<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Resmikan Masjid Baitul Arham di Sumenep</title><description>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan selesainya pekerjaan rehabilitasi Masjid Baitul Arham di Kabupaten Sumenep.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep"/><item><title>Menteri Basuki Resmikan Masjid Baitul Arham di Sumenep</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2024 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep-CiGVW23hu0.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono resmikan masjid Baitul Arham di Sumenep (Foto: Dok Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/05/1/2992979/menteri-basuki-resmikan-masjid-baitul-arham-di-sumenep-CiGVW23hu0.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono resmikan masjid Baitul Arham di Sumenep (Foto: Dok Kementerian PUPR)</title></images><description>Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Madura, Provinsi Jawa Timur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan selesainya pekerjaan rehabilitasi Masjid  Baitul Arham di Kabupaten Sumenep.
Keberadaan Masjid Baitul Arham ini menjadi simbol  keberagaman masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Di kawasan tersebut  terdapat tiga rumah ibadah yang saling berdekatan, yakni Masjid Baitul Arham, Gereja Katolik Maria  Gunung Kamel, dan Klenteng Pao Sian Lin Kong (Kong Hu Chu).
Menteri Basuki mengatakan bahwa keberadaan Masjid Baitul Arham diharapkan benar-benar  bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat mendorong  kegiatan pendidikan, dakwah dan serta aktivitas keislaman lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Tiga Dihaji di Sumsel Rampung Akhir 2024

&quot;Saya harap setelah direnovasinya masjid ini bisa lebih dimakmurkan bukan hanya s ebagai tempat  shalat saja, tetapi juga sebagai tempat kegiatan keislaman lainnya seperti pengkajian dan konsultasi.  Walhasil masjid ini harus bisa menjadi pusat pembinaan masyarakat sekitarnya,&amp;rdquo; kata Basuki.
Masjid Baitul Arham berdiri sejak 1948 dengan mengadopsi gaya arsitektur perpaduan Jawa dan  Islam. Program renovasi rumah ibadah ini dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana  Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya pada Maret hingga Oktober 2023  dengan nilai kontrak Rp8,47 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk merenovasi Gerbang Utama, Menara Masjid, Ruangan Utama  Masjid, Ruang Takmir, Tempat Wudhu, Ruang Penyimpanan, Ruang Pengurus, Parkiran, Drainase dan  Tempat Pembuangan Sampah. Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh CV Artha Media Persada  dan manajemen konstruksi oleh PT Adhi Hutama Konsolindo.
Masjid Baitul Arham berada di Jalan Bereksosok Desa Pabia, Kabupaten Sumenep atau sekitar 10  menit dari Bandara Trunojoyo Sumenep.</description><content:encoded>Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Madura, Provinsi Jawa Timur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan selesainya pekerjaan rehabilitasi Masjid  Baitul Arham di Kabupaten Sumenep.
Keberadaan Masjid Baitul Arham ini menjadi simbol  keberagaman masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Di kawasan tersebut  terdapat tiga rumah ibadah yang saling berdekatan, yakni Masjid Baitul Arham, Gereja Katolik Maria  Gunung Kamel, dan Klenteng Pao Sian Lin Kong (Kong Hu Chu).
Menteri Basuki mengatakan bahwa keberadaan Masjid Baitul Arham diharapkan benar-benar  bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat mendorong  kegiatan pendidikan, dakwah dan serta aktivitas keislaman lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Tiga Dihaji di Sumsel Rampung Akhir 2024

&quot;Saya harap setelah direnovasinya masjid ini bisa lebih dimakmurkan bukan hanya s ebagai tempat  shalat saja, tetapi juga sebagai tempat kegiatan keislaman lainnya seperti pengkajian dan konsultasi.  Walhasil masjid ini harus bisa menjadi pusat pembinaan masyarakat sekitarnya,&amp;rdquo; kata Basuki.
Masjid Baitul Arham berdiri sejak 1948 dengan mengadopsi gaya arsitektur perpaduan Jawa dan  Islam. Program renovasi rumah ibadah ini dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana  Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya pada Maret hingga Oktober 2023  dengan nilai kontrak Rp8,47 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk merenovasi Gerbang Utama, Menara Masjid, Ruangan Utama  Masjid, Ruang Takmir, Tempat Wudhu, Ruang Penyimpanan, Ruang Pengurus, Parkiran, Drainase dan  Tempat Pembuangan Sampah. Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh CV Artha Media Persada  dan manajemen konstruksi oleh PT Adhi Hutama Konsolindo.
Masjid Baitul Arham berada di Jalan Bereksosok Desa Pabia, Kabupaten Sumenep atau sekitar 10  menit dari Bandara Trunojoyo Sumenep.</content:encoded></item></channel></rss>
