<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Peneliti BRIN Sebut Indonesia Jadi Negara dengan Korban Bencana Alam Terbesar   </title><description>Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa mengatakan, secara global Indonesia menjadi salah satu negara&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar"/><item><title> Peneliti BRIN Sebut Indonesia Jadi Negara dengan Korban Bencana Alam Terbesar   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar</guid><pubDate>Rabu 03 April 2024 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar-OoXNtcneV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/337/2992054/peneliti-brin-sebut-indonesia-jadi-negara-dengan-korban-bencana-alam-terbesar-OoXNtcneV7.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa mengatakan, secara global Indonesia menjadi salah satu negara dengan korban bencana alam terbesar pada rentang tahun 2.000-2018. Indonesia menjadi negara terbesar kedua setelah Haiti.
&quot;Secara global Indonesia menjadi salah satu negara dengan korban bencana alam terbesar pada rentang tahun 2.000-2018, yang mana sebanyak 185.677 korban,&quot; ujarnya dalam webinar Pemetaan Sesar Pulau Jawa serta Mitigasi Risiko Bencana Geologi oleh BRIN, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
 Peneliti BRIN Sebut Pentingnya Teliti Patahan Baribis-Kendeng di Jawa Barat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pertama itu Haiti sebanyak 230.063 korban, kedua Indonesia, ketiga Myanmar sebanyak 139.624 korban, dan kempat China sebanyak 112.593 korban. Korban jiwanya cukup banyak akibat gempa bumi dan bisa dibayangkan Pulau Jawa ini 50 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa.
Menurutnya, melihat tektoknik di Jawa, Indonesia punya 295 patahan aktif, yang mana secara Internasional didefinisikan patahan aktif sebagai yang pernah setidaknya ada gempa dalam 1 kali dalam 10 ribu tahun. Pihaknya memetakan 295 patahan aktif di 2017, dan di 2024 pihaknya sedang melakukan pemutakhiran sumber gempa ini dan yang dipahami sudah bertambah hampir 400 sumber gempa.

BACA JUGA:
 Pantau Pergerakan Sesar Lembang, BRIN Pasang Sensor di 3 Lokasi Ini

&quot;Disini kalau kota overlay kan dengan jumlah penduduk di Indonesia maka sekitar 200 juta penduduk Indonesia itu bisa mengalami goncangan gempa dengan intensitas 6 keatas atau sekitar 77 persen dan ada 4 juta jiwa yang tinggal diatas patahan sehingga konsen besar,&quot; katanya.
Dalam kesempatan itu, dia pun menambahkan, alur mitigasi bencana perlu dilakukan dengan 4 fase, yakni fase pra bencana, saat bencana, pasca bencana, hingga evaluasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa mengatakan, secara global Indonesia menjadi salah satu negara dengan korban bencana alam terbesar pada rentang tahun 2.000-2018. Indonesia menjadi negara terbesar kedua setelah Haiti.
&quot;Secara global Indonesia menjadi salah satu negara dengan korban bencana alam terbesar pada rentang tahun 2.000-2018, yang mana sebanyak 185.677 korban,&quot; ujarnya dalam webinar Pemetaan Sesar Pulau Jawa serta Mitigasi Risiko Bencana Geologi oleh BRIN, Rabu (3/4/2024).

BACA JUGA:
 Peneliti BRIN Sebut Pentingnya Teliti Patahan Baribis-Kendeng di Jawa Barat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pertama itu Haiti sebanyak 230.063 korban, kedua Indonesia, ketiga Myanmar sebanyak 139.624 korban, dan kempat China sebanyak 112.593 korban. Korban jiwanya cukup banyak akibat gempa bumi dan bisa dibayangkan Pulau Jawa ini 50 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa.
Menurutnya, melihat tektoknik di Jawa, Indonesia punya 295 patahan aktif, yang mana secara Internasional didefinisikan patahan aktif sebagai yang pernah setidaknya ada gempa dalam 1 kali dalam 10 ribu tahun. Pihaknya memetakan 295 patahan aktif di 2017, dan di 2024 pihaknya sedang melakukan pemutakhiran sumber gempa ini dan yang dipahami sudah bertambah hampir 400 sumber gempa.

BACA JUGA:
 Pantau Pergerakan Sesar Lembang, BRIN Pasang Sensor di 3 Lokasi Ini

&quot;Disini kalau kota overlay kan dengan jumlah penduduk di Indonesia maka sekitar 200 juta penduduk Indonesia itu bisa mengalami goncangan gempa dengan intensitas 6 keatas atau sekitar 77 persen dan ada 4 juta jiwa yang tinggal diatas patahan sehingga konsen besar,&quot; katanya.
Dalam kesempatan itu, dia pun menambahkan, alur mitigasi bencana perlu dilakukan dengan 4 fase, yakni fase pra bencana, saat bencana, pasca bencana, hingga evaluasi.</content:encoded></item></channel></rss>
