<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Paskah, Uskup Agung Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan dan Singgung Korupsi Rp270 Triliun</title><description>Suharyo melihat budaya keserakahan sekarang terjadi dari hulu ke hilir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun"/><item><title>Hari Paskah, Uskup Agung Suharyo Ingatkan Bahaya Keserakahan dan Singgung Korupsi Rp270 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun</guid><pubDate>Minggu 31 Maret 2024 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun-bCFTX3poD1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo memberi keterangan pers (Foto: MPI/Carlos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/31/337/2990722/hari-paskah-uskup-agung-suharyo-ingatkan-bahaya-keserakahan-dan-singgung-korupsi-rp270-triliun-bCFTX3poD1.jpg</image><title>Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo memberi keterangan pers (Foto: MPI/Carlos)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMS8xLzE3OTAzMy81L3g4dzJjbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan keserakahan.

Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media usai memimpin ibadah Paskah pada Minggu (31/3/2024) pagi di Gedung Pastoral Gereja Katolik Katedral, Jakarta Pusat.

&quot;Ada satu hal yang saya sampaikan di ibadah, lilin paskah simbol dalam perayaan paskah, umat dapat bergerak dari kegelapan menuju terang. Itulah yang disebut pembebasan menjadi pribadi yang semakin merdeka. Paskah aktual dalam kehidupan saat ini,&quot; ujar Suharyo.

Ia mengungkapkan berbagai peristiwa yang terlihat dalam berbagai pemberitaan menunjukkan bahwa manusia belum bebas dari keserakahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapolri: Mari Jadikan Perayaan Paskah sebagai Momentum Perekat Persatuan

&quot;Saat ini yang kita baca di media dan medsos adalah peristiwa-peristiwa yang mengungkapkan kita masih dalam perbudakan. Kita diperbudak oleh keserakahan. Banyak berita mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang bukan hanya dari mereka kelompok ekonomi lemah namun juga dari mereka yang berpendidikan tinggi,&quot; ungkapnya.

Suharyo juga menyinggung terkait korupsi izin pertambangan dengan nilai fantastis yang merusak alam Indonesia dan merugikan negara.

&quot;Korupsi yang sedang ditangani dan tindakan pidana pencucian uang yang jumlahnya melebihi Rp 270 triliun, mengerikan sekali,&quot; lanjut Suharyo.

Ia melihat hulu dan hilir dari berbagai hal buruk tersebut semua adalah keserakahan. Suharyo melihat eserakahan itu dapat masuk ke dalam sistem yang akan sangat berpengaruh dan merusak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Hary Tanoesoedibjo: Selamat Paskah, Semoga Hari Ini Penuh dengan Kebahagiaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Keserakahan itu bila masuk dalam sistem ekonomi, sistem politik, sistem sosial, sistem budaya. Itulah perbudakan yang saya lihat hari-hari ini. Di setiap zaman ada perbudakan dalam berbagai bentuk,&quot; terangnya.

Untuk itu, Suharyo meminta umat Kristiani di berbagai belahan dunia untuk bersama-sama meninggalkan berbagai bentuk keserakahan tersebut di momen Paskah 2024.

&quot;Paskah harus bermakna di dalam rangka pembebasan perbudakan itu. Tidak mudah menyadari perbudakan itu. Umat Kristiani harus mampu membebaskan diri dari perbudakan itu dan mengalirkan arus pembebasan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMS8xLzE3OTAzMy81L3g4dzJjbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan keserakahan.

Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media usai memimpin ibadah Paskah pada Minggu (31/3/2024) pagi di Gedung Pastoral Gereja Katolik Katedral, Jakarta Pusat.

&quot;Ada satu hal yang saya sampaikan di ibadah, lilin paskah simbol dalam perayaan paskah, umat dapat bergerak dari kegelapan menuju terang. Itulah yang disebut pembebasan menjadi pribadi yang semakin merdeka. Paskah aktual dalam kehidupan saat ini,&quot; ujar Suharyo.

Ia mengungkapkan berbagai peristiwa yang terlihat dalam berbagai pemberitaan menunjukkan bahwa manusia belum bebas dari keserakahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kapolri: Mari Jadikan Perayaan Paskah sebagai Momentum Perekat Persatuan

&quot;Saat ini yang kita baca di media dan medsos adalah peristiwa-peristiwa yang mengungkapkan kita masih dalam perbudakan. Kita diperbudak oleh keserakahan. Banyak berita mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang bukan hanya dari mereka kelompok ekonomi lemah namun juga dari mereka yang berpendidikan tinggi,&quot; ungkapnya.

Suharyo juga menyinggung terkait korupsi izin pertambangan dengan nilai fantastis yang merusak alam Indonesia dan merugikan negara.

&quot;Korupsi yang sedang ditangani dan tindakan pidana pencucian uang yang jumlahnya melebihi Rp 270 triliun, mengerikan sekali,&quot; lanjut Suharyo.

Ia melihat hulu dan hilir dari berbagai hal buruk tersebut semua adalah keserakahan. Suharyo melihat eserakahan itu dapat masuk ke dalam sistem yang akan sangat berpengaruh dan merusak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Hary Tanoesoedibjo: Selamat Paskah, Semoga Hari Ini Penuh dengan Kebahagiaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Keserakahan itu bila masuk dalam sistem ekonomi, sistem politik, sistem sosial, sistem budaya. Itulah perbudakan yang saya lihat hari-hari ini. Di setiap zaman ada perbudakan dalam berbagai bentuk,&quot; terangnya.

Untuk itu, Suharyo meminta umat Kristiani di berbagai belahan dunia untuk bersama-sama meninggalkan berbagai bentuk keserakahan tersebut di momen Paskah 2024.

&quot;Paskah harus bermakna di dalam rangka pembebasan perbudakan itu. Tidak mudah menyadari perbudakan itu. Umat Kristiani harus mampu membebaskan diri dari perbudakan itu dan mengalirkan arus pembebasan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
