<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Joe Biden Kutuk Serangan Udara Israel yang Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza</title><description>Biden menuduh Israel tidak berbuat cukup untuk melindungi pekerja bantuan dan warga sipil.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza"/><item><title>Joe Biden Kutuk Serangan Udara Israel yang Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza</guid><pubDate>Kamis 04 April 2024 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza-hRBo8qPZUA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joe Biden kutuk serangan udara Israel yang bunuh 7 pekerja bantuan makanan di Gaza (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/04/18/2992454/joe-biden-kutuk-serangan-udara-israel-yang-bunuh-7-pekerja-bantuan-makanan-di-gaza-hRBo8qPZUA.jpg</image><title>Joe Biden kutuk serangan udara Israel yang bunuh 7 pekerja bantuan makanan di Gaza (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk serangan udara Israel yang menewaskan tujuh pekerja badan amal World Central Kitchen (WCK), termasuk seorang warga negara Amerika, yang terjadi di Gaza pada Senin (1/4/2024) waktu setempat.
Biden menuduh Israel tidak berbuat cukup untuk melindungi pekerja bantuan dan warga sipil.

&amp;ldquo;Amerika Serikat telah berulang kali mendesak Israel untuk meredakan konflik operasi militer mereka melawan Hamas dengan operasi kemanusiaan, untuk menghindari korban sipil,&amp;rdquo; terangnya, dikutip BBC.

BACA JUGA:
Menteri Israel Bantah Serangan Udara Sengaja Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza

Tiga dari pekerja bantuan yang terbunuh adalah warga negara Inggris. Seorang warga negara Polandia, seorang Australia, seorang Palestina dan seorang warga negara ganda AS-Kanada juga tewas.


BACA JUGA:
4 Fakta Serangan Udara Israel Bunuh 7 Pekerja Bantuan di Gaza

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengumumkan akan menghentikan pergerakan pada malam hari setidaknya selama 48 jam untuk mengevaluasi situasi keamanan.

Dan badan amal kedua, American Near East Refugee Aid (Anera), yang bekerja sama dengan WCK, mengatakan kepada BBC bahwa mereka juga telah membekukan operasinya di Gaza.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan serangan itu tidak disengaja.

&amp;ldquo;Hal ini terjadi dalam perang, kami memeriksanya sampai akhir, kami berhubungan dengan pemerintah, dan kami akan melakukan segalanya agar hal ini tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Netanyahu pada Selasa (2/4/2024).

Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi menyebut insiden itu sebagai kesalahan besar dan mengatakan hal itu seharusnya tidak terjadi. Dia menyalahkan serangan tersebut karena kesalahan identifikasi.

Seperti diketahui, lebih dari 196 pekerja bantuan telah terbunuh di Gaza sejak bulan Oktober, menurut Database Keamanan Pekerja Bantuan yang didanai AS, yang mencatat insiden kekerasan besar terhadap petugas bantuan. Tidak semua terbunuh saat menjalankan tugas.



Sebagian besar Jalur Gaza telah hancur akibat operasi militer Israel yang dimulai setelah orang-orang bersenjata pimpinan Hamas menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 orang.



Sekitar 130 sandera masih disandera, setidaknya 34 di antaranya diperkirakan tewas.





Lebih dari 32.916 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.





</description><content:encoded>GAZA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk serangan udara Israel yang menewaskan tujuh pekerja badan amal World Central Kitchen (WCK), termasuk seorang warga negara Amerika, yang terjadi di Gaza pada Senin (1/4/2024) waktu setempat.
Biden menuduh Israel tidak berbuat cukup untuk melindungi pekerja bantuan dan warga sipil.

&amp;ldquo;Amerika Serikat telah berulang kali mendesak Israel untuk meredakan konflik operasi militer mereka melawan Hamas dengan operasi kemanusiaan, untuk menghindari korban sipil,&amp;rdquo; terangnya, dikutip BBC.

BACA JUGA:
Menteri Israel Bantah Serangan Udara Sengaja Bunuh 7 Pekerja Bantuan Makanan di Gaza

Tiga dari pekerja bantuan yang terbunuh adalah warga negara Inggris. Seorang warga negara Polandia, seorang Australia, seorang Palestina dan seorang warga negara ganda AS-Kanada juga tewas.


BACA JUGA:
4 Fakta Serangan Udara Israel Bunuh 7 Pekerja Bantuan di Gaza

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengumumkan akan menghentikan pergerakan pada malam hari setidaknya selama 48 jam untuk mengevaluasi situasi keamanan.

Dan badan amal kedua, American Near East Refugee Aid (Anera), yang bekerja sama dengan WCK, mengatakan kepada BBC bahwa mereka juga telah membekukan operasinya di Gaza.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan serangan itu tidak disengaja.

&amp;ldquo;Hal ini terjadi dalam perang, kami memeriksanya sampai akhir, kami berhubungan dengan pemerintah, dan kami akan melakukan segalanya agar hal ini tidak terjadi lagi,&amp;rdquo; kata Netanyahu pada Selasa (2/4/2024).

Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Herzi Halevi menyebut insiden itu sebagai kesalahan besar dan mengatakan hal itu seharusnya tidak terjadi. Dia menyalahkan serangan tersebut karena kesalahan identifikasi.

Seperti diketahui, lebih dari 196 pekerja bantuan telah terbunuh di Gaza sejak bulan Oktober, menurut Database Keamanan Pekerja Bantuan yang didanai AS, yang mencatat insiden kekerasan besar terhadap petugas bantuan. Tidak semua terbunuh saat menjalankan tugas.



Sebagian besar Jalur Gaza telah hancur akibat operasi militer Israel yang dimulai setelah orang-orang bersenjata pimpinan Hamas menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 orang.



Sekitar 130 sandera masih disandera, setidaknya 34 di antaranya diperkirakan tewas.





Lebih dari 32.916 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.





</content:encoded></item></channel></rss>
