<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersaksi di MK, Ketua KPPS di Riau Ungkap Ada Surat Suara Siluman Tercoblos Prabowo-Gibran</title><description>Hal ini terungkap ketika dirinya dihadirkan sebagai saksi fakta oleh Tim Hukum pasangan nomor urut satu, Anies-Muhaimin</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran"/><item><title>Bersaksi di MK, Ketua KPPS di Riau Ungkap Ada Surat Suara Siluman Tercoblos Prabowo-Gibran</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran-CrMur1vsiT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPPS di Riau (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991106/bersaksi-di-mk-ketua-kpps-di-riau-ungkap-ada-surat-suara-siluman-tercoblos-prabowo-gibran-CrMur1vsiT.jpg</image><title>Ketua KPPS di Riau (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMS8xLzE3OTA2NS81L3g4dzN4eWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal Pekanbaru, Riau, Surya Darma mengaku ditemukannya surat suara 'siluman' yang sudah tercoblos pasangan calon nomor urut dua, Prabowo-Gibran di tempat pemungutan suara (TPS) dia bekerja.
Hal ini terungkap ketika dirinya dihadirkan sebagai saksi fakta oleh Tim Hukum pasangan nomor urut satu, Anies-Muhaimin di dalam sidang perselisihan hasil Pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 yang digelar di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Surya mulanya menyampaikan bahwa pada 14 Februari pagi hari, dirinya bersama petugas KPPS lainnya menghitung jumlah surat suara yang diterima, khususnya terkait Pilpres 2024. Saat itu, didapat 305 Surat Suara yang terdiri dari 299 daftar pemilih tetap (DPT) dan 2% Surat Suara cadangan.

BACA JUGA:
Soal Gelaran Pemilu Ulang, Bivitri: Jangan Terbelenggu Asumsi dan Kasihani KPU

&quot;Setelah selesai melakukan pemilihan, terdapat DPT yang menggunakan hak pilih itu 228 orang. Akhirnya selesai Pemilihan kita lakukan penghitungan surat suara. Kita sebelum melakukan penghitungan kita hitung jumlah surat suara yang tidak terpakai. Itu jumlahnya 77 lembar yang tidak terpakai dan langsung disilang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sidang Sengketa Pilpres: Pembagian Bansos Jelang Pemilu 2024 Menarik Perhatian Pemilih
Dalam proses penghitungan suara, kata dia, diketahui perolehan suara dari masing-masing pasangan calon. Pasangan Anies-Muhaimin mendapat 107 suara, pasangan Prabowo-Gibran 109 suara, dan Ganjar-Mahfud sebesar 13 suara. Sementara, terdapat satu suara tidak sah.

&quot;Setelah kita jumlahkan semua total suaranya 230 surat suara dari dalam kotak suara presiden. Padahal DPT yang menggunakan hak pilih 228 orang,&quot; tuturnya.

&quot;Setelah kita cek secara berulang, akhirnya atas persetujuan pengawas dan saksi, kita cek surat suara yang telah dihitung tadi. Pada saat kita mengecek satu per satu, terdapat surat suara yang kosong tanpa identitas TPS dan tandatangan Ketua TPS-nya,&quot; kata dia melanjutkan.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wMS8xLzE3OTA2NS81L3g4dzN4eWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal Pekanbaru, Riau, Surya Darma mengaku ditemukannya surat suara 'siluman' yang sudah tercoblos pasangan calon nomor urut dua, Prabowo-Gibran di tempat pemungutan suara (TPS) dia bekerja.
Hal ini terungkap ketika dirinya dihadirkan sebagai saksi fakta oleh Tim Hukum pasangan nomor urut satu, Anies-Muhaimin di dalam sidang perselisihan hasil Pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 yang digelar di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Surya mulanya menyampaikan bahwa pada 14 Februari pagi hari, dirinya bersama petugas KPPS lainnya menghitung jumlah surat suara yang diterima, khususnya terkait Pilpres 2024. Saat itu, didapat 305 Surat Suara yang terdiri dari 299 daftar pemilih tetap (DPT) dan 2% Surat Suara cadangan.

BACA JUGA:
Soal Gelaran Pemilu Ulang, Bivitri: Jangan Terbelenggu Asumsi dan Kasihani KPU

&quot;Setelah selesai melakukan pemilihan, terdapat DPT yang menggunakan hak pilih itu 228 orang. Akhirnya selesai Pemilihan kita lakukan penghitungan surat suara. Kita sebelum melakukan penghitungan kita hitung jumlah surat suara yang tidak terpakai. Itu jumlahnya 77 lembar yang tidak terpakai dan langsung disilang,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sidang Sengketa Pilpres: Pembagian Bansos Jelang Pemilu 2024 Menarik Perhatian Pemilih
Dalam proses penghitungan suara, kata dia, diketahui perolehan suara dari masing-masing pasangan calon. Pasangan Anies-Muhaimin mendapat 107 suara, pasangan Prabowo-Gibran 109 suara, dan Ganjar-Mahfud sebesar 13 suara. Sementara, terdapat satu suara tidak sah.

&quot;Setelah kita jumlahkan semua total suaranya 230 surat suara dari dalam kotak suara presiden. Padahal DPT yang menggunakan hak pilih 228 orang,&quot; tuturnya.

&quot;Setelah kita cek secara berulang, akhirnya atas persetujuan pengawas dan saksi, kita cek surat suara yang telah dihitung tadi. Pada saat kita mengecek satu per satu, terdapat surat suara yang kosong tanpa identitas TPS dan tandatangan Ketua TPS-nya,&quot; kata dia melanjutkan.





</content:encoded></item></channel></rss>
