<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Kerja Sama dengan India soal Makan Siang Gratis</title><description>Shri datang bersama Kerabat Keraton Kasunanan Solo Raden Ayu (RAy ) Febri Hapsari Dipokusumo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis"/><item><title>Gibran Kerja Sama dengan India soal Makan Siang Gratis</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Romensy August</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis-aN9S4Cd7mO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran Rakabuming Raka (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991111/gibran-kerja-sama-dengan-india-soal-makan-siang-gratis-aN9S4Cd7mO.jpg</image><title>Gibran Rakabuming Raka (Foto : Antara)</title></images><description>


SOLO-Cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka menjajaki kerjasama dengan Negara India.  Wacana kerjasama itu diketahui setelah Gibran bertemu dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty di Balai Kota Solo, Senin (1/4/2024).
Shri datang bersama Kerabat Keraton Kasunanan Solo Raden Ayu (RAy ) Febri Hapsari Dipokusumo. Gibran setelah pertemuan itu mengungkapkan kemungkinan adanya kerjasama Indonesia-India di lintas sektoral.
&amp;ldquo;Nanti ada, tapi mau kita jajaki dulu ya. (Kerjasama di tingkat) nasional,&quot; ujar Gibran saat diwawancarai awak media.

BACA JUGA:
Hasto: Gibran Bohongi PDIP dan Megawati!

Di sisi lain, Shri Sandeep membeberkan adanya peluang kerjasama sama antara Indonesia dengan India di bidang kesehatan, direct flight (Jakarta-India), bioteknologi, pertanian, pembayaran digital hingga makan siang gratis.

BACA JUGA:
Ahli Hukum Administrasi: Pendaftaran Gibran Sebagai Cawapres Tidak Sah

&quot;Kami sedang coba menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan, konektivitas, dan sekarang ada delegasi Indonesia di India, mereka sedang mencari tahu tentang bioteknologi, juga soal pertanian, pembayaran digital,&quot; ujarnya.
Khusus untuk makan siang gratis, Shri Sandeep menyebut bahwa saat ini sudah ada tim dari Indonesia yang mempelajari kebijakan penerapan makan siang gratis di India.&quot;Ada tim yang sudah diterjunkan ke India, untuk melihat bagaimana India menerapkan kebijakan itu. Seperti kalian tahu, itu menjadi salah satu manifestonya,&quot;pungkasnya.
Seperti diketahui, program makan siang gratis di India sudah disediakan pemerintahnya sejak 1995.
Program itu bagian dari Program Nasional Dukungan Gizi untuk Pendidikan Dasar (The National Programme of Nutritional Support to Primary Education/NP-NSPE) yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme (MDMS).
P-NSPE merupakan program yang bertujuan untuk mengatasi &quot;kelaparan di kelas bawah&quot; dan mendorong anak-anak miskin, yang termasuk kelompok kurang mampu, untuk bersekolah secara teratur dan membantu mereka berkonsentrasi pada kegiatan kelas.Program ini pada dasarnya sebagai upaya untuk mengatasi masalah ketahanan pangan, kekurangan gizi, dan akses terhadap pendidikan dalam skala nasional.
Sebagai catatan, MDMS ini merupakan program pemberian makanan sekolah terbesar di dunia yang menjangkau sekitar 12 crore anak di lebih dari 12,65 lakh sekolah/pusat EGS di seluruh negeri atau lebih dari 125 juta anak berusia 6-14 tahun.</description><content:encoded>


SOLO-Cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka menjajaki kerjasama dengan Negara India.  Wacana kerjasama itu diketahui setelah Gibran bertemu dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty di Balai Kota Solo, Senin (1/4/2024).
Shri datang bersama Kerabat Keraton Kasunanan Solo Raden Ayu (RAy ) Febri Hapsari Dipokusumo. Gibran setelah pertemuan itu mengungkapkan kemungkinan adanya kerjasama Indonesia-India di lintas sektoral.
&amp;ldquo;Nanti ada, tapi mau kita jajaki dulu ya. (Kerjasama di tingkat) nasional,&quot; ujar Gibran saat diwawancarai awak media.

BACA JUGA:
Hasto: Gibran Bohongi PDIP dan Megawati!

Di sisi lain, Shri Sandeep membeberkan adanya peluang kerjasama sama antara Indonesia dengan India di bidang kesehatan, direct flight (Jakarta-India), bioteknologi, pertanian, pembayaran digital hingga makan siang gratis.

BACA JUGA:
Ahli Hukum Administrasi: Pendaftaran Gibran Sebagai Cawapres Tidak Sah

&quot;Kami sedang coba menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan, konektivitas, dan sekarang ada delegasi Indonesia di India, mereka sedang mencari tahu tentang bioteknologi, juga soal pertanian, pembayaran digital,&quot; ujarnya.
Khusus untuk makan siang gratis, Shri Sandeep menyebut bahwa saat ini sudah ada tim dari Indonesia yang mempelajari kebijakan penerapan makan siang gratis di India.&quot;Ada tim yang sudah diterjunkan ke India, untuk melihat bagaimana India menerapkan kebijakan itu. Seperti kalian tahu, itu menjadi salah satu manifestonya,&quot;pungkasnya.
Seperti diketahui, program makan siang gratis di India sudah disediakan pemerintahnya sejak 1995.
Program itu bagian dari Program Nasional Dukungan Gizi untuk Pendidikan Dasar (The National Programme of Nutritional Support to Primary Education/NP-NSPE) yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme (MDMS).
P-NSPE merupakan program yang bertujuan untuk mengatasi &quot;kelaparan di kelas bawah&quot; dan mendorong anak-anak miskin, yang termasuk kelompok kurang mampu, untuk bersekolah secara teratur dan membantu mereka berkonsentrasi pada kegiatan kelas.Program ini pada dasarnya sebagai upaya untuk mengatasi masalah ketahanan pangan, kekurangan gizi, dan akses terhadap pendidikan dalam skala nasional.
Sebagai catatan, MDMS ini merupakan program pemberian makanan sekolah terbesar di dunia yang menjangkau sekitar 12 crore anak di lebih dari 12,65 lakh sekolah/pusat EGS di seluruh negeri atau lebih dari 125 juta anak berusia 6-14 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
