<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Tol Bocimi Akibat Curah Hujan Tinggi, Begini Penjelasan BMKG</title><description>Penjelasan BMKG soal curah hujan di Sukabumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Longsor Tol Bocimi Akibat Curah Hujan Tinggi, Begini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Sabtu 06 April 2024 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg-g8fWXE7FPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Bocimi (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/06/337/2993428/longsor-tol-bocimi-akibat-curah-hujan-tinggi-begini-penjelasan-bmkg-g8fWXE7FPl.jpg</image><title>Tol Bocimi (MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNS8xLzE3OTI1OS81L3g4d2QxOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya longsor di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Ciawi) yang terjadi pada KM 64, Rabu 3 April 2024.



Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan berdasarkan data sebaran hujan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya bahwa sejak 31 Maret hingga 3 April 2024 mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lubang Longsoran Meluas, Jalan Tol Bocimi KM 64 Arah Sukabumi Terputus Total


&amp;ldquo;Berdasarkan data sebaran curah hujan BMKG, sejak tanggal 31 Maret hingga 3 April 2024 wilayah Sukabumi dan sekitarnya mengalami hujan dengan intensitas bervariasi sedang hingga lebat,&amp;rdquo; ungkap Andri dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2024).



Sementara itu, Andri mengatakan curah hujan lebat yang terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya tersebut dipicu oleh aktivitas dinamika atmosfer lokal yang menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan.



Andri pun mengungkapkan curah hujan sekitar Jalan Tol Bocimi, pada hari Rabu, 3 April 2024, berada pada kategori sedang hingga lebat, yaitu tercatat 38 mm/hari hingga 59 mm/hari.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Longsor Tol Bocimi, Bahaya Buat Jalur Mudik Lebaran


Lebih lanjut, Andri memastikan bahwa semua jalan tol sudah didesain dengan drainase khusus untuk mengantisipasi potensi hujan lebat, seperti halnya Tol Bocimi. &amp;ldquo;Pada umumnya jalan tol sudah didesain dengan drainase khusus untuk mengantisipasi potensi hujan lebat.&amp;rdquo;



Tidak hanya itu, Andri menegaskan BMKG Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan sedang-lebat tersebut 3 hari sebelum kejadian longsornya Tol Bocimi.



&amp;ldquo;Peringatan dini mencakup wilayah Sukabumi dan sekitarnya yang kemudian diupdate dengan peringatan dini cuaca ekstrem pada skala waktu 3 hingga 6 jam kedepan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNS8xLzE3OTI1OS81L3g4d2QxOXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya longsor di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Ciawi) yang terjadi pada KM 64, Rabu 3 April 2024.



Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan berdasarkan data sebaran hujan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya bahwa sejak 31 Maret hingga 3 April 2024 mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lubang Longsoran Meluas, Jalan Tol Bocimi KM 64 Arah Sukabumi Terputus Total


&amp;ldquo;Berdasarkan data sebaran curah hujan BMKG, sejak tanggal 31 Maret hingga 3 April 2024 wilayah Sukabumi dan sekitarnya mengalami hujan dengan intensitas bervariasi sedang hingga lebat,&amp;rdquo; ungkap Andri dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2024).



Sementara itu, Andri mengatakan curah hujan lebat yang terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya tersebut dipicu oleh aktivitas dinamika atmosfer lokal yang menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan.



Andri pun mengungkapkan curah hujan sekitar Jalan Tol Bocimi, pada hari Rabu, 3 April 2024, berada pada kategori sedang hingga lebat, yaitu tercatat 38 mm/hari hingga 59 mm/hari.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Longsor Tol Bocimi, Bahaya Buat Jalur Mudik Lebaran


Lebih lanjut, Andri memastikan bahwa semua jalan tol sudah didesain dengan drainase khusus untuk mengantisipasi potensi hujan lebat, seperti halnya Tol Bocimi. &amp;ldquo;Pada umumnya jalan tol sudah didesain dengan drainase khusus untuk mengantisipasi potensi hujan lebat.&amp;rdquo;



Tidak hanya itu, Andri menegaskan BMKG Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan sedang-lebat tersebut 3 hari sebelum kejadian longsornya Tol Bocimi.



&amp;ldquo;Peringatan dini mencakup wilayah Sukabumi dan sekitarnya yang kemudian diupdate dengan peringatan dini cuaca ekstrem pada skala waktu 3 hingga 6 jam kedepan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
