<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uniknya Gruduk Sahur, Tradisi Bangunkan Warga saat Ramadhan di Bekasi</title><description>Warga menggunakan alat musik dan nyanyian untuk membangunkan warga makan sahur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi"/><item><title>Uniknya Gruduk Sahur, Tradisi Bangunkan Warga saat Ramadhan di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2024 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Suhardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi-xHDFeVTaX2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi gruduk sahur di Ciledug, Setu, Bekasi (Foto: MPI/Ade Suhardi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/24/338/2987562/uniknya-gruduk-sahur-tradisi-bangunkan-warga-saat-ramadhan-di-bekasi-xHDFeVTaX2.jpg</image><title>Tradisi gruduk sahur di Ciledug, Setu, Bekasi (Foto: MPI/Ade Suhardi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC82Ni8xNzgyOTkvNS94OHVkc3Fj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Banyak cara yang dilakukan oleh warga untuk membangunkan orang agar segera makan sahur. Salah satunya dengan memainkan alat musik hingga menabuh barang bekas menjadi alunan musik.

Seperti yang dilakukan warga di Perumahan Griya Bekasi Permai 2 RW 14, Desa Ciledug, Setu Kabupaten Bekasi, Minggu 24 Maret 2024 dini hari. Waktu masih menunjukkan pukul 02.30 WIB, namun irama musik terdengar jelas. Lebih dari 10 remaja berkeliling desa dengan membawa alat musik Pianika dan barang-barang bekas.

Tradisi yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadan oleh warga Perumahan ini dinamai gruduk sahur. Tradisi ini dimaksudkan untuk membangunkan warga, agar segera melakukan makan sahur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

31 Pelajar Gelar Sahur On the Road di Pancoran, Polisi Lakukan Pembinaan

&quot;Ini tradisi gruduk sahur pakai alat musik campur agar warga bangun, jangan sampai ke siangan,&quot; kata Hasnul Ramadhan Wakil RW 14 Perumahan Griya Bekasi.

Ia menjelaskan, tidak ada ketentuan alat musik apa yang digunakan dalam tradisi gruduk. Namun, di desanya, para remaja menggunakan Pianika, darbuka, hingga beduk dan berbagai alat dapur agar lebih semarak.

&quot;Di sini kita memakai pianika, darbuka dan bedug, ada barang-barang ada juga botol, kaleng bekas. Jadi lebih ramai dan meriah,&quot; lanjutnya.

Lantunan lagu yang dimainkan pun tidak baku. Biasanya, tradisi gruduk sahur ini melantunkan berbagai selawat hingga lagu yang saat ini sedang tren.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ironi Perang Sarung, Dulu Permainan Candaan Kini Jadi Ajang Tawuran Renggut Korban

&quot;Biasanya sih selawat. Tetapi tidak hanya itu, juga ada lagu-lagu lain. Kaya lagu-lagu yang saat ini sedang tren. Kalau latihannya sambil jalan saja,&quot; terangnya.
Dia berharap tradisi gruduk sahur ini membantu warga untuk bangun sahur. Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk mengarah para remaja ke arah yang positif sehingga mencegah maraknya perang sarung.

&quot;Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bangun kan warga sahur, dan bisa mengarah ke yang positif mencegah dari pada maraknya perang sarung,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC82Ni8xNzgyOTkvNS94OHVkc3Fj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BEKASI - Banyak cara yang dilakukan oleh warga untuk membangunkan orang agar segera makan sahur. Salah satunya dengan memainkan alat musik hingga menabuh barang bekas menjadi alunan musik.

Seperti yang dilakukan warga di Perumahan Griya Bekasi Permai 2 RW 14, Desa Ciledug, Setu Kabupaten Bekasi, Minggu 24 Maret 2024 dini hari. Waktu masih menunjukkan pukul 02.30 WIB, namun irama musik terdengar jelas. Lebih dari 10 remaja berkeliling desa dengan membawa alat musik Pianika dan barang-barang bekas.

Tradisi yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadan oleh warga Perumahan ini dinamai gruduk sahur. Tradisi ini dimaksudkan untuk membangunkan warga, agar segera melakukan makan sahur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

31 Pelajar Gelar Sahur On the Road di Pancoran, Polisi Lakukan Pembinaan

&quot;Ini tradisi gruduk sahur pakai alat musik campur agar warga bangun, jangan sampai ke siangan,&quot; kata Hasnul Ramadhan Wakil RW 14 Perumahan Griya Bekasi.

Ia menjelaskan, tidak ada ketentuan alat musik apa yang digunakan dalam tradisi gruduk. Namun, di desanya, para remaja menggunakan Pianika, darbuka, hingga beduk dan berbagai alat dapur agar lebih semarak.

&quot;Di sini kita memakai pianika, darbuka dan bedug, ada barang-barang ada juga botol, kaleng bekas. Jadi lebih ramai dan meriah,&quot; lanjutnya.

Lantunan lagu yang dimainkan pun tidak baku. Biasanya, tradisi gruduk sahur ini melantunkan berbagai selawat hingga lagu yang saat ini sedang tren.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ironi Perang Sarung, Dulu Permainan Candaan Kini Jadi Ajang Tawuran Renggut Korban

&quot;Biasanya sih selawat. Tetapi tidak hanya itu, juga ada lagu-lagu lain. Kaya lagu-lagu yang saat ini sedang tren. Kalau latihannya sambil jalan saja,&quot; terangnya.
Dia berharap tradisi gruduk sahur ini membantu warga untuk bangun sahur. Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk mengarah para remaja ke arah yang positif sehingga mencegah maraknya perang sarung.

&quot;Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bangun kan warga sahur, dan bisa mengarah ke yang positif mencegah dari pada maraknya perang sarung,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
