<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Gus Yahya Pernah Jadi Presiden RI</title><description>Tak boleh ada yang membawa nama PBNU dalam kontestasi Pilpres 2024, berawal dari humor Gus Dur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/28/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/28/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri"/><item><title>Humor Gus Dur: Gus Yahya Pernah Jadi Presiden RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/28/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/28/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri</guid><pubDate>Kamis 28 Maret 2024 02:06 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/27/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri-YdhNZCBIHL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Yahya (Foto : PBNU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/27/337/2989037/humor-gus-dur-gus-yahya-pernah-jadi-presiden-ri-YdhNZCBIHL.jpg</image><title>Gus Yahya (Foto : PBNU)</title></images><description>PRESIDEN keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mampu membuat semua orang terbahak-bahak. Salah satunya dirasakan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya pun menceritakan salah satu alasan mengapa saat prodesasi kepengurusannya, tak boleh ada yang membawa nama PBNU dalam kontestasi Pilpres 2024, berawal dari humor Gus Dur.


BACA JUGA:
Todung: Pilpres 2024 Hanya Menjadi Teatrikal Belaka Akibat Dugaan Nepotisme Jokowi


&amp;ldquo;Kenapa, Gus?&amp;rdquo; tanya seorang wartawan bertanya.

&amp;ldquo;Karena saya sudah pernah jadi presiden,&amp;rdquo; seloroh Gus Yahya.

Dikutip dari NU Online, awal mulanya adalah ketika beberapa waktu lalu, sidang terakhir KTT OKI di Doha, Qatar, berlangsung hingga agak larut. Sekira jam 11 malam waktu setempat baru selesai. Keluar ruang sidang,


BACA JUGA:
LAN DKI Jakarta : Harus Bersinergi dalam Menindak Peredaran Narkoba


Presiden Gus Dur kelihatan sangat lelah. Padahal, sepuluh menit lagi upacara penutupan.

&amp;ldquo;Aku enggak kuat lagi ini,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

&amp;ldquo;Aku mau langsung tidur saja. Biar Yahya yang nggantiin ikut penutupan!&amp;rdquo; sambung Gus Dur.Semua orang melongo pada saat itu, tapi tak ada yang berani membantah.

Di ruang sidang Gus Yahya bingung lantara hanya dua kursi tersedia, satu untuk Presiden, satunya lagi untuk Menteri Luar Negeri.

&amp;ldquo;Saya duduk di mana, Pak Alwi?&amp;rdquo; tanya Gus Yahya kepada Menlu Alwi Shihab ketika itu.

&amp;ldquo;Ya di situ!&amp;rdquo; Pak Alwi Shihab menunjuk kursi Presiden.


BACA JUGA:
Penyebab Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Gerbang Tol Halim, Diduga Pengemudi Truk Ugal-ugalan


&amp;ldquo;Itukan ada tag-nya Presiden RI, kita tukeran aja deh,&amp;rdquo; kata Gus Yahya.

&amp;ldquo;Enggak bisa! Saya Menteri Luar Negeri. Harus duduk di kursi saya sendiri!&amp;rdquo; sergah Alwi Shihab.

Akhirnya, Gus Yahya terpaksa duduk di kursi Presiden RI yang sedari tadi sudah banyak disorot kamera televisi.

Begitulah kisah Gus Yahya pernah menjadi presiden sesaat menggantikan Gus Dur.</description><content:encoded>PRESIDEN keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mampu membuat semua orang terbahak-bahak. Salah satunya dirasakan langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya pun menceritakan salah satu alasan mengapa saat prodesasi kepengurusannya, tak boleh ada yang membawa nama PBNU dalam kontestasi Pilpres 2024, berawal dari humor Gus Dur.


BACA JUGA:
Todung: Pilpres 2024 Hanya Menjadi Teatrikal Belaka Akibat Dugaan Nepotisme Jokowi


&amp;ldquo;Kenapa, Gus?&amp;rdquo; tanya seorang wartawan bertanya.

&amp;ldquo;Karena saya sudah pernah jadi presiden,&amp;rdquo; seloroh Gus Yahya.

Dikutip dari NU Online, awal mulanya adalah ketika beberapa waktu lalu, sidang terakhir KTT OKI di Doha, Qatar, berlangsung hingga agak larut. Sekira jam 11 malam waktu setempat baru selesai. Keluar ruang sidang,


BACA JUGA:
LAN DKI Jakarta : Harus Bersinergi dalam Menindak Peredaran Narkoba


Presiden Gus Dur kelihatan sangat lelah. Padahal, sepuluh menit lagi upacara penutupan.

&amp;ldquo;Aku enggak kuat lagi ini,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

&amp;ldquo;Aku mau langsung tidur saja. Biar Yahya yang nggantiin ikut penutupan!&amp;rdquo; sambung Gus Dur.Semua orang melongo pada saat itu, tapi tak ada yang berani membantah.

Di ruang sidang Gus Yahya bingung lantara hanya dua kursi tersedia, satu untuk Presiden, satunya lagi untuk Menteri Luar Negeri.

&amp;ldquo;Saya duduk di mana, Pak Alwi?&amp;rdquo; tanya Gus Yahya kepada Menlu Alwi Shihab ketika itu.

&amp;ldquo;Ya di situ!&amp;rdquo; Pak Alwi Shihab menunjuk kursi Presiden.


BACA JUGA:
Penyebab Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Gerbang Tol Halim, Diduga Pengemudi Truk Ugal-ugalan


&amp;ldquo;Itukan ada tag-nya Presiden RI, kita tukeran aja deh,&amp;rdquo; kata Gus Yahya.

&amp;ldquo;Enggak bisa! Saya Menteri Luar Negeri. Harus duduk di kursi saya sendiri!&amp;rdquo; sergah Alwi Shihab.

Akhirnya, Gus Yahya terpaksa duduk di kursi Presiden RI yang sedari tadi sudah banyak disorot kamera televisi.

Begitulah kisah Gus Yahya pernah menjadi presiden sesaat menggantikan Gus Dur.</content:encoded></item></channel></rss>
