<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Longsor Tol Bocimi, Bahaya Buat Jalur Mudik Lebaran</title><description>Longsor terjadi di Kilometer (KM) 67 Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi), Rabu 3 April 2024 malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran"/><item><title>5 Fakta Longsor Tol Bocimi, Bahaya Buat Jalur Mudik Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2024 03:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran-QhwCVxh3UA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor Tol Bocimi (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/04/337/2992711/5-fakta-longsor-tol-bocimi-bahaya-buat-jalur-mudik-lebaran-QhwCVxh3UA.jpg</image><title>Longsor Tol Bocimi (Foto: Dok MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTE5NS81L3g4dzl5emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Longsor terjadi di Kilometer (KM) 67 Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi), Rabu 3 April 2024 malam. Dalam kejadian itu, dua kendaraan terperosok longsor.&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya:
1. Kerusakan Hampir Satu Ruas Jalan&amp;nbsp;
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan evaluasi pasca-longsor. Adapun longsor tersebut mengakibatkan kerusakan hampir satu ruas jalan.
&amp;ldquo;Terkait dengan kerusakan longsor di Bocimi, memang kita sudah mengevaluasi ke sana dan memang agak berat kerusakannya karena ini hampir satu ruas jalan ya,&amp;rdquo; kata Anggota BPJT Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo di KM 29 Posko Command Center Korlantas, Kamis 4 April 2024.

BACA JUGA:
Dramatis! Evakuasi Minibus Terperosok Longsor Tol Bocimi, 2 Kali Putus Tali

2. Perbaikan Butuh Waktu 2 Sampai 3 Bulan
Sony mengatakan, perbaikan jalan yang longsor tersebut membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan.
&amp;ldquo;Jadi kemungkinan besar kalau pengalaman dari longsor-longsor yang sebelumnya, itu mungkin bisa 2-3 bulan baru bisa diselesaikan ya,&amp;rdquo; sambung Sony.

BACA JUGA:
Sepekan Jelang Lebaran, Simpang Cikopo Masih Landai Dilalui Pemudik

3. Berisiko untuk Jalur Mudik&amp;nbsp;
BPJT mengatakan, terlalu berisiko jika digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2024.  Mengingat longsor tersebut mengakibatkan kerusakan hampir satu ruas jalan.

&amp;ldquo;Dan ini kalau kita paksakan perbaikan untuk kegiatan mudik dan balik, saya kira terlalu riskan,&amp;rdquo; katanya.
4. Pilih Jalur Alternatif
Sony meminta kesadaran masyarakat bahwa sudah ada alternatif dari Korlantas Polri untuk kendaraan yang dari arah Jakarta menuju Sukabumi dan sebaliknya.
&amp;ldquo;Kita berharap minta kesadaran bahwa pada masyarakat ya untuk tadi ya alternatif yang sudah diberikan ya, untuk melewati ruas jalan tersebut ya,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
 H-7 Lebaran, 43.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Cikampek Utama&amp;nbsp; &amp;nbsp;

5. Rekayasa Lalu Lintas
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, rekayasa lalu lintas kendaraan telah dilakukan yakni dari arah Jakarta menuju Sukabumi akan dikeluarkan di exit Tol Cigombong, kemudian masuk melalui Parungkuda menuju arah Sukabumi.&amp;nbsp;
Sementara itu, kendaraan dari arah Sukabumi menuju Jakarta akan keluar di exit Parungkuda dan masuk melalui Cigombong.
&amp;ldquo;Demikian juga yang dari arah Sukabumi menuju Jakarta kita keluarkan di exit Parungkuda masuk lagi ke Cigombong, demikian seterusnya. Ini untuk pengamanan jalur yang di titik longsor dan untuk rehabilitasi dari BUJT yang ada,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTE5NS81L3g4dzl5emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Longsor terjadi di Kilometer (KM) 67 Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi), Rabu 3 April 2024 malam. Dalam kejadian itu, dua kendaraan terperosok longsor.&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya:
1. Kerusakan Hampir Satu Ruas Jalan&amp;nbsp;
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan evaluasi pasca-longsor. Adapun longsor tersebut mengakibatkan kerusakan hampir satu ruas jalan.
&amp;ldquo;Terkait dengan kerusakan longsor di Bocimi, memang kita sudah mengevaluasi ke sana dan memang agak berat kerusakannya karena ini hampir satu ruas jalan ya,&amp;rdquo; kata Anggota BPJT Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo di KM 29 Posko Command Center Korlantas, Kamis 4 April 2024.

BACA JUGA:
Dramatis! Evakuasi Minibus Terperosok Longsor Tol Bocimi, 2 Kali Putus Tali

2. Perbaikan Butuh Waktu 2 Sampai 3 Bulan
Sony mengatakan, perbaikan jalan yang longsor tersebut membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan.
&amp;ldquo;Jadi kemungkinan besar kalau pengalaman dari longsor-longsor yang sebelumnya, itu mungkin bisa 2-3 bulan baru bisa diselesaikan ya,&amp;rdquo; sambung Sony.

BACA JUGA:
Sepekan Jelang Lebaran, Simpang Cikopo Masih Landai Dilalui Pemudik

3. Berisiko untuk Jalur Mudik&amp;nbsp;
BPJT mengatakan, terlalu berisiko jika digunakan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2024.  Mengingat longsor tersebut mengakibatkan kerusakan hampir satu ruas jalan.

&amp;ldquo;Dan ini kalau kita paksakan perbaikan untuk kegiatan mudik dan balik, saya kira terlalu riskan,&amp;rdquo; katanya.
4. Pilih Jalur Alternatif
Sony meminta kesadaran masyarakat bahwa sudah ada alternatif dari Korlantas Polri untuk kendaraan yang dari arah Jakarta menuju Sukabumi dan sebaliknya.
&amp;ldquo;Kita berharap minta kesadaran bahwa pada masyarakat ya untuk tadi ya alternatif yang sudah diberikan ya, untuk melewati ruas jalan tersebut ya,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
 H-7 Lebaran, 43.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Tol Cikampek Utama&amp;nbsp; &amp;nbsp;

5. Rekayasa Lalu Lintas
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, rekayasa lalu lintas kendaraan telah dilakukan yakni dari arah Jakarta menuju Sukabumi akan dikeluarkan di exit Tol Cigombong, kemudian masuk melalui Parungkuda menuju arah Sukabumi.&amp;nbsp;
Sementara itu, kendaraan dari arah Sukabumi menuju Jakarta akan keluar di exit Parungkuda dan masuk melalui Cigombong.
&amp;ldquo;Demikian juga yang dari arah Sukabumi menuju Jakarta kita keluarkan di exit Parungkuda masuk lagi ke Cigombong, demikian seterusnya. Ini untuk pengamanan jalur yang di titik longsor dan untuk rehabilitasi dari BUJT yang ada,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
