<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Meninggalnya Santri di Ponpes, Hasil Autopsi: Patah Batang Otak Tengkorak</title><description>Dokter forensik yang dihadirkan dalam mengungkap misteri kematian seorang santri Pondok Pesantren (ponpes) Raudhatul Mujawwidin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autopsi-patah-batang-otak-tengkorak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autopsi-patah-batang-otak-tengkorak"/><item><title>Kasus Meninggalnya Santri di Ponpes, Hasil Autopsi: Patah Batang Otak Tengkorak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autopsi-patah-batang-otak-tengkorak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autopsi-patah-batang-otak-tengkorak</guid><pubDate>Minggu 24 Maret 2024 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autosi-patah-batang-otak-tengkorak-gaSFfkCNDe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menggelar konpers terkait kasus pembunuhan santri (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/24/340/2987486/kasus-meninggalnya-santri-di-ponpes-hasil-autosi-patah-batang-otak-tengkorak-gaSFfkCNDe.jpg</image><title>Polisi menggelar konpers terkait kasus pembunuhan santri (Foto : MPI)</title></images><description>JAMBI - Dokter forensik yang dihadirkan dalam mengungkap misteri kematian seorang santri Pondok Pesantren (ponpes) Raudhatul Mujawwidin, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi buka suara.
Menurut dr Erni Situmorang yang melakukan pemeriksaan, penyebab kematian santri atas nama Ainul Harahap (13) adalah patah batang otak tengkorak dan menyebabkan pendarahan serta tidak ditemukan adanya trauma.

BACA JUGA:
Oknum Polisi Serang Debt Collector Anggota Sabhara Polres Lubuklinggau

Tidak hanya itu, pihaknya juga menemukan luka-luka lainnya di sekujur tubuh korban.
&quot;Di antaranya tulang tengkorak retak dan tulang rahang bawah bagian kanan dan bawah semuanya goyang hingga patah tulang tengkorak belakang,&quot; imbuhnya Minggu (24/3/2024).
Dengan adanya hasil resmi yang otentik tersebut, membantah bahwa korban meninggal dunia disebabkan tersengat aliran listrik.
Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudistira menambahkan, dari hasil proses penyelidikan yang dilakukan dan hasil keterangan terhadap dua anak yang berhadapan dengan hukum dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahwa A dan R memukul korban dengan menggunakan tangan dan benda tumpul hingga korban tewas.

BACA JUGA:
Kasus Santri Tewas Gara-Gara Utang Rp10 Ribu, Dua Anak Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tidak hanya itu, belum puas memukuli korban dengan tangan kosong, tersangka A melampiaskan amarahnya dengan menggunakan kayu.
&quot;Tersangka A memukul korban dengan kayu dibagian paha, rusuk dan bahu  korban. Bahkan menginjak kepala dan kaki korban berulang kali,&quot; tukasnya.Untuk menghilangkan jejak, kemudian R mengangkat dan meletakkan korban di depan pintu masuk lantai atas.
Selanjutnya, tersangka meletakkan kabel listrik di atas tubuh korban agar seolah-olah korban tersengat aliran listrik.
&quot;Kronologis ini didapat setelah petugas Polres Tebo dibantu Ditreskrimum Polda Jambi melakukan proses penyelidikan sekitar 4 bulan,&quot; kata Andri.
Sebelumnya, kematian korban menghebohkan pondok pesantren dan warga Tebo. Dari informasi awal, korban meninggal dunia dikarenakan tersengat aliran listrik.</description><content:encoded>JAMBI - Dokter forensik yang dihadirkan dalam mengungkap misteri kematian seorang santri Pondok Pesantren (ponpes) Raudhatul Mujawwidin, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi buka suara.
Menurut dr Erni Situmorang yang melakukan pemeriksaan, penyebab kematian santri atas nama Ainul Harahap (13) adalah patah batang otak tengkorak dan menyebabkan pendarahan serta tidak ditemukan adanya trauma.

BACA JUGA:
Oknum Polisi Serang Debt Collector Anggota Sabhara Polres Lubuklinggau

Tidak hanya itu, pihaknya juga menemukan luka-luka lainnya di sekujur tubuh korban.
&quot;Di antaranya tulang tengkorak retak dan tulang rahang bawah bagian kanan dan bawah semuanya goyang hingga patah tulang tengkorak belakang,&quot; imbuhnya Minggu (24/3/2024).
Dengan adanya hasil resmi yang otentik tersebut, membantah bahwa korban meninggal dunia disebabkan tersengat aliran listrik.
Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudistira menambahkan, dari hasil proses penyelidikan yang dilakukan dan hasil keterangan terhadap dua anak yang berhadapan dengan hukum dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahwa A dan R memukul korban dengan menggunakan tangan dan benda tumpul hingga korban tewas.

BACA JUGA:
Kasus Santri Tewas Gara-Gara Utang Rp10 Ribu, Dua Anak Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tidak hanya itu, belum puas memukuli korban dengan tangan kosong, tersangka A melampiaskan amarahnya dengan menggunakan kayu.
&quot;Tersangka A memukul korban dengan kayu dibagian paha, rusuk dan bahu  korban. Bahkan menginjak kepala dan kaki korban berulang kali,&quot; tukasnya.Untuk menghilangkan jejak, kemudian R mengangkat dan meletakkan korban di depan pintu masuk lantai atas.
Selanjutnya, tersangka meletakkan kabel listrik di atas tubuh korban agar seolah-olah korban tersengat aliran listrik.
&quot;Kronologis ini didapat setelah petugas Polres Tebo dibantu Ditreskrimum Polda Jambi melakukan proses penyelidikan sekitar 4 bulan,&quot; kata Andri.
Sebelumnya, kematian korban menghebohkan pondok pesantren dan warga Tebo. Dari informasi awal, korban meninggal dunia dikarenakan tersengat aliran listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
