<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerhana Bulan Penumbra Terjadi Hari Ini, Hanya 3 Wilayah yang Dapat Mengamati</title><description>Teguh Rahayu mengatakan, Kejadian Gerhana Bulan Penumbra 25 Maret 2024 yang terjadi pada Indonesia bagian barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati"/><item><title>Gerhana Bulan Penumbra Terjadi Hari Ini, Hanya 3 Wilayah yang Dapat Mengamati</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati</guid><pubDate>Senin 25 Maret 2024 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati-0iweKwtCvn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peta Gerhana Bulan Penumbra (Foto: Dharmawan Hadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/25/337/2987969/gerhana-bulan-penumbra-terjadi-hari-ini-hanya-3-wilayah-yang-dapat-mengamati-0iweKwtCvn.jpg</image><title>Peta Gerhana Bulan Penumbra (Foto: Dharmawan Hadi)</title></images><description>SUKABUMI - Warga yang tinggal di Sukabumi dan sekitarnya tidak dapat  mengamati terjadinya Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi pada Senin (25/3/2024). Tidak hanya wilayah Sukabumi, sebagian besar wilayah Indonesia juga mengalami hal yang sama, namun ada beberapa wilayah yang dapat mengamatinya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, Kejadian Gerhana Bulan Penumbra 25 Maret 2024 yang terjadi pada Indonesia bagian barat, fase gerhana mulai (P1) terjadi pada pukul 11.50 WIB lalu puncaknya pada pukul 14.12 WIB dan berakhir pada pukul 16.34 WIB.

&amp;ldquo;Pengamat yang berada di sebelah timur garis miring, yaitu Papua, Papua Barat, dan sebagian Maluku akan dapat mengamati proses gerhana bulan dari sejak Bulan terbit (P1) lalu puncak gerhana hingga gerhana berakhir (P4),&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:
Usai Masuk DPO, Polisi yang Serang Debt Collector Serahkan Diri ke Polda Sumsel


Lebih lanjut Teguh Rahayu mengatakan, masyarakat di wilayah Maluku Utara, sebagian Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Bali, tidak dapat mengamati terjadinya proses awal hingga akhir Gerhana Bulan Penumbra.

&amp;ldquo;Juga termasuk wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh,&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu.

BACA JUGA:
BMKG Ungkap Fakta-Fakta Gempa di Bawean, Bersifat Merusak dan Dipicu Reaktivasi Sesar Tua


Selama tahun 2024, lanjut Teguh Rahayu, akan terjadi 2 kali gerhana bulan dan 2 kali terjadi gerhana matahari di seluruh dunia. Sebanyak 3 kejadian gerhana tidak dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya 1 kejadian yang dapat diamati, yakni Gerhana Bulan Penumbra sekarang ini.

&amp;ldquo;Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 25 Maret 2024 dapat diamati dari Indonesia. Lalu, 3 kejadian gerhana yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Matahari Total (GMT) 8 April 2024, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 18 September 2024, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2 Oktober 2024,&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu.
</description><content:encoded>SUKABUMI - Warga yang tinggal di Sukabumi dan sekitarnya tidak dapat  mengamati terjadinya Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi pada Senin (25/3/2024). Tidak hanya wilayah Sukabumi, sebagian besar wilayah Indonesia juga mengalami hal yang sama, namun ada beberapa wilayah yang dapat mengamatinya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, Kejadian Gerhana Bulan Penumbra 25 Maret 2024 yang terjadi pada Indonesia bagian barat, fase gerhana mulai (P1) terjadi pada pukul 11.50 WIB lalu puncaknya pada pukul 14.12 WIB dan berakhir pada pukul 16.34 WIB.

&amp;ldquo;Pengamat yang berada di sebelah timur garis miring, yaitu Papua, Papua Barat, dan sebagian Maluku akan dapat mengamati proses gerhana bulan dari sejak Bulan terbit (P1) lalu puncak gerhana hingga gerhana berakhir (P4),&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:
Usai Masuk DPO, Polisi yang Serang Debt Collector Serahkan Diri ke Polda Sumsel


Lebih lanjut Teguh Rahayu mengatakan, masyarakat di wilayah Maluku Utara, sebagian Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Bali, tidak dapat mengamati terjadinya proses awal hingga akhir Gerhana Bulan Penumbra.

&amp;ldquo;Juga termasuk wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh,&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu.

BACA JUGA:
BMKG Ungkap Fakta-Fakta Gempa di Bawean, Bersifat Merusak dan Dipicu Reaktivasi Sesar Tua


Selama tahun 2024, lanjut Teguh Rahayu, akan terjadi 2 kali gerhana bulan dan 2 kali terjadi gerhana matahari di seluruh dunia. Sebanyak 3 kejadian gerhana tidak dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya 1 kejadian yang dapat diamati, yakni Gerhana Bulan Penumbra sekarang ini.

&amp;ldquo;Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 25 Maret 2024 dapat diamati dari Indonesia. Lalu, 3 kejadian gerhana yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Matahari Total (GMT) 8 April 2024, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 18 September 2024, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2 Oktober 2024,&amp;rdquo; ujar Teguh Rahayu.
</content:encoded></item></channel></rss>
