<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Ledakan Dahsyat Gudang Amunisi Yon Armed 7, Sejumlah Warga Alami Sakit Kepala</title><description>Sampai saat ini, petugas juga melarang warga untuk kembali ke rumah mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala"/><item><title>Efek Ledakan Dahsyat Gudang Amunisi Yon Armed 7, Sejumlah Warga Alami Sakit Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala</guid><pubDate>Minggu 31 Maret 2024 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyat Supriatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala-duk997T9TC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Mengungsi Akibat Gudang Amunisi Meledak/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/31/338/2990515/efek-ledakan-dahsyat-gudang-amunisi-yon-armed-7-sejumlah-warga-alami-sakit-kepala-duk997T9TC.jpg</image><title>Warga Mengungsi Akibat Gudang Amunisi Meledak/Foto: MNC Portal</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMS8xLzE3OTAyNS81L3g4dzI5dTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Petugas PMI Kabupaten Bogor, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi yang berada di Rumah Kepala Desa Ciangsana, Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, (31/3/2024).
Warga mengeluhkan sakit kepala lantaran  masih mengalami shock akibat  meledaknya Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya, Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 07/155 GS.
&amp;ldquo;Saya mengeluh pusing dan lemas usai ledakan. Saya juga berharap agar cepat pulang  ke rumah,&amp;rdquo;ujar salah satu warga, Dewi di lokasi pengungsian.

BACA JUGA:
Gudang Peluru Meledak, Ini Profil Yon Armed 7 Biring Galih Batalyon Penembak Meriam HUT RI

Pantauan di lokasi, petugas PMI Kabupaten Bogor yang didampingi BPBD dan Tagana melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi.

BACA JUGA:
Kebakaran Gudang Peluru Sudah Padam, TNI Bersihkan Material Sisa Ledakan

Pemeriksaan sendiri dilakukan mulai dari orang dewasa, hingga anak anak. Dimana dari hasil peneriksaan kesehatan kali ini, petugas  menemukan warga yang mengalami shok  pasca terjadinya kebakaran yang disertai ledakan yang terjadi didekat tempat tinggalnya.
Sampai saat ini, petugas juga melarang warga untuk kembali ke rumah mereka. Karena dinyatakan belum aman. Warga masih memilih untuk tetap mengungsi di tempat pengungsian meski mengaku sudah tidak betah dan ingin segera kembali ke rumah.
Sekadar diketahui, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan memastikan kebakaran Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya di Ciangsana, Kabupaten Bogor, sudah padam, Minggu (31/3) sejak pukul 03.45 WIB.

&quot;Tadi kita sudah melakukan langkah penanganan untuk pemadaman titik api dari gudang nomor 6 Gudmurah Kodam Jaya. Pukul 03.45 WIB tadi, dapat kita pastikan titik api sudah dipadamkan,&quot; kata Hasan kepada wartawan.



Hasan mengatakan, saat ini pemadaman kebakaran masih terus melakukan pendinginan untuk menghindari dampak lain yang tidak diinginkan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8zMS8xLzE3OTAyNS81L3g4dzI5dTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Petugas PMI Kabupaten Bogor, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi yang berada di Rumah Kepala Desa Ciangsana, Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, (31/3/2024).
Warga mengeluhkan sakit kepala lantaran  masih mengalami shock akibat  meledaknya Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya, Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 07/155 GS.
&amp;ldquo;Saya mengeluh pusing dan lemas usai ledakan. Saya juga berharap agar cepat pulang  ke rumah,&amp;rdquo;ujar salah satu warga, Dewi di lokasi pengungsian.

BACA JUGA:
Gudang Peluru Meledak, Ini Profil Yon Armed 7 Biring Galih Batalyon Penembak Meriam HUT RI

Pantauan di lokasi, petugas PMI Kabupaten Bogor yang didampingi BPBD dan Tagana melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi.

BACA JUGA:
Kebakaran Gudang Peluru Sudah Padam, TNI Bersihkan Material Sisa Ledakan

Pemeriksaan sendiri dilakukan mulai dari orang dewasa, hingga anak anak. Dimana dari hasil peneriksaan kesehatan kali ini, petugas  menemukan warga yang mengalami shok  pasca terjadinya kebakaran yang disertai ledakan yang terjadi didekat tempat tinggalnya.
Sampai saat ini, petugas juga melarang warga untuk kembali ke rumah mereka. Karena dinyatakan belum aman. Warga masih memilih untuk tetap mengungsi di tempat pengungsian meski mengaku sudah tidak betah dan ingin segera kembali ke rumah.
Sekadar diketahui, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan memastikan kebakaran Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Paldam Jaya di Ciangsana, Kabupaten Bogor, sudah padam, Minggu (31/3) sejak pukul 03.45 WIB.

&quot;Tadi kita sudah melakukan langkah penanganan untuk pemadaman titik api dari gudang nomor 6 Gudmurah Kodam Jaya. Pukul 03.45 WIB tadi, dapat kita pastikan titik api sudah dipadamkan,&quot; kata Hasan kepada wartawan.



Hasan mengatakan, saat ini pemadaman kebakaran masih terus melakukan pendinginan untuk menghindari dampak lain yang tidak diinginkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
