<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saling Ejek di Sosmed, Belasan Remaja Perang Sarung dan Mercon Diciduk Polisi</title><description>&amp;nbsp;
&quot;Atas informasi itu, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan 13 orang remaja,&quot; ujar Adit, Sabtu (23/3/2024).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi"/><item><title>Saling Ejek di Sosmed, Belasan Remaja Perang Sarung dan Mercon Diciduk Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2024 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi-W8Rn59Ds4G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Remaja yang melakukan perang sarung ditangkap polisi (Foto: Ira Widyanti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/23/340/2987256/saling-ejek-di-sosmed-belasan-remaja-perang-sarung-dan-mercon-diciduk-polisi-W8Rn59Ds4G.jpg</image><title>Remaja yang melakukan perang sarung ditangkap polisi (Foto: Ira Widyanti)</title></images><description>BANDARLAMPUNG - Sebanyak 13 remaja diamankan polisi lantaran terlibat perang sarung dan mercon di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya depan Puskesmas Sukaraja, Bumi Waras, Bandarlampung, Jumat 22 Maret 2024 sekitar pukul 01.30 WIB.

Adapun ke-13 remaja itu yakni MAD (16), RF (16), AGR (14), DR (15), AA (16), J (15), DL (16), A (15), MSP (16), AJC (15), JN (16), VN (16) dan ZI (16).

BACA JUGA:
Hary Tanoesoedibjo Gugat Hasil Pileg di Provinsi Sumut, Minta Dilakukan PSU


Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Adit Priyanto mengatakan, awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait viral video sekelompok remaja yang melakukan tawuran perang sarung.

&quot;Atas informasi itu, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan 13 orang remaja,&quot; ujar Adit, Sabtu (23/3/2024).

BACA JUGA:
Gugat Hasil Pilpres 2024, Timnas AMIN: Jangan Sampai MK Jadi Mahkamah Kalkulator


Adit menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif para remaja ini melakukan tawuran perang sarung berawal dari saling ejek di sosial media.

&quot;Jadi mereka ini ada dua kelompok yaitu geng portal21lpg (warga Sukaraja) dan kalbab04selatan (warga cendana 7). Kedua kelompok itu sudah saling janjian untuk bertemu melakukan tawuran perang sarung lewat sosial media,&quot; ungkap Adit.

&quot;Awalnya mereka ini saling menantang lewat media sosial Instagram, akhirnya ketemu di lokasi yang dijanjikan untuk melakukan tawuran perang sarung,&quot; tambahnya.

Usai diamankan, kata Adit, ke-13 remaja itu dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.



&quot;Tidak ada sajam, hanya BB sarung. Lalu, para orangtuanya kami panggil untuk membuat surat pernyataan dan tidak akan mengulangi kembali. Jadi ke-13 remaja ini kami kembalikan kepada orangtuanya,&quot; jelasnya.



Lebih lanjut Adit mengimbau kepada para orangtua agar lebih peduli dan mengawasi anak-anaknya terkhususnya saat malam hari.



&quot;Kepada para orangtua lebih perhatikan lagi anak-anak kita, apalagi jika keluar di malam hari untuk hal-hal yang tidak jelas. Jangan sampai masa depan anak kita hancur karena tindakan yang merugikan diri sendiri,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>BANDARLAMPUNG - Sebanyak 13 remaja diamankan polisi lantaran terlibat perang sarung dan mercon di Jalan Yos Sudarso atau tepatnya depan Puskesmas Sukaraja, Bumi Waras, Bandarlampung, Jumat 22 Maret 2024 sekitar pukul 01.30 WIB.

Adapun ke-13 remaja itu yakni MAD (16), RF (16), AGR (14), DR (15), AA (16), J (15), DL (16), A (15), MSP (16), AJC (15), JN (16), VN (16) dan ZI (16).

BACA JUGA:
Hary Tanoesoedibjo Gugat Hasil Pileg di Provinsi Sumut, Minta Dilakukan PSU


Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Adit Priyanto mengatakan, awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait viral video sekelompok remaja yang melakukan tawuran perang sarung.

&quot;Atas informasi itu, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan 13 orang remaja,&quot; ujar Adit, Sabtu (23/3/2024).

BACA JUGA:
Gugat Hasil Pilpres 2024, Timnas AMIN: Jangan Sampai MK Jadi Mahkamah Kalkulator


Adit menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif para remaja ini melakukan tawuran perang sarung berawal dari saling ejek di sosial media.

&quot;Jadi mereka ini ada dua kelompok yaitu geng portal21lpg (warga Sukaraja) dan kalbab04selatan (warga cendana 7). Kedua kelompok itu sudah saling janjian untuk bertemu melakukan tawuran perang sarung lewat sosial media,&quot; ungkap Adit.

&quot;Awalnya mereka ini saling menantang lewat media sosial Instagram, akhirnya ketemu di lokasi yang dijanjikan untuk melakukan tawuran perang sarung,&quot; tambahnya.

Usai diamankan, kata Adit, ke-13 remaja itu dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.



&quot;Tidak ada sajam, hanya BB sarung. Lalu, para orangtuanya kami panggil untuk membuat surat pernyataan dan tidak akan mengulangi kembali. Jadi ke-13 remaja ini kami kembalikan kepada orangtuanya,&quot; jelasnya.



Lebih lanjut Adit mengimbau kepada para orangtua agar lebih peduli dan mengawasi anak-anaknya terkhususnya saat malam hari.



&quot;Kepada para orangtua lebih perhatikan lagi anak-anak kita, apalagi jika keluar di malam hari untuk hal-hal yang tidak jelas. Jangan sampai masa depan anak kita hancur karena tindakan yang merugikan diri sendiri,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
