<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasto Ibaratkan Gibran dengan Sopir Truk Maut Penyebab Kecelakaan Beruntun di GT Halim</title><description>Sekjen PDIP Hasto mengkritik pencalonan Gibran di Pilpres 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim"/><item><title>Hasto Ibaratkan Gibran dengan Sopir Truk Maut Penyebab Kecelakaan Beruntun di GT Halim</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim</guid><pubDate>Minggu 31 Maret 2024 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim-M43kCoc78L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hasto Kristiyanto (Foto: MPI/Felldy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/31/337/2990439/hasto-ibaratkan-gibran-dengan-sopir-truk-maut-penyebab-kecelakaan-beruntun-di-gt-halim-M43kCoc78L.jpg</image><title>Hasto Kristiyanto (Foto: MPI/Felldy)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMC8xLzE3ODk4MC81L3g4dzBzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengibaratkan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dengan sopir truk berinisial MI yang menyebabkan tabrakan beruntun tujuh kendaraan di Gerbang Tol (GT) Halim Utama, Jakarta Timur, pada Rabu 27 Maret 2024.

Hasto berkata, salah satu faktor kecelakaan itu terjadi akibat sopir tak memiliki SIM dan masih di bawah umum, tapi dipaksa menyetir truk. Ia berkata, tingkat kedewasaan sopir belum matang lantaran langsung emosi kala disenggol sebuah mobil.

&quot;Ini sebagai contoh bagaimana ketika orang hanya berorientasi pada hasil, (sementara) proses, usia itu diabaikan, maka ini juga berbahaya karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan tertentu,&quot; tutur Hasto dalam webinar Sing Waras Sing Menang bertajuk &quot;Sing Waras Menggugat di MK, Hak Angket? Keputusan MKMK?&quot; yang digelar Sabtu (30/3/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Hak Angket DPR RI Terkait Pemilu 2024, Hasto: Tekanan Hukumnya Kuat Sekali

Hasto menilai, hal itu juga berbahaya bagi orang yang ingin mengelola negara sebesar Indonesia. Apalagi, kata Hasto, masalah di Indonesia amat kompleks.

&quot;Masalah ekonomi, masalah sosial, persoalan geopolitik, persoalan kemiskinan, persoalan egoisme agama yang juga masih sering kali menjadi persoalan terkait dengan mental spiritual kita,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemilu 2024, Hasto: Kita Berhadapan dengan Abuse of Power

Atas dasar itu, Hasto mengkritik pencalonan Gibran kala maju ke gelanggang Pilpres 2024. Hasto berkata, Gibran maju sebagai cawapres sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengalaman menjadi Walikota Solo selama dua tahun.

&quot;Saya selalu mengatakan bagaimana kita mendidik anak-anak kita, bagaimana pelajaran agama bisa diterima, pendidikan budi pekerti bagaimana bisa diterima ketika ada di tingkat nasional hal-hal yang tidak bisa menjadi gambaran suatu yang ideal. Ini yang akan menciptakan kerusakan itu,&quot; terang Hasto.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMC8xLzE3ODk4MC81L3g4dzBzNm0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengibaratkan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dengan sopir truk berinisial MI yang menyebabkan tabrakan beruntun tujuh kendaraan di Gerbang Tol (GT) Halim Utama, Jakarta Timur, pada Rabu 27 Maret 2024.

Hasto berkata, salah satu faktor kecelakaan itu terjadi akibat sopir tak memiliki SIM dan masih di bawah umum, tapi dipaksa menyetir truk. Ia berkata, tingkat kedewasaan sopir belum matang lantaran langsung emosi kala disenggol sebuah mobil.

&quot;Ini sebagai contoh bagaimana ketika orang hanya berorientasi pada hasil, (sementara) proses, usia itu diabaikan, maka ini juga berbahaya karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan tertentu,&quot; tutur Hasto dalam webinar Sing Waras Sing Menang bertajuk &quot;Sing Waras Menggugat di MK, Hak Angket? Keputusan MKMK?&quot; yang digelar Sabtu (30/3/2024).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Hak Angket DPR RI Terkait Pemilu 2024, Hasto: Tekanan Hukumnya Kuat Sekali

Hasto menilai, hal itu juga berbahaya bagi orang yang ingin mengelola negara sebesar Indonesia. Apalagi, kata Hasto, masalah di Indonesia amat kompleks.

&quot;Masalah ekonomi, masalah sosial, persoalan geopolitik, persoalan kemiskinan, persoalan egoisme agama yang juga masih sering kali menjadi persoalan terkait dengan mental spiritual kita,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemilu 2024, Hasto: Kita Berhadapan dengan Abuse of Power

Atas dasar itu, Hasto mengkritik pencalonan Gibran kala maju ke gelanggang Pilpres 2024. Hasto berkata, Gibran maju sebagai cawapres sebagai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengalaman menjadi Walikota Solo selama dua tahun.

&quot;Saya selalu mengatakan bagaimana kita mendidik anak-anak kita, bagaimana pelajaran agama bisa diterima, pendidikan budi pekerti bagaimana bisa diterima ketika ada di tingkat nasional hal-hal yang tidak bisa menjadi gambaran suatu yang ideal. Ini yang akan menciptakan kerusakan itu,&quot; terang Hasto.</content:encoded></item></channel></rss>
