<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumba dan Sabu NTT</title><description>BMKG mengingatkan&amp;nbsp;masyarakat senantiasa waspada saat beraktivitas atau berada di laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt"/><item><title>BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumba dan Sabu NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt</guid><pubDate>Kamis 04 April 2024 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ponsius Econg</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt-bsJyw0UYeU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/04/340/2992690/bmkg-waspada-gelombang-tinggi-di-perairan-sumba-dan-sabu-ntt-bsJyw0UYeU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTIxMS81L3g4d2F1ejY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Tenau-Kupang, Yandri Anderudson T Tungga mengingatkan masyarakat senantiasa waspada saat beraktivitas atau berada di laut.
&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; ucap Tungga, Kamis (4/4/2024).

BACA JUGA:
Muncul Bibit Siklon 96S, BMKG: Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

Adapun peringatan dini ini, disampaikannya, berlaku selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 5 April 2024 pukul 08.00 WITA hingga 8 April 2024 pukul 08.00 WITA.

BACA JUGA:
BMKG Siap Terapkan TMC Minimalisir Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran

Pihaknya memprakirakan, gelombang laut dalam hari-hari tersebut berpotensi mencapai ketinggian sampai 5 meter, terutama di wilayah perairan Sumba dan Sabu.
&quot;Tinggi gelombang 4-5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu,&quot; bebernya.Kondisi ini sangat berisko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, baik untuk perahu nelayan dan kapal tongkang maupun kapal feri hingga bahkan bisa membahayakan kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

Tungga menjelaskan, gelombang tinggi disebabkan oleh adanya Bibit Siklon Tropis 68S yang terpantau tumbuh di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu, yang membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah NTT.

&quot;Sehingga meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta ekstrem di wilayah NTT,&quot; jelas Tungga.

Selain itu, lanjut dia, aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga menyebabkan hujan sedang-lebat bahkan ekstrem disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

&quot;Serta waspada adanya awan gelap (Cumulonimbus) yang dapat menyebabkan angin kencang, perubahan arah angin, dan peningkatan tinggi gelombang yang terjadi secara tiba-tiba,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNC8xLzE3OTIxMS81L3g4d2F1ejY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Tenau-Kupang, Yandri Anderudson T Tungga mengingatkan masyarakat senantiasa waspada saat beraktivitas atau berada di laut.
&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; ucap Tungga, Kamis (4/4/2024).

BACA JUGA:
Muncul Bibit Siklon 96S, BMKG: Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

Adapun peringatan dini ini, disampaikannya, berlaku selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 5 April 2024 pukul 08.00 WITA hingga 8 April 2024 pukul 08.00 WITA.

BACA JUGA:
BMKG Siap Terapkan TMC Minimalisir Cuaca Ekstrem saat Libur Lebaran

Pihaknya memprakirakan, gelombang laut dalam hari-hari tersebut berpotensi mencapai ketinggian sampai 5 meter, terutama di wilayah perairan Sumba dan Sabu.
&quot;Tinggi gelombang 4-5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu,&quot; bebernya.Kondisi ini sangat berisko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, baik untuk perahu nelayan dan kapal tongkang maupun kapal feri hingga bahkan bisa membahayakan kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

Tungga menjelaskan, gelombang tinggi disebabkan oleh adanya Bibit Siklon Tropis 68S yang terpantau tumbuh di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu, yang membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah NTT.

&quot;Sehingga meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta ekstrem di wilayah NTT,&quot; jelas Tungga.

Selain itu, lanjut dia, aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga menyebabkan hujan sedang-lebat bahkan ekstrem disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

&quot;Serta waspada adanya awan gelap (Cumulonimbus) yang dapat menyebabkan angin kencang, perubahan arah angin, dan peningkatan tinggi gelombang yang terjadi secara tiba-tiba,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
