<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 5 Fakta Murid Habib Bahar Praka Supriyadi Tewas Dibunuh, Diteriaki Begal oleh Tersangka   </title><description>Praka Supriyadi ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka"/><item><title> 5 Fakta Murid Habib Bahar Praka Supriyadi Tewas Dibunuh, Diteriaki Begal oleh Tersangka   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka</guid><pubDate>Kamis 04 April 2024 05:17 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka-8MuAyLBcFT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Praka Supriyadi (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/338/2992230/5-fakta-murid-habib-bahar-praka-supriyadi-tewas-dibunuh-diteriaki-begal-oleh-tersangka-8MuAyLBcFT.jpg</image><title>Praka Supriyadi (foto: dok ist)</title></images><description>MURID Habib Bahar yang juga prajurit TNI, Praka Supriyadi ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat, 29 Maret 2024 sekitar pukul 03.30 WIB.

Pihak Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pun berhasil menangkap pelakunya, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Berikut sejumlah faktanya:

1. Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuh Praka S

Aria Wira Raja (AWR) alias Deo alias Bocil merunduk dengan baju tahanan setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan berat hingga membuat anggota TNI, Praka Supriyadi tewas. Tersangka ditangkap sebelum berhasil kabur.

BACA JUGA:
Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuh Praka S, Ditangkap saat Hendak Kabur

&quot;Adapun Identitas pelaku atas nama AWR yang mana lahir di Bogor dan alamatnya ada di Bekasi,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Rabu (3/4/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, Aria Wira ditangkap di saat hendak kabur. Dia hendak kabur ke Palembang melalui Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

&quot;Pelaku ini sudah dari Bekasi menuju ke Kampung Rambutan untuk naik bus yang mana direncanakan si pelaku atas nama A akan kembali ke rumah ayahnya yaitu di daerah Palembang, Sumsel,&quot; jelasnya.

2. Praka S Dibacok dengan Pedang Sinbad

&amp;ldquo;Saudara tersangka AWR melakukan pembacokan terhadap korban dengan menggunakan pedang,&quot; kata kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

BACA JUGA:
 Praka S Tewas Dibacoki Pakai Pedang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pedang tersebut diperoleh dari rumah tersangka AWR yang merupakan pajangan teras rumah. Tersangka melakukan pembacokan sebanyak empat kali pada tubuh Praka Supriyadi.

&quot;Saudara tersangka membacok tersebut mengayunkan pedang kurang lebih 4 kali dan kena di bagian kepala dan lengan dari pada saudara korban,&quot; tambahnya.

Pedang tersebut disita bersama dengan telepon dan motor yang digunakan oleh tersangka.

3. Motif Pembunuhan Praka S
&amp;nbsp;


Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro menangkap dan menetapkan seorang pria bernama Aria Wira Raja alias AWR sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota TNI bernama Praka Supriyadi hingga korban meninggal dunia.



Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menuturkan awal mula peristiwa tersebut pada hari Kamis (24/3/2024) pukul 21.00 WIB dimana teman Praka Supriyadi yang berinisial W diajak bersetubuh dengan tersangka di salah satu apartemen di wilayah Bekasi.



&amp;ldquo;Ternyata antara saudara W alias S dengan saudara tersangka terdapat selisih paham, yang mana akibat selisih paham tersebut, saudara saksi atas nama W alias S mengontak korban Supriyadi,&amp;rdquo; kata Wira.



Mendapatkan informasi tersebut, korban bersama teman-temannya mendatangi tersangka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di rumah tersangka.



4. Praka S Diteriaki Begal oleh Tersangka
&amp;nbsp;


Tersangka tiba-tiba meneriaki Praka Supriyadi pelaku begal untuk mengundang warga sekitar. Saat itu juga tersangka mengambil pedang dari rumah temannya Alvian.



&quot;Pada saat di pinggir di depan jalan perumahan saudara Alvian, tiba-tiba tersangka berteriak dengan kata-kata 'begal, begal, begal'. sehingga mengundang perhatian warga. Selanjutnya saudara tersangka A mengambil pedang panjang yang berada di teras saksi Alvian,&quot; kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra.



Tersangka meneriaki Praka Supriyadi begal lantaran ketakutan saat hendak menyelesaikan perselisihan yang ada.



&quot;Sebetulnya yang bersangkutan (tersangka) merasa ketakutan. Karena ketakutan dan ketika sampai di rumah warga atau temennya sendiri atas nama Alvian dengan dia teriak begal ini akan mendapatkan pertolongan dari warga,&quot; tuturnya.




5. Praka S Dibacok Empat Kali
&amp;nbsp;






Praka S dibacok pakai Sinbad oleh tersangka. Total ada 4 kali tusukan yang dilayangkan tersangka ke arah korban.







&quot;Pada saat di TKP, saudara tersangka A melakukan pembacokan terhadap korban dengan menggunakan pedang yang sudah kita sita, sebanyak 4 kali. Yang mana akibat saudara tersangka membacok tersebut mengayunkan pedang kurang lebih 4 kali dan kena di bagian kepala dan lengan dari pada saudara korban,&quot; tutup Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra.











</description><content:encoded>MURID Habib Bahar yang juga prajurit TNI, Praka Supriyadi ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat, 29 Maret 2024 sekitar pukul 03.30 WIB.

Pihak Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pun berhasil menangkap pelakunya, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Berikut sejumlah faktanya:

1. Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuh Praka S

Aria Wira Raja (AWR) alias Deo alias Bocil merunduk dengan baju tahanan setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan berat hingga membuat anggota TNI, Praka Supriyadi tewas. Tersangka ditangkap sebelum berhasil kabur.

BACA JUGA:
Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuh Praka S, Ditangkap saat Hendak Kabur

&quot;Adapun Identitas pelaku atas nama AWR yang mana lahir di Bogor dan alamatnya ada di Bekasi,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Rabu (3/4/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, Aria Wira ditangkap di saat hendak kabur. Dia hendak kabur ke Palembang melalui Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

&quot;Pelaku ini sudah dari Bekasi menuju ke Kampung Rambutan untuk naik bus yang mana direncanakan si pelaku atas nama A akan kembali ke rumah ayahnya yaitu di daerah Palembang, Sumsel,&quot; jelasnya.

2. Praka S Dibacok dengan Pedang Sinbad

&amp;ldquo;Saudara tersangka AWR melakukan pembacokan terhadap korban dengan menggunakan pedang,&quot; kata kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

BACA JUGA:
 Praka S Tewas Dibacoki Pakai Pedang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pedang tersebut diperoleh dari rumah tersangka AWR yang merupakan pajangan teras rumah. Tersangka melakukan pembacokan sebanyak empat kali pada tubuh Praka Supriyadi.

&quot;Saudara tersangka membacok tersebut mengayunkan pedang kurang lebih 4 kali dan kena di bagian kepala dan lengan dari pada saudara korban,&quot; tambahnya.

Pedang tersebut disita bersama dengan telepon dan motor yang digunakan oleh tersangka.

3. Motif Pembunuhan Praka S
&amp;nbsp;


Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro menangkap dan menetapkan seorang pria bernama Aria Wira Raja alias AWR sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota TNI bernama Praka Supriyadi hingga korban meninggal dunia.



Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menuturkan awal mula peristiwa tersebut pada hari Kamis (24/3/2024) pukul 21.00 WIB dimana teman Praka Supriyadi yang berinisial W diajak bersetubuh dengan tersangka di salah satu apartemen di wilayah Bekasi.



&amp;ldquo;Ternyata antara saudara W alias S dengan saudara tersangka terdapat selisih paham, yang mana akibat selisih paham tersebut, saudara saksi atas nama W alias S mengontak korban Supriyadi,&amp;rdquo; kata Wira.



Mendapatkan informasi tersebut, korban bersama teman-temannya mendatangi tersangka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di rumah tersangka.



4. Praka S Diteriaki Begal oleh Tersangka
&amp;nbsp;


Tersangka tiba-tiba meneriaki Praka Supriyadi pelaku begal untuk mengundang warga sekitar. Saat itu juga tersangka mengambil pedang dari rumah temannya Alvian.



&quot;Pada saat di pinggir di depan jalan perumahan saudara Alvian, tiba-tiba tersangka berteriak dengan kata-kata 'begal, begal, begal'. sehingga mengundang perhatian warga. Selanjutnya saudara tersangka A mengambil pedang panjang yang berada di teras saksi Alvian,&quot; kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra.



Tersangka meneriaki Praka Supriyadi begal lantaran ketakutan saat hendak menyelesaikan perselisihan yang ada.



&quot;Sebetulnya yang bersangkutan (tersangka) merasa ketakutan. Karena ketakutan dan ketika sampai di rumah warga atau temennya sendiri atas nama Alvian dengan dia teriak begal ini akan mendapatkan pertolongan dari warga,&quot; tuturnya.




5. Praka S Dibacok Empat Kali
&amp;nbsp;






Praka S dibacok pakai Sinbad oleh tersangka. Total ada 4 kali tusukan yang dilayangkan tersangka ke arah korban.







&quot;Pada saat di TKP, saudara tersangka A melakukan pembacokan terhadap korban dengan menggunakan pedang yang sudah kita sita, sebanyak 4 kali. Yang mana akibat saudara tersangka membacok tersebut mengayunkan pedang kurang lebih 4 kali dan kena di bagian kepala dan lengan dari pada saudara korban,&quot; tutup Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra.











</content:encoded></item></channel></rss>
