<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mulai Juli 2024, Calon Pengantin Wajib Ikut Bimbingan Perkawinan</title><description>Langkah ini merupakan ikhtiar untuk mencapai target peningkatan ketahanan keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan"/><item><title>Mulai Juli 2024, Calon Pengantin Wajib Ikut Bimbingan Perkawinan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan</guid><pubDate>Sabtu 30 Maret 2024 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan-QeAMU94bXF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasu (Foto: muslim girl)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/30/337/2990256/mulai-juli-2024-calon-pengantin-wajib-ikut-bimbingan-perkawinan-QeAMU94bXF.jpg</image><title>Ilustrasu (Foto: muslim girl)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan 3.700 fasilitator profesional di bidang Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Langkah ini dilakukan seiring adanya kewajiban bagi calon pengantin untuk mengikuti Bimwin mulai akhir Juli 2024, sesuai Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin menjelaskan, langkah ini merupakan ikhtiar untuk mencapai target peningkatan ketahanan keluarga.

&amp;ldquo;Ditjen Bimas Islam menargetkan ketahanan keluarga meningkat setiap tahunnya. Dengan meningkatnya ketahanan keluarga, maka persoalan stunting, perceraian, KDRT, hingga perkawinan anak akan menurun,&amp;rdquo; ujar Zainal dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimwin, di Jakarta, dikutip Sabtu (30/3/2024).

BACA JUGA:
Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Perang Sarung di Bogor


Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto menjelaskan, layanan Bimwin yang tersedia di KUA akan dijadwalkan bagi calon pengantin dan tidak dipungut biaya.

&amp;ldquo;Pasangan calon pengantin bisa mengikuti layanan Bimwin yang digelar di KUA sesuai dengan jadwal yang tersedia secara gratis,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
PDIP: Kami Jujur Saja, Khilaf Ikut Mencalonkan Gibran di Pilwalkot Solo


Dia mengungkapkan, pihaknya menargetkan 3.700 fasilitator Bimwin di tahun 2024. &amp;ldquo;Target ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk meningkatkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Suryo.

Suryo menjelaskan, Kemenag akan bekerja sama dengan Pusat Diklat (Pusdiklat) untuk mencetak fasilitator Bimwin. Pusdiklat memiliki perangkat yang memungkinkan mencetak fasilitator dalam jumlah banyak.



&amp;ldquo;Fasilitator akan mendapatkan pengetahuan pendahuluan tentang hakikat perkawinan, pengelolaan dinamika keluarga, dan cara mengatasi konflik keluarga,&amp;rdquo; jelas Suryo.

BACA JUGA:
Heboh Penemuan Mayat Pria Kaki dan Tangan Terikat di Sungai Pasipatan OKUT&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Materi tersebut akan diberikan secara daring terlebih dahulu. Ketika masuk kelas luring, para fasilitator diharapkan telah mengetahui dasar-dasarnya. Sehingga dapat meningkatkan kualitas fasilitator Bimwin.



&amp;ldquo;Dengan meningkatkan kualitas fasilitator, diharapkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia juga akan meningkat,&amp;rdquo; pungkas Suryo.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan 3.700 fasilitator profesional di bidang Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Langkah ini dilakukan seiring adanya kewajiban bagi calon pengantin untuk mengikuti Bimwin mulai akhir Juli 2024, sesuai Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin menjelaskan, langkah ini merupakan ikhtiar untuk mencapai target peningkatan ketahanan keluarga.

&amp;ldquo;Ditjen Bimas Islam menargetkan ketahanan keluarga meningkat setiap tahunnya. Dengan meningkatnya ketahanan keluarga, maka persoalan stunting, perceraian, KDRT, hingga perkawinan anak akan menurun,&amp;rdquo; ujar Zainal dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimwin, di Jakarta, dikutip Sabtu (30/3/2024).

BACA JUGA:
Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Perang Sarung di Bogor


Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto menjelaskan, layanan Bimwin yang tersedia di KUA akan dijadwalkan bagi calon pengantin dan tidak dipungut biaya.

&amp;ldquo;Pasangan calon pengantin bisa mengikuti layanan Bimwin yang digelar di KUA sesuai dengan jadwal yang tersedia secara gratis,&amp;rdquo; tegasnya.

BACA JUGA:
PDIP: Kami Jujur Saja, Khilaf Ikut Mencalonkan Gibran di Pilwalkot Solo


Dia mengungkapkan, pihaknya menargetkan 3.700 fasilitator Bimwin di tahun 2024. &amp;ldquo;Target ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk meningkatkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Suryo.

Suryo menjelaskan, Kemenag akan bekerja sama dengan Pusat Diklat (Pusdiklat) untuk mencetak fasilitator Bimwin. Pusdiklat memiliki perangkat yang memungkinkan mencetak fasilitator dalam jumlah banyak.



&amp;ldquo;Fasilitator akan mendapatkan pengetahuan pendahuluan tentang hakikat perkawinan, pengelolaan dinamika keluarga, dan cara mengatasi konflik keluarga,&amp;rdquo; jelas Suryo.

BACA JUGA:
Heboh Penemuan Mayat Pria Kaki dan Tangan Terikat di Sungai Pasipatan OKUT&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Materi tersebut akan diberikan secara daring terlebih dahulu. Ketika masuk kelas luring, para fasilitator diharapkan telah mengetahui dasar-dasarnya. Sehingga dapat meningkatkan kualitas fasilitator Bimwin.



&amp;ldquo;Dengan meningkatkan kualitas fasilitator, diharapkan kualitas pernikahan dan ketahanan keluarga di Indonesia juga akan meningkat,&amp;rdquo; pungkas Suryo.

</content:encoded></item></channel></rss>
