<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Sebut ISIS Di Balik Serangan Gedung Konser Rusia, Tuduh Ukraina dan AS Terlibat </title><description>Sebelas orang ditahan pada Sabtu (23/3/2024) sehubungan dengan serangan malam sebelumnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tuduh-ukraina-dan-as-terlibat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tuduh-ukraina-dan-as-terlibat"/><item><title>Putin Sebut ISIS Di Balik Serangan Gedung Konser Rusia, Tuduh Ukraina dan AS Terlibat </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tuduh-ukraina-dan-as-terlibat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tuduh-ukraina-dan-as-terlibat</guid><pubDate>Selasa 26 Maret 2024 05:28 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tetap-kaitkan-dengan-ukraina-Z0vh66sT3o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putin sebut ISIS di balik serangan gedung konser Rusia, tetap kaitkan dengan Ukraina (Foto: Kremlin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/26/18/2988225/putin-sebut-isis-di-balik-serangan-gedung-konser-rusia-tetap-kaitkan-dengan-ukraina-Z0vh66sT3o.jpg</image><title>Putin sebut ISIS di balik serangan gedung konser Rusia, tetap kaitkan dengan Ukraina (Foto: Kremlin)</title></images><description>RUSIA &amp;ndash; Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (25/3/2024)  malam mengatakan untuk pertama kalinya bahwa &amp;ldquo;kelompok Islam radikal&amp;rdquo; atau ISIS berada di balik serangan yang terjadi pada Jumat (22/3/2024) di sebuah gedung konser di luar Moskow. Namun Putin juga menegaskan bahwa Ukraina mungkin terlibat dan menyatakan bahwa Washington diduga berusaha untuk menutupinya.
Sebelas orang ditahan pada Sabtu (23/3/2024) sehubungan dengan serangan malam sebelumnya, yang melibatkan orang-orang bersenjata yang menyamar menyerbu tempat musik populer Balai Kota Crocus, menembaki penonton konser dan membakar gedung, menewaskan sedikitnya 139 orang dan melukai 182 lainnya.

BACA JUGA:
Prancis Tingkatkan Kewaspadaan Usai Serangan Teroris di Gedung Konser Rusia  yang Diklaim oleh Kelompok ISIS

&amp;ldquo;Kita tahu bahwa kejahatan ini dilakukan oleh kelompok Islam radikal, yang ideologinya telah diperjuangkan oleh dunia Islam selama berabad-abad,&amp;rdquo; kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pejabat tinggi pemerintah, dikutip Reuters.

BACA JUGA:
Zelensky Marah, Tak Terima Dituduh Lakukan Serangan Teroris yang Tewaskan 137 Orang di Rusia

&amp;ldquo;Kami juga melihat Amerika Serikat dengan berbagai cara berusaha meyakinkan satelitnya, serta negara-negara lain, bahwa menurut informasi intelijen mereka, diduga tidak ada jejak [keterlibatan] Kyiv dalam serangan teroris Moskow,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kekejaman ini mungkin hanya satu dari serangkaian upaya yang dilakukan oleh mereka yang berperang dengan negara kita sejak 2014,&amp;rdquo; kata Putin, merujuk pada Ukraina sebagai &amp;ldquo;rezim neo-Nazi.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Tentu saja perlu dijawab pertanyaannya, mengapa setelah melakukan kejahatan para teroris kemudian mencoba pergi ke Ukraina? Siapa yang menunggu mereka di sana?,&amp;rdquo; ujarnya.
Putin telah mengklaim sebelumnya bahwa orang-orang bersenjata di balik serangan itu sedang mengemudikan mobil mereka menuju perbatasan Ukraina sebelum ditahan keesokan paginya.Afiliasi ISIS-K telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang paling mematikan di Rusia sejak pengepungan sekolah di Beslan tahun 2003, dan saluran media sosial yang terkait dengan kelompok militan tersebut telah menerbitkan video grafis yang menunjukkan orang-orang bersenjata yang melakukan pembunuhan massal di Balai Kota Crocus.
Sebelumnya pada Senin (25/3/2024), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak mengomentari hubungan nyata antara ISIS dan serangan konser tersebut.</description><content:encoded>RUSIA &amp;ndash; Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (25/3/2024)  malam mengatakan untuk pertama kalinya bahwa &amp;ldquo;kelompok Islam radikal&amp;rdquo; atau ISIS berada di balik serangan yang terjadi pada Jumat (22/3/2024) di sebuah gedung konser di luar Moskow. Namun Putin juga menegaskan bahwa Ukraina mungkin terlibat dan menyatakan bahwa Washington diduga berusaha untuk menutupinya.
Sebelas orang ditahan pada Sabtu (23/3/2024) sehubungan dengan serangan malam sebelumnya, yang melibatkan orang-orang bersenjata yang menyamar menyerbu tempat musik populer Balai Kota Crocus, menembaki penonton konser dan membakar gedung, menewaskan sedikitnya 139 orang dan melukai 182 lainnya.

BACA JUGA:
Prancis Tingkatkan Kewaspadaan Usai Serangan Teroris di Gedung Konser Rusia  yang Diklaim oleh Kelompok ISIS

&amp;ldquo;Kita tahu bahwa kejahatan ini dilakukan oleh kelompok Islam radikal, yang ideologinya telah diperjuangkan oleh dunia Islam selama berabad-abad,&amp;rdquo; kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pejabat tinggi pemerintah, dikutip Reuters.

BACA JUGA:
Zelensky Marah, Tak Terima Dituduh Lakukan Serangan Teroris yang Tewaskan 137 Orang di Rusia

&amp;ldquo;Kami juga melihat Amerika Serikat dengan berbagai cara berusaha meyakinkan satelitnya, serta negara-negara lain, bahwa menurut informasi intelijen mereka, diduga tidak ada jejak [keterlibatan] Kyiv dalam serangan teroris Moskow,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kekejaman ini mungkin hanya satu dari serangkaian upaya yang dilakukan oleh mereka yang berperang dengan negara kita sejak 2014,&amp;rdquo; kata Putin, merujuk pada Ukraina sebagai &amp;ldquo;rezim neo-Nazi.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Tentu saja perlu dijawab pertanyaannya, mengapa setelah melakukan kejahatan para teroris kemudian mencoba pergi ke Ukraina? Siapa yang menunggu mereka di sana?,&amp;rdquo; ujarnya.
Putin telah mengklaim sebelumnya bahwa orang-orang bersenjata di balik serangan itu sedang mengemudikan mobil mereka menuju perbatasan Ukraina sebelum ditahan keesokan paginya.Afiliasi ISIS-K telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang paling mematikan di Rusia sejak pengepungan sekolah di Beslan tahun 2003, dan saluran media sosial yang terkait dengan kelompok militan tersebut telah menerbitkan video grafis yang menunjukkan orang-orang bersenjata yang melakukan pembunuhan massal di Balai Kota Crocus.
Sebelumnya pada Senin (25/3/2024), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak mengomentari hubungan nyata antara ISIS dan serangan konser tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
