<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaringan Narkoba Fredy Pratama Impor Bahan Baku Belum Terdaftar dari China</title><description>Bahan baku yang tidak masuk dalam daftar prekursor tersebut diketahui diimport oleh tersangka DPO Bandar Narkoba Fredy Pratama dari China</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china"/><item><title>Jaringan Narkoba Fredy Pratama Impor Bahan Baku Belum Terdaftar dari China</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china</guid><pubDate>Senin 08 April 2024 13:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china-CdRUEsZs4z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaringan Narkoba Fredy Pratama ditangkap polisi (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2994008/jaringan-narkoba-fredy-pratama-impor-bahan-baku-belum-terdaftar-dari-china-CdRUEsZs4z.jpg</image><title>Jaringan Narkoba Fredy Pratama ditangkap polisi (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ratusan kilogram bahan baku diamankan petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dari pabrik narkoba rumah di Komplek Taman Sunter Agung, Jakarta Utara.

Bahan-bahan baku yang tidak masuk dalam daftar prekursor tersebut diketahui diimport oleh tersangka DPO Bandar Narkoba Fredy Pratama dari luar negeri China.


BACA JUGA:
Intip Suasana Pabrik Ekstasi Fredy Pratama di Sunter yang Digerebek Bareskrim


Hal tersebut disampaikan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol, Mukti Juharsa saat ungkap kasus di lokasi Taman Sunter Agung 2, Jakarta Utara, pada Senin (8/4/2024).

&quot;Adapun kronologi ini adalah kami mendapat laporan dari Bea Cukai Soekarno Hatta bahwa ada barang-barang yang akan masuk ke Indonesia. Barang-barang narkotika ini perlu digarisbawahi bahwa barang ini bukan merupakan prekursor narkotika,&quot; ujar Mukti.

Mukti menjelaskan modus yang digunakan oleh jaringan bandar narkoba Fredy Pratama tersebut termasuk baru karena sejumlah bahan kimia tersebut tidak tercantum dalam prekursor narkotika yang dikeluarkan pemerintah.

&quot;Tapi barang-barang ini adalah masih dalam bentuk bukan prekusor namun akhirnya diracik oleh pelaku untuk membuat ekstasi. Inilah yang sangat unik sekali dilakukan oleh kasus ini,&quot; kata Mukti.


BACA JUGA:
Korban Kecelakaan Maut Tol Japek: 7 Pria dan 5 Wanita


Setelah selama empat bulan Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Utara, Bea Cukai Soekarno Hatta dan Bea Cukai dari Pusat sama-sama melakukan penyelidikan, akhirnya jaringan pabrik ekstasi rumahan dapat ditemukan di Taman Sunter Agung 2, Jakarta Utara.

&quot;Alhamdullilah sekarang kita bisa menangkap pelaku tersebut. Adapun modus operandinya adalah Fredy Pratama alias Amang alias Miming alias Lungkat mengimpor bahan baku yang tidak masuk dalam daftar prekusor. Dan diimpornya dari China langsung,&quot; pungkas Mukti Juharsa.Sebagaimana diketahui sebelumnya, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan pihaknya kembali menggerebek Pabrik rumahan.

&quot;Setelah dua hari lalu menggerebek Pabrik Rumahan Sabu dan Happy Water di Semarang Jawa Tengah, sekarang Pabrik Rumahan Ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara,&quot; ujar Mukti, Jumat (5/4/3/2024) dalam keterangannya.

Mukti Juharsa membenarkan pihak nya sudah mengungkap pabrik rumahan narkoba di Sunter, Jakarta Utara.

&quot;Clandestine Lab produksi ekstasi ini kita amankan 6 tersangka, dengan ribuan butir ekstasi, ini adalah kepunyaan Fredy Pratama, dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand,&quot; ungkap Mukti Juharsa.

Clandestine lab di Sunter tersebut kata Mukti cukup lengkap karena ada mesin cetak ekstasi, bahan baku yang siap cetak, bahan adonan dan alat pendukung pembuatan ekstasi lainnya.

Dari foto yang disampaikan pihak kepolisian terlihat sebuah bangunan rumah elit dua lantai sudah dipasang garis polisi. Sejumlah mesin berbahan besi tampak disimpan di salah satu ruangan.

Terlihat pula sejumlah bungkusan plastik butiran berwarna pink, hitam, dan biru gelap di dekat mesin produksi ekstasi tersebut.

&quot;Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 300 ribu butir,&quot; pungkas Mukti Juharsa.</description><content:encoded>JAKARTA - Ratusan kilogram bahan baku diamankan petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dari pabrik narkoba rumah di Komplek Taman Sunter Agung, Jakarta Utara.

Bahan-bahan baku yang tidak masuk dalam daftar prekursor tersebut diketahui diimport oleh tersangka DPO Bandar Narkoba Fredy Pratama dari luar negeri China.


BACA JUGA:
Intip Suasana Pabrik Ekstasi Fredy Pratama di Sunter yang Digerebek Bareskrim


Hal tersebut disampaikan Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol, Mukti Juharsa saat ungkap kasus di lokasi Taman Sunter Agung 2, Jakarta Utara, pada Senin (8/4/2024).

&quot;Adapun kronologi ini adalah kami mendapat laporan dari Bea Cukai Soekarno Hatta bahwa ada barang-barang yang akan masuk ke Indonesia. Barang-barang narkotika ini perlu digarisbawahi bahwa barang ini bukan merupakan prekursor narkotika,&quot; ujar Mukti.

Mukti menjelaskan modus yang digunakan oleh jaringan bandar narkoba Fredy Pratama tersebut termasuk baru karena sejumlah bahan kimia tersebut tidak tercantum dalam prekursor narkotika yang dikeluarkan pemerintah.

&quot;Tapi barang-barang ini adalah masih dalam bentuk bukan prekusor namun akhirnya diracik oleh pelaku untuk membuat ekstasi. Inilah yang sangat unik sekali dilakukan oleh kasus ini,&quot; kata Mukti.


BACA JUGA:
Korban Kecelakaan Maut Tol Japek: 7 Pria dan 5 Wanita


Setelah selama empat bulan Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Utara, Bea Cukai Soekarno Hatta dan Bea Cukai dari Pusat sama-sama melakukan penyelidikan, akhirnya jaringan pabrik ekstasi rumahan dapat ditemukan di Taman Sunter Agung 2, Jakarta Utara.

&quot;Alhamdullilah sekarang kita bisa menangkap pelaku tersebut. Adapun modus operandinya adalah Fredy Pratama alias Amang alias Miming alias Lungkat mengimpor bahan baku yang tidak masuk dalam daftar prekusor. Dan diimpornya dari China langsung,&quot; pungkas Mukti Juharsa.Sebagaimana diketahui sebelumnya, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan pihaknya kembali menggerebek Pabrik rumahan.

&quot;Setelah dua hari lalu menggerebek Pabrik Rumahan Sabu dan Happy Water di Semarang Jawa Tengah, sekarang Pabrik Rumahan Ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara,&quot; ujar Mukti, Jumat (5/4/3/2024) dalam keterangannya.

Mukti Juharsa membenarkan pihak nya sudah mengungkap pabrik rumahan narkoba di Sunter, Jakarta Utara.

&quot;Clandestine Lab produksi ekstasi ini kita amankan 6 tersangka, dengan ribuan butir ekstasi, ini adalah kepunyaan Fredy Pratama, dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand,&quot; ungkap Mukti Juharsa.

Clandestine lab di Sunter tersebut kata Mukti cukup lengkap karena ada mesin cetak ekstasi, bahan baku yang siap cetak, bahan adonan dan alat pendukung pembuatan ekstasi lainnya.

Dari foto yang disampaikan pihak kepolisian terlihat sebuah bangunan rumah elit dua lantai sudah dipasang garis polisi. Sejumlah mesin berbahan besi tampak disimpan di salah satu ruangan.

Terlihat pula sejumlah bungkusan plastik butiran berwarna pink, hitam, dan biru gelap di dekat mesin produksi ekstasi tersebut.

&quot;Bahan baku tersebut jika dicetak bisa mencapai 300 ribu butir,&quot; pungkas Mukti Juharsa.</content:encoded></item></channel></rss>
