<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ramalan Jayabaya Tentang Pasar Ilang Kumandange: Intensitas Keramaian Pasar Tidak Terdengar dari Radius 5 Km   </title><description>Raja Sri Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaanya. Sri Jayabaya juga dikenal sebagai raja yang meramal masa depan di Nusantara.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km"/><item><title> Ramalan Jayabaya Tentang Pasar Ilang Kumandange: Intensitas Keramaian Pasar Tidak Terdengar dari Radius 5 Km   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km</guid><pubDate>Minggu 07 April 2024 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km-f6Fz0BNC4S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Jayabaya (foto: dok wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/07/337/2993538/ramalan-jayabaya-tentang-pasar-ilang-kumandange-intensitas-keramaian-pasar-tidak-terdengar-dari-radius-5-km-f6Fz0BNC4S.jpg</image><title>Raja Jayabaya (foto: dok wikipedia)</title></images><description>
JAKARTA - Sri Aji Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, adalah raja yang memerintah Kerajaan Kediri sejak tahun 1135 hingga 1159.

Semasa kepemimpinan Raja Sri Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaanya. Sri Jayabaya juga dikenal sebagai raja yang meramal masa depan di Nusantara.

BACA JUGA:
Mengulik Peran Para Ulama dalam Ramalan Jayabaya

Ramalan Sri Jayabaya ditulis dalam sebuah tulisan yang dikenal sebagai &amp;lsquo;Ramalan Jayabaya'. Salah satunya Pasar Ilang Kumandange, yaitu &amp;ldquo;Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpo jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange.

Seorang ahli sejarah, Ki Tuwu mengungkapkan, Jayabaya bisa memprediksi hilangnya suasana pasar yang biasanya terdengar akan keramaian di pagi hari, seiring berkembangnya zaman kini keramaian itu sudah tidak terdengar lagi.

BACA JUGA:
Kisah Sultan Hamengku Buwono IX yang Sudah Prediksi Datangnya Kemerdekaan Indonesia Lewat Ramalan Jayabaya

Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak.&quot; Yang memiliki arti &amp;ldquo;adanya kereta api, perahu berjalan di atas angkasa - artinya terciptanya pesawat terbang.

&quot;Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km,&quot; tertulis dalam kitab Jangka Jayabaya.

Seperti yang diketahui pasar merupakan pusat dari keramaian yang didominasi kegiatan jual beli, banyaknya penjual dan pembeli yang kerap menjadi ikon keramaian kondisi pasar.



Namun, ramalan Jayabaya yang kini menjadi kenyataan, membuktikan bahwa intensitas keramaian pasar semakin menurun hingga tidak terdengar dari radius 5 Km.




&amp;nbsp;
Wallahu A'lam Bishawab</description><content:encoded>
JAKARTA - Sri Aji Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, adalah raja yang memerintah Kerajaan Kediri sejak tahun 1135 hingga 1159.

Semasa kepemimpinan Raja Sri Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaanya. Sri Jayabaya juga dikenal sebagai raja yang meramal masa depan di Nusantara.

BACA JUGA:
Mengulik Peran Para Ulama dalam Ramalan Jayabaya

Ramalan Sri Jayabaya ditulis dalam sebuah tulisan yang dikenal sebagai &amp;lsquo;Ramalan Jayabaya'. Salah satunya Pasar Ilang Kumandange, yaitu &amp;ldquo;Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpo jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange.

Seorang ahli sejarah, Ki Tuwu mengungkapkan, Jayabaya bisa memprediksi hilangnya suasana pasar yang biasanya terdengar akan keramaian di pagi hari, seiring berkembangnya zaman kini keramaian itu sudah tidak terdengar lagi.

BACA JUGA:
Kisah Sultan Hamengku Buwono IX yang Sudah Prediksi Datangnya Kemerdekaan Indonesia Lewat Ramalan Jayabaya

Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak.&quot; Yang memiliki arti &amp;ldquo;adanya kereta api, perahu berjalan di atas angkasa - artinya terciptanya pesawat terbang.

&quot;Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km,&quot; tertulis dalam kitab Jangka Jayabaya.

Seperti yang diketahui pasar merupakan pusat dari keramaian yang didominasi kegiatan jual beli, banyaknya penjual dan pembeli yang kerap menjadi ikon keramaian kondisi pasar.



Namun, ramalan Jayabaya yang kini menjadi kenyataan, membuktikan bahwa intensitas keramaian pasar semakin menurun hingga tidak terdengar dari radius 5 Km.




&amp;nbsp;
Wallahu A'lam Bishawab</content:encoded></item></channel></rss>
