<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Pembuang Sajen Ditemukan Tewas di Gunung Katu Malang, Ada 3 Luka Sayatan</title><description>Ada tiga luka sayatan yang diduga membuat korban meregang nyawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan"/><item><title>Pria Pembuang Sajen Ditemukan Tewas di Gunung Katu Malang, Ada 3 Luka Sayatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan</guid><pubDate>Minggu 07 April 2024 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan-fycZZcNjXe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayat pembuang sajen (Foto: Ist/Avirista M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/07/519/2993535/pria-pembuang-sajen-ditemukan-tewas-di-gunung-katu-malang-ada-3-luka-sayatan-fycZZcNjXe.jpg</image><title>Mayat pembuang sajen (Foto: Ist/Avirista M)</title></images><description>MALANG - Tiga luka sayatan diduga kuat membuat pria asal Kota Malang ditemukan tewas di Gunung Katu, saat hendak membuang sesajen. Pria bernama Abdul Aziz Sofi'i (36) warga Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ini sebelumnya sempat hilang sejak Rabu 27 Maret 2024 malam.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi dari tim dokter forensik, ada tiga luka sayatan yang diduga membuat korban meregang nyawa.

&quot;Tiga luka, berdasarkan hasil autopsi dan keterangan dokter. Ada tiga luka yang diduga berasal dari benda tajam sayatan,&quot; ucap Gandha Syah Hidayat, kepada wartawan pada Sabtu petang (6/4/2024).

BACA JUGA:
Volume Kendaraan Meningkat di Tol Japek, Perpanjangan Contraflow dari Km 36-47 Diberlakukan


Gandha menyatakan, luka-luka itu ditemukan leher bagian depan dan belakang. Dugaan kuat luka itulah yang membuat Sofi'i akhirnya ditemukan tewas pada Senin (1/4/2024).

&quot;Hasil autopsi yang baru kami terima pagi tadi. Mayat yang ditemukan di kawasan Gunung Katu, diduga korban pembunuhan, Karena ada luka di bagian lehernya yang di akibatkan benda tajam,&quot; ungkap dia.

BACA JUGA:
Mobil Terbakar di Kembangan, Diduga Gegara Remaja Konvoi Nyalakan Petasan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pihaknya sendiri sudah memintai keterangan beberapa orang saksi, baik dari keluarga, maupun orang yang terakhir bersama korban. Namun, hingga kini pihaknya masih mendalami, apakah terduga pelaku pembunuhan itu orang terdekat korban.

&quot;Kami akan mencari saksi-saksi yang mungkin kita dari orang-orang terdekat, sampai nanti kita lihat dari petunjuk-petunjuk, yang akan kita kumpulkan dari TKP maupun keterangan saksi yang kita dapatkan. Total ada 12 saksi yang sudah kami periksa,&quot; terangnya.

Sejauh ini, pihaknya tak mau berspekulasi terlebih dahulu mengenai siapa sebenarnya pelaku pembunuhan Sofi'i. Ia pun menargetkan secepatnya bakal mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini.



&quot;Kami coba secepatnya, mudah-mudahan perkara ini bisa terungkap dengan cepat,&quot; tukasnya.

BACA JUGA:
Tragis! Bocah Ditemukan Tewas Dilalap Api dalam Kebakaran 15 Rumah di Balikpapan




Sebagai informasi, korban Abdul Azis ketika dinyatakan hilang, pergi meninggalkan rumah dengan mengunakan kendaraan Suzuki Shogun 125 warna Silver bernomor polisi N 4802 ACL, pada Rabu 27 Maret 2024 sekitar pukul 19.30 WIB.



Abdul Azis saat itu berpamitan dan diketahui adil kandungnya, akan membuang sesaji ke Gunung Katu, untuk ritual demi kesembuhan ibunya yang tengah sakit. Saat pergi ke lokasi yang dituju, korban ditemani dengan salah satunya temannya bernama Fendik Lestari.



Namun, Fendik tidak menemani urusan korban hingga tuntas. Dirinya diminta korban untuk meninggalkannya saja, karena istri Fendik menghubungi korban dan menanyakan keberadaan Fendik.

BACA JUGA:
Pelabuhan Panjang Diaktifkan Antisipasi Kepadatan Pemudik di Bakauheni




Sebelum pergi, Fendik juga sempat menanyakan siapa orang yang akan bertemu dengan korban menggunakan motor Vario. Namun, oleh korban tidak dijelaskan dengan meminta, agar Fendik segera pulang. Sejak saat itu, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sebelum akhirnya, ditemukan sudah tewas.</description><content:encoded>MALANG - Tiga luka sayatan diduga kuat membuat pria asal Kota Malang ditemukan tewas di Gunung Katu, saat hendak membuang sesajen. Pria bernama Abdul Aziz Sofi'i (36) warga Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ini sebelumnya sempat hilang sejak Rabu 27 Maret 2024 malam.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi dari tim dokter forensik, ada tiga luka sayatan yang diduga membuat korban meregang nyawa.

&quot;Tiga luka, berdasarkan hasil autopsi dan keterangan dokter. Ada tiga luka yang diduga berasal dari benda tajam sayatan,&quot; ucap Gandha Syah Hidayat, kepada wartawan pada Sabtu petang (6/4/2024).

BACA JUGA:
Volume Kendaraan Meningkat di Tol Japek, Perpanjangan Contraflow dari Km 36-47 Diberlakukan


Gandha menyatakan, luka-luka itu ditemukan leher bagian depan dan belakang. Dugaan kuat luka itulah yang membuat Sofi'i akhirnya ditemukan tewas pada Senin (1/4/2024).

&quot;Hasil autopsi yang baru kami terima pagi tadi. Mayat yang ditemukan di kawasan Gunung Katu, diduga korban pembunuhan, Karena ada luka di bagian lehernya yang di akibatkan benda tajam,&quot; ungkap dia.

BACA JUGA:
Mobil Terbakar di Kembangan, Diduga Gegara Remaja Konvoi Nyalakan Petasan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pihaknya sendiri sudah memintai keterangan beberapa orang saksi, baik dari keluarga, maupun orang yang terakhir bersama korban. Namun, hingga kini pihaknya masih mendalami, apakah terduga pelaku pembunuhan itu orang terdekat korban.

&quot;Kami akan mencari saksi-saksi yang mungkin kita dari orang-orang terdekat, sampai nanti kita lihat dari petunjuk-petunjuk, yang akan kita kumpulkan dari TKP maupun keterangan saksi yang kita dapatkan. Total ada 12 saksi yang sudah kami periksa,&quot; terangnya.

Sejauh ini, pihaknya tak mau berspekulasi terlebih dahulu mengenai siapa sebenarnya pelaku pembunuhan Sofi'i. Ia pun menargetkan secepatnya bakal mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini.



&quot;Kami coba secepatnya, mudah-mudahan perkara ini bisa terungkap dengan cepat,&quot; tukasnya.

BACA JUGA:
Tragis! Bocah Ditemukan Tewas Dilalap Api dalam Kebakaran 15 Rumah di Balikpapan




Sebagai informasi, korban Abdul Azis ketika dinyatakan hilang, pergi meninggalkan rumah dengan mengunakan kendaraan Suzuki Shogun 125 warna Silver bernomor polisi N 4802 ACL, pada Rabu 27 Maret 2024 sekitar pukul 19.30 WIB.



Abdul Azis saat itu berpamitan dan diketahui adil kandungnya, akan membuang sesaji ke Gunung Katu, untuk ritual demi kesembuhan ibunya yang tengah sakit. Saat pergi ke lokasi yang dituju, korban ditemani dengan salah satunya temannya bernama Fendik Lestari.



Namun, Fendik tidak menemani urusan korban hingga tuntas. Dirinya diminta korban untuk meninggalkannya saja, karena istri Fendik menghubungi korban dan menanyakan keberadaan Fendik.

BACA JUGA:
Pelabuhan Panjang Diaktifkan Antisipasi Kepadatan Pemudik di Bakauheni




Sebelum pergi, Fendik juga sempat menanyakan siapa orang yang akan bertemu dengan korban menggunakan motor Vario. Namun, oleh korban tidak dijelaskan dengan meminta, agar Fendik segera pulang. Sejak saat itu, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sebelum akhirnya, ditemukan sudah tewas.</content:encoded></item></channel></rss>
