<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan CIA: Iran Siap Serbu Israel dalam Waktu Dekat </title><description>Aksi itu sebagai balasan terhadap serangan udara Israel yang menghancurkan konsulat Iran di Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat"/><item><title>Peringatan CIA: Iran Siap Serbu Israel dalam Waktu Dekat </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat</guid><pubDate>Kamis 04 April 2024 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat-nhWBwCv9F0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana kedutaan Iran di Damaskus yang menjadi sasaran rudal Israel. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/04/18/2992451/peringatan-cia-iran-siap-serbu-israel-dalam-waktu-dekat-nhWBwCv9F0.jpg</image><title>Suasana kedutaan Iran di Damaskus yang menjadi sasaran rudal Israel. (Foto: AFP)</title></images><description>WASHINGTON - CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Israel terhadap kemungkinan serangan militer besar besaran Iran dalam waktu dekat bahkan bisa 48 jam mendatang. Aksi  itu sebagai balasan terhadap serangan  udara Israel yang menghancurkan konsulat Iran di Suriah yang menewaskan puluhan pejabat dan dua jenderal Iran.
AS yang merupakan sekutu dekat Israel tersebut khawatir serangan mematikan di Damaskus dapat memicu serangan baru terhadap pasukan Amerika oleh milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah. Kekhawatiran itu disampaikan Letjen Alexus Grynkewich, komandan tertinggi Angkatan Udara AS untuk Timur Tengah.

BACA JUGA:
Menteri Israel Bantah Serangan Udara Sengaja Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza

&amp;nbsp;&quot;Dengan menyerang stasiun diplomatik Iran, eskalasi Israel telah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang enam bulan melawan Hamas yang menghancurkan dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah dan sekitarnya,&quot; kata Grynkewich dikutip dari indiatvnews, Kamis (4/4/2024).
Serangan Israel yang dilakukan di ibu kota Suriah, Damaskus, menewaskan 12 orang, termasuk komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk Suriah dan Lebanon, seorang perwira milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran di Lebanon. Dua jenderal yang tewas adala  Mohammad Reza Zahedi, pejabat paling senior IRGC di Suriah, bersama dengan wakilnya Jenderal Mohammad Hadi Hajriahimi.

BACA JUGA:
Pelanggaran Hukum Internasonal, Iran Desak PBB Kecam Serangan Udara Israel Terhadap Konsulat Iran di Suriah

&amp;nbsp;Grynkewich mengatakan pernyataan Iran bahwa AS memikul tanggung jawab atas tindakan Israel dapat mengakhiri jeda serangan milisi terhadap pasukan AS yang telah berlangsung sejak awal Februari. Indikasi peningkatan eskalasi sudah terlihat saat pasukan AS yang berpangkalan di Suriah tenggara mencegat serangan drone, yang merupakan insiden pertama dalam dua bulan.
Milisi yang didukung Iran telah menahan diri tidak menyerang pangkalan-pangkalan AS dalam upaya deeskalasi setelah tiga tentara AS tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Yordania pada bulan Januari. Selain itu, AS, Inggris dan Perancis pada hari Rabu menentang pernyataan Dewan Keamanan PBB yang disusun Rusia untuk mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah.
Ketiga negara tersebut mengatakan banyak fakta mengenai apa yang terjadi pada hari Senin di Damaskus masih belum jelas, sementara Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meskipun Iran dan sekutunya menyalahkan Israel, Israel belum secara resmi mengomentari serangan terhadap gedung di Damaskus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Iran Bersumpah Balas Dendam Usai Israel Serang Kedutaan Iran di Suriah, AS Dinilai Bertanggung Jawab

Iran Balas Dendam
&amp;nbsp;Setelah serangan udara tersebut, menurut TV pemerintah Iran melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu, bertemu pada Senin malam dan memutuskan reaksi yang &amp;ldquo;diperlukan&amp;rdquo;. Dalam sebuah pernyataan online, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan &amp;ldquo;kejahatan pengecut tidak akan dibiarkan begitu saja.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setelah kekalahan dan kegagalan berulang kali melawan keyakinan dan kemauan para pejuang Front Perlawanan, rezim Zionis telah memasukkan pembunuhan buta ke dalam agendanya dalam perjuangan untuk menyelamatkan diri,&amp;rdquo; tambah pernyataannya.


BACA JUGA:
Di PBB, Washington Peringatkan Iran Tidak Balas Dendam ke AS Terkait Serangan Konsulat Iran di Suriah


Ebrahim Raisi menyebut, rezim jahat Zionis akan dihukum di tangan orang-orang pemberani Iran. &quot;Kami akan membuat mereka menyesali kejahatan ini dan kejahatan lainnya,&amp;rdquo; kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pesan yang dipublikasikan di situs resminya.</description><content:encoded>WASHINGTON - CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Israel terhadap kemungkinan serangan militer besar besaran Iran dalam waktu dekat bahkan bisa 48 jam mendatang. Aksi  itu sebagai balasan terhadap serangan  udara Israel yang menghancurkan konsulat Iran di Suriah yang menewaskan puluhan pejabat dan dua jenderal Iran.
AS yang merupakan sekutu dekat Israel tersebut khawatir serangan mematikan di Damaskus dapat memicu serangan baru terhadap pasukan Amerika oleh milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah. Kekhawatiran itu disampaikan Letjen Alexus Grynkewich, komandan tertinggi Angkatan Udara AS untuk Timur Tengah.

BACA JUGA:
Menteri Israel Bantah Serangan Udara Sengaja Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza

&amp;nbsp;&quot;Dengan menyerang stasiun diplomatik Iran, eskalasi Israel telah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang enam bulan melawan Hamas yang menghancurkan dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah dan sekitarnya,&quot; kata Grynkewich dikutip dari indiatvnews, Kamis (4/4/2024).
Serangan Israel yang dilakukan di ibu kota Suriah, Damaskus, menewaskan 12 orang, termasuk komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk Suriah dan Lebanon, seorang perwira milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran di Lebanon. Dua jenderal yang tewas adala  Mohammad Reza Zahedi, pejabat paling senior IRGC di Suriah, bersama dengan wakilnya Jenderal Mohammad Hadi Hajriahimi.

BACA JUGA:
Pelanggaran Hukum Internasonal, Iran Desak PBB Kecam Serangan Udara Israel Terhadap Konsulat Iran di Suriah

&amp;nbsp;Grynkewich mengatakan pernyataan Iran bahwa AS memikul tanggung jawab atas tindakan Israel dapat mengakhiri jeda serangan milisi terhadap pasukan AS yang telah berlangsung sejak awal Februari. Indikasi peningkatan eskalasi sudah terlihat saat pasukan AS yang berpangkalan di Suriah tenggara mencegat serangan drone, yang merupakan insiden pertama dalam dua bulan.
Milisi yang didukung Iran telah menahan diri tidak menyerang pangkalan-pangkalan AS dalam upaya deeskalasi setelah tiga tentara AS tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Yordania pada bulan Januari. Selain itu, AS, Inggris dan Perancis pada hari Rabu menentang pernyataan Dewan Keamanan PBB yang disusun Rusia untuk mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah.
Ketiga negara tersebut mengatakan banyak fakta mengenai apa yang terjadi pada hari Senin di Damaskus masih belum jelas, sementara Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meskipun Iran dan sekutunya menyalahkan Israel, Israel belum secara resmi mengomentari serangan terhadap gedung di Damaskus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Iran Bersumpah Balas Dendam Usai Israel Serang Kedutaan Iran di Suriah, AS Dinilai Bertanggung Jawab

Iran Balas Dendam
&amp;nbsp;Setelah serangan udara tersebut, menurut TV pemerintah Iran melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu, bertemu pada Senin malam dan memutuskan reaksi yang &amp;ldquo;diperlukan&amp;rdquo;. Dalam sebuah pernyataan online, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan &amp;ldquo;kejahatan pengecut tidak akan dibiarkan begitu saja.&amp;rdquo;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setelah kekalahan dan kegagalan berulang kali melawan keyakinan dan kemauan para pejuang Front Perlawanan, rezim Zionis telah memasukkan pembunuhan buta ke dalam agendanya dalam perjuangan untuk menyelamatkan diri,&amp;rdquo; tambah pernyataannya.


BACA JUGA:
Di PBB, Washington Peringatkan Iran Tidak Balas Dendam ke AS Terkait Serangan Konsulat Iran di Suriah


Ebrahim Raisi menyebut, rezim jahat Zionis akan dihukum di tangan orang-orang pemberani Iran. &quot;Kami akan membuat mereka menyesali kejahatan ini dan kejahatan lainnya,&amp;rdquo; kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pesan yang dipublikasikan di situs resminya.</content:encoded></item></channel></rss>
