<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Penyebab Banjir di Jateng Berlarut-larut</title><description>Banjir melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus, Pati, yang berlarut-larut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut"/><item><title>5 Fakta Penyebab Banjir di Jateng Berlarut-larut</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut</guid><pubDate>Selasa 02 April 2024 02:06 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut-dilz3F7MZY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Demak, Jawa Tengah (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/02/337/2991246/5-fakta-penyebab-banjir-di-jateng-berlarut-larut-dilz3F7MZY.jpg</image><title>Banjir Demak, Jawa Tengah (Foto: Dok MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yNC8xLzE3ODc1My81L3g4dmsxODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus, Pati, yang berlarut-larut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mengungkap lima faktor penyebabnya.
&quot;Jadi pada tahun 2024 khususnya di bulan Maret yang lalu ya itu kita melihat ada beberapa fenomena yang menyebabkan bahwa banjir di daerah Semarang, Demak, Kudus dan Pati itu berlarut-larut,&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto pada dialog Lebaran Aman, Mudik Ceria Penuh Makna, Senin (1/4/2024).

BACA JUGA:
Pemilu 2024 Usai, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Keutuhan Bangsa

Berikut fakta-faktanya:
1. Bibit Siklon
Guswanto mengatakan, bahwa pada tanggal 3-4 Maret lalu, pihaknya sudah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P yang berdampak terhadap cuaca di wilayah Jawa Tengah.
&amp;ldquo;Yang pertama kita melihat pada tanggal 3 atau 4 Maret, BMKG itu sudah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang dia terus berkembang dan akhirnya muncul lagi 94S dan Muncul lagi 93P, nah itu yang pertama,&amp;rdquo; ujarnya.
2. Hujan

Curah hujan dengan intensitas tinggi hingga 238 milimeter (mm) di wilayah Semarang. &amp;ldquo;Yang kedua pada waktu itu juga memberikan dampak ya, curah hujan cukup tinggi sampai 238 mm per hari terjadi di Semarang,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
200 Anak Yatim-Dhuafa Antusias Buka Puasa Bersama MNC Peduli, Lotte Mart dan Pemkot Jakpus


3. Daerah Konvergensi yang Bergerak

Guswanto mengungkapkan, faktor yang lainnya, yakni adanya daerah konvergensi antar tropik yang bergerak.

&quot;Kita mengetahui bahwa saat itu Februari, Maret, April itu adalah adanya daerah konvergensi antar tropik yang bergerak dari belahan bumi selatan menuju ke utara dan sedang melintas di atas Pulau Jawa, ini yang ketiga,&amp;rdquo; katanya.4. Rob
Guswanto mengatakan, ada peristiwa rob yang juga berimplikasi terhadap kejadian hujan di wilayah Jawa Tengah.
&quot;Dan yang keempat kita lihat juga pada waktu itu ada peristiwa Rob ya. Nah, dari peristiwa-peristiwa yang tadi saya sebutkan itu berimplikasi saling menguatkan satu dengan yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Wanita Penjual Pakaian di Tangerang Ditusuk hingga Tewas, Penyebabnya Sepele

5. Tanggul Jebol
Faktor terakhir perlu dilihat kembali ternyata kan ketinggian rata-rata daerah pesisir di Semarang itu rata-rata masih di bawah mdpl, 0 mdpl.
&quot;Nah, ini juga ditambah dengan apa evaluasi infrastruktur bangunan air tentunya. Nah dari beberapa tanggul yang ada itu sudah jebol semua. Nah, dari berbagai faktor itu saling beramplifikasi sehingga itulah yang menyebabkan kenapa itu berlarut,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yNC8xLzE3ODc1My81L3g4dmsxODg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Banjir melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus, Pati, yang berlarut-larut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mengungkap lima faktor penyebabnya.
&quot;Jadi pada tahun 2024 khususnya di bulan Maret yang lalu ya itu kita melihat ada beberapa fenomena yang menyebabkan bahwa banjir di daerah Semarang, Demak, Kudus dan Pati itu berlarut-larut,&amp;rdquo; ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto pada dialog Lebaran Aman, Mudik Ceria Penuh Makna, Senin (1/4/2024).

BACA JUGA:
Pemilu 2024 Usai, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Keutuhan Bangsa

Berikut fakta-faktanya:
1. Bibit Siklon
Guswanto mengatakan, bahwa pada tanggal 3-4 Maret lalu, pihaknya sudah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P yang berdampak terhadap cuaca di wilayah Jawa Tengah.
&amp;ldquo;Yang pertama kita melihat pada tanggal 3 atau 4 Maret, BMKG itu sudah mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang dia terus berkembang dan akhirnya muncul lagi 94S dan Muncul lagi 93P, nah itu yang pertama,&amp;rdquo; ujarnya.
2. Hujan

Curah hujan dengan intensitas tinggi hingga 238 milimeter (mm) di wilayah Semarang. &amp;ldquo;Yang kedua pada waktu itu juga memberikan dampak ya, curah hujan cukup tinggi sampai 238 mm per hari terjadi di Semarang,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
200 Anak Yatim-Dhuafa Antusias Buka Puasa Bersama MNC Peduli, Lotte Mart dan Pemkot Jakpus


3. Daerah Konvergensi yang Bergerak

Guswanto mengungkapkan, faktor yang lainnya, yakni adanya daerah konvergensi antar tropik yang bergerak.

&quot;Kita mengetahui bahwa saat itu Februari, Maret, April itu adalah adanya daerah konvergensi antar tropik yang bergerak dari belahan bumi selatan menuju ke utara dan sedang melintas di atas Pulau Jawa, ini yang ketiga,&amp;rdquo; katanya.4. Rob
Guswanto mengatakan, ada peristiwa rob yang juga berimplikasi terhadap kejadian hujan di wilayah Jawa Tengah.
&quot;Dan yang keempat kita lihat juga pada waktu itu ada peristiwa Rob ya. Nah, dari peristiwa-peristiwa yang tadi saya sebutkan itu berimplikasi saling menguatkan satu dengan yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Wanita Penjual Pakaian di Tangerang Ditusuk hingga Tewas, Penyebabnya Sepele

5. Tanggul Jebol
Faktor terakhir perlu dilihat kembali ternyata kan ketinggian rata-rata daerah pesisir di Semarang itu rata-rata masih di bawah mdpl, 0 mdpl.
&quot;Nah, ini juga ditambah dengan apa evaluasi infrastruktur bangunan air tentunya. Nah dari beberapa tanggul yang ada itu sudah jebol semua. Nah, dari berbagai faktor itu saling beramplifikasi sehingga itulah yang menyebabkan kenapa itu berlarut,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
