda dengan membawa surat yang bisikan syarat - syarat Majapahit. Orang Sunda menolaknya dengan marah dan perang pun tak dapat dihindari.



Seluruh rombongan Sunda tewas seketika, termasuk Maharaja Linggabuana Wisesa dan para pejabatnya. Tetapi dari sekian pasukan Sunda, dikisahkan hanya satu orang perwira yang selamat. Satu perwira bernama Pitar ini berpura - pura tewas di antara mayat - mayat serdadu Sunda.



Ia pun kemudian meloloskan diri setelah pasukan Majapahit meninggalkan Bubat. Pitarlah yang akhirnya memberitahukan kepada ratu dan putri Sunda Dyah Pitaloka Citraresmi, perihal tewasnya seluruh rombongan Sunda, termasuk raja dan para pejabatnya.



Para kaum perempuan yang menyertai suaminya pun bersedih. Mereka yang mengiringi rombongan pengantin para pejabat Kerajaan Sunda akhirnya melakukan bunuh diri massal di atas jenazah - jenazah suami mereka. Dari sekian perempuan yang melakukan bunuh diri, Dyah Pitaloka Citraresmi calon istri Hayam Wuruk juga turut mengakhiri hidupnya dengan tragis.



Hayam Wuruk yang mendapati kondisi di Bubat cemas. Ia pun menuju ke Pesanggrahan putri Sunda, tetapi putri Sunda tewas. Maka prabu Hayam Wuruk meratapinya, setelah itu upacara untuk menyembahyangkan dan mendoakan para arwah dilaksanakan.</content:encoded></item></channel></rss>
