<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Perwira Polda Jateng Tewas di Kompleks Akpol, Peluru Tembus Leher ke Kepala</title><description>Perwira Menengah Polda Jawa Tengah berpangkat komisaris polisi (Kompol) ditemukan tewas di kediamannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/05/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/05/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala"/><item><title>4 Fakta Perwira Polda Jateng Tewas di Kompleks Akpol, Peluru Tembus Leher ke Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/05/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/05/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2024 02:08 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/04/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala-06jdugi35j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perwira Polda Jateng ditemukan tewas di Kompleks Akpol (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/04/337/2992707/4-fakta-perwira-polda-jateng-tewas-di-kompleks-akpol-peluru-tembus-leher-ke-kepala-06jdugi35j.jpg</image><title>Perwira Polda Jateng ditemukan tewas di Kompleks Akpol (Foto: Ist)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Perwira Menengah Polda Jawa Tengah berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) ditemukan tewas di kediamannya, kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Blok K Jalan M. Sanusi, RT 05 RW06, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya:
1. Bunuh Diri&amp;nbsp;
Korban Kompol PT diduga tewas akibat bunuh diri. Korban ditemukan pada Kamis sekira pukul 09.00 WIB pada Kamis 4 April 2024 di sebuah mobil warna putih nomor polisi H 1898 DG yang terparkir di kediamannya.
Nampak banyak darah di aspal dekat pintu kiri mobil berceceran.

BACA JUGA:
Sepekan Jelang Lebaran, Simpang Cikopo Masih Landai Dilalui Pemudik

2. Luka Tembak Tembus dari Leher ke Kepala&amp;nbsp;
Kompol PT yang juga salah satu kanit di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng tewas setelah menembak lehernya sendiri dengan pistol jenis Glock.
&amp;ldquo;Meninggal dunia bunuh diri menggunakan senpi,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:
 Minibus dan Angkot Tabrakan di Depok hingga Ringsek, Berakhir Damai

3. Pemicunya Diduga Masalah Keluarga
Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan insiden itu. Diduga pemicunya adalah masalah keluarga.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Iya, ada kejadian itu. Diduga masalah keluarga (penyebabnya),&amp;rdquo; katanya.

Informasi masih dikumpulkan lebih lanjut, ditangani Propam Polda Jateng. Pihak keluarga, yakni istri dan anak korban belum bisa dimintai keterangan karena masih syok dengan insiden itu. Korban meninggalkan 3 anak, 1 laki laki, 2 perempuan.
4. Jenazah Diautopsi
Di lokasi, sudah dipasang garis polisi. Lokasinya dijaga ketat provost. Polisi bagian Identifikasi TKP berada di sana, termasuk petugas tak berseragam.

BACA JUGA:
 BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang-Lebat hingga 11 April, Ini Tiga Penyebabnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Informasi yang diperoleh, jenazahnya kini sedang diautopsi di RS Bhayangkara setempat.
&amp;ldquo;Setiap harinya berdinas di Polda Jateng, korban laki-laki pangkat Kompol, penyebab dan kronologi masih penyelidikan,&amp;rdquo; ujar Stefanus.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Perwira Menengah Polda Jawa Tengah berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) ditemukan tewas di kediamannya, kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang Blok K Jalan M. Sanusi, RT 05 RW06, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya:
1. Bunuh Diri&amp;nbsp;
Korban Kompol PT diduga tewas akibat bunuh diri. Korban ditemukan pada Kamis sekira pukul 09.00 WIB pada Kamis 4 April 2024 di sebuah mobil warna putih nomor polisi H 1898 DG yang terparkir di kediamannya.
Nampak banyak darah di aspal dekat pintu kiri mobil berceceran.

BACA JUGA:
Sepekan Jelang Lebaran, Simpang Cikopo Masih Landai Dilalui Pemudik

2. Luka Tembak Tembus dari Leher ke Kepala&amp;nbsp;
Kompol PT yang juga salah satu kanit di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng tewas setelah menembak lehernya sendiri dengan pistol jenis Glock.
&amp;ldquo;Meninggal dunia bunuh diri menggunakan senpi,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:
 Minibus dan Angkot Tabrakan di Depok hingga Ringsek, Berakhir Damai

3. Pemicunya Diduga Masalah Keluarga
Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan insiden itu. Diduga pemicunya adalah masalah keluarga.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Iya, ada kejadian itu. Diduga masalah keluarga (penyebabnya),&amp;rdquo; katanya.

Informasi masih dikumpulkan lebih lanjut, ditangani Propam Polda Jateng. Pihak keluarga, yakni istri dan anak korban belum bisa dimintai keterangan karena masih syok dengan insiden itu. Korban meninggalkan 3 anak, 1 laki laki, 2 perempuan.
4. Jenazah Diautopsi
Di lokasi, sudah dipasang garis polisi. Lokasinya dijaga ketat provost. Polisi bagian Identifikasi TKP berada di sana, termasuk petugas tak berseragam.

BACA JUGA:
 BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang-Lebat hingga 11 April, Ini Tiga Penyebabnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Informasi yang diperoleh, jenazahnya kini sedang diautopsi di RS Bhayangkara setempat.
&amp;ldquo;Setiap harinya berdinas di Polda Jateng, korban laki-laki pangkat Kompol, penyebab dan kronologi masih penyelidikan,&amp;rdquo; ujar Stefanus.</content:encoded></item></channel></rss>
