<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu 2024 Usai, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Keutuhan Bangsa</title><description>Pesantren paling memainkan peran sentral dalam memperkokoh persatuan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa"/><item><title>Pemilu 2024 Usai, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Keutuhan Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 23:51 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa-IlMfQfAhwR.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/337/2991241/pemilu-2024-usai-masyarakat-diminta-tetap-jaga-keutuhan-bangsa-IlMfQfAhwR.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu kembali dalam membangun pondasi yang kukuh untuk masa depan Indonesia yang gemilang.

Hal itu diungkapkan oleh MP3I, yang terdiri dari, KH.	M.	Zaim	A.	Mas'shoem		(Ketua	Umum	MP3I),	KH.	Ahmad	Badawi	Basyir	(Kudus), Dr.	KH.	Shofiyullah	Muzammil	(Jogjakarta), Syekh Yusuf	Fauzi	(Malang), KH.	Choirul	Fuad	(Krapyak Jogjakarta), KH.	Sholahudin	Fatawi	(Lasem),	KH.	Imam	Baehaqi	(Sarang), KH.	Saefur	Rijal	(Kajen	Pati), KH.	M.	Abdul	Mujib	(DKI	Jakarta), dan Drs.	KH.	Khoironi,	MA	(Tegal).

&quot;Pasca Pemilu 14 Februari 2024 lalu, kita menyaksikan adanya gejolak sosial-politik  yang mengancam stabilitas negara dan keutuhan bangsa,&quot; jelas Ketua Umum MP3I, KH. M. Zaim A. Ma'shoem, dalam keterangan persnya, Senin (1/4/2024).


BACA JUGA:
Jaga Pemilu Ungkap Fluktuasi Suara Pemilu di Jabar, Jateng dan Jatim


Dalam menjawab tantangan itu, maka kata Zaim, MP3I sebagai wadah para Kiai dan Bu Nyai pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia, memiliki kewajiban mengambil peran aktif dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan.

&quot;Sebenarnya. Kalau di strata masyarakat sama sekali tidak terlihat adanya gesekan. Mereka selesai pemilu nampak biasa-biasa saja. Justru para pimpinan di atasnya yang masih terlihat terus menggesek-ngesekan. Nah, di sinilah MP3I harus berperan,&quot; tambah Sekjen MP3I Dr. KH. Shofiyunah Muzammil.

Pesantren, yang selama ini yang telah menjadi menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa, kata  Shofiyunah, paling memainkan peran sentral dalam memperkokoh persatuan.

&quot;Para Kiai dan Bu Nyai sebagai pilar-pilar pesantren memiliki peran yang amat penting di sini -- dalam membentuk karakter dan sikap santri serta masyarakat sekitarnya,&quot; jelas Shofiyunah.

Oleh sebab itu, MP3I memandang penting mengajak seluruh pesantren dan komunitasnya untuk bersama-sama menggalang semangat persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan bangsa.

Terkait menghadapi masa depan Indonesia yang gemilang, MP3I memperkuat komitmennya   dalam merawat persatuan dan kesatuan. &quot;Kami mengajak seluruh elemen masyarakat,  baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan membangun negara ini menuju Indonesia Emas 2045,&quot; pungkas Shofiyunah.

Kemudian, tambah Shofiyunah, MP3I juga mengajak seluruh pesantren dan santrinya untuk menjadi agen perdamaian dan rekonsiliasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan menjungjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.

&quot;Kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta meraih cita-cita bangsa bersama,&quot; tutup Shofiyunah.</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu kembali dalam membangun pondasi yang kukuh untuk masa depan Indonesia yang gemilang.

Hal itu diungkapkan oleh MP3I, yang terdiri dari, KH.	M.	Zaim	A.	Mas'shoem		(Ketua	Umum	MP3I),	KH.	Ahmad	Badawi	Basyir	(Kudus), Dr.	KH.	Shofiyullah	Muzammil	(Jogjakarta), Syekh Yusuf	Fauzi	(Malang), KH.	Choirul	Fuad	(Krapyak Jogjakarta), KH.	Sholahudin	Fatawi	(Lasem),	KH.	Imam	Baehaqi	(Sarang), KH.	Saefur	Rijal	(Kajen	Pati), KH.	M.	Abdul	Mujib	(DKI	Jakarta), dan Drs.	KH.	Khoironi,	MA	(Tegal).

&quot;Pasca Pemilu 14 Februari 2024 lalu, kita menyaksikan adanya gejolak sosial-politik  yang mengancam stabilitas negara dan keutuhan bangsa,&quot; jelas Ketua Umum MP3I, KH. M. Zaim A. Ma'shoem, dalam keterangan persnya, Senin (1/4/2024).


BACA JUGA:
Jaga Pemilu Ungkap Fluktuasi Suara Pemilu di Jabar, Jateng dan Jatim


Dalam menjawab tantangan itu, maka kata Zaim, MP3I sebagai wadah para Kiai dan Bu Nyai pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia, memiliki kewajiban mengambil peran aktif dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan.

&quot;Sebenarnya. Kalau di strata masyarakat sama sekali tidak terlihat adanya gesekan. Mereka selesai pemilu nampak biasa-biasa saja. Justru para pimpinan di atasnya yang masih terlihat terus menggesek-ngesekan. Nah, di sinilah MP3I harus berperan,&quot; tambah Sekjen MP3I Dr. KH. Shofiyunah Muzammil.

Pesantren, yang selama ini yang telah menjadi menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa, kata  Shofiyunah, paling memainkan peran sentral dalam memperkokoh persatuan.

&quot;Para Kiai dan Bu Nyai sebagai pilar-pilar pesantren memiliki peran yang amat penting di sini -- dalam membentuk karakter dan sikap santri serta masyarakat sekitarnya,&quot; jelas Shofiyunah.

Oleh sebab itu, MP3I memandang penting mengajak seluruh pesantren dan komunitasnya untuk bersama-sama menggalang semangat persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan bangsa.

Terkait menghadapi masa depan Indonesia yang gemilang, MP3I memperkuat komitmennya   dalam merawat persatuan dan kesatuan. &quot;Kami mengajak seluruh elemen masyarakat,  baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan membangun negara ini menuju Indonesia Emas 2045,&quot; pungkas Shofiyunah.

Kemudian, tambah Shofiyunah, MP3I juga mengajak seluruh pesantren dan santrinya untuk menjadi agen perdamaian dan rekonsiliasi di tengah-tengah masyarakat. Dengan menjungjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.

&quot;Kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta meraih cita-cita bangsa bersama,&quot; tutup Shofiyunah.</content:encoded></item></channel></rss>
