<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Kembali Merendam 500 Rumah Warga Luwu</title><description>Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tepatnya di Kelurahan Lindajang dan Desa Buntu Barana Kecamatan Suli Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu"/><item><title>Banjir Kembali Merendam 500 Rumah Warga Luwu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu</guid><pubDate>Senin 08 April 2024 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Abdullah Nicolha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu-A0RT5WCTFI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir merendam 500 rumah warga Luwu (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/08/609/2993912/banjir-kembali-merendam-500-rumah-warga-luwu-A0RT5WCTFI.jpg</image><title>Banjir merendam 500 rumah warga Luwu (Foto : Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNy8xLzE3OTMyNS81L3g4d2czaHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MAKASSAR - Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tepatnya di Kelurahan Lindajang dan Desa Buntu Barana Kecamatan Suli Barat, serta Kelurahan Suli Kecamatan Suli, Minggu, (7/4/2024) malam.

Banjir menggenangi ruas jalan dan ratusan rumah terendam dengan ketinggian yang bervariasi, 20 - 50 cm. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 500 rumah warga terendam banjir.


BACA JUGA:
 Imbas Kecelakaan di Ruas Tol Japek KM 58, Kemacetan Terjadi hingga 12 Km&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, atas nama pemerintah provinsi mendoakan supaya banjir dapat segera surut.

Dia pun berterimakasih atas upaya Pemda Luwu, Satpol, Tagana bersama Forkopimda, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait, yang melakukan upaya-upaya dalam membantu warga terdampak.

&quot;Saya sudah komunikasi langsung bupati dan pastikan semua dalam keadaan aman dan terlayani,&quot; kata Bahtiar, Minggu 7 April 2024.


BACA JUGA:
Pascabanjir Banjir Bandang, 261 Jiwa dan 69 Unit Rumah di Agam Terdampak


Bahtiar mengungkapkan, banjir diakibatkan intensitas hujan yang lebat, sementara pohon atau hutan untuk menyerap atau menahan air kurang.

Dia mengaku prihatin, karena saat ini kerusakan hutan dan alam hampir merata di seluruh daerah. Akibatnya, sumber air bersih juga berkurang.&quot;Karena hilang tanaman atau pohon serapan air tinggi. Mohon masuk dalam musrembang dan menjadi program prioritas semua daerah bersama pemprov. Kita semua harus sama-sama. Termasuk gerakkan partisipasi masyarakat dan swasta,&quot; pesan Bahtiar.

Dia menambahkan, warga harus diedukasi agar kembali menanam pohon dan kurangi penebangan pohon yang menjadi sumber air bersih.

&quot;Kita masukkan RPJMD 2024 - 2029. Program menurunkan emisi karbon, penanganan lahan kritis, DAS, Danau, Bendungan, Embung, sumber air bersih dan sekaligus tanaman pohon yang bisa menjadi sumber ekonomi dan gizi masyarakat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNy8xLzE3OTMyNS81L3g4d2czaHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

MAKASSAR - Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tepatnya di Kelurahan Lindajang dan Desa Buntu Barana Kecamatan Suli Barat, serta Kelurahan Suli Kecamatan Suli, Minggu, (7/4/2024) malam.

Banjir menggenangi ruas jalan dan ratusan rumah terendam dengan ketinggian yang bervariasi, 20 - 50 cm. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 500 rumah warga terendam banjir.


BACA JUGA:
 Imbas Kecelakaan di Ruas Tol Japek KM 58, Kemacetan Terjadi hingga 12 Km&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, atas nama pemerintah provinsi mendoakan supaya banjir dapat segera surut.

Dia pun berterimakasih atas upaya Pemda Luwu, Satpol, Tagana bersama Forkopimda, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait, yang melakukan upaya-upaya dalam membantu warga terdampak.

&quot;Saya sudah komunikasi langsung bupati dan pastikan semua dalam keadaan aman dan terlayani,&quot; kata Bahtiar, Minggu 7 April 2024.


BACA JUGA:
Pascabanjir Banjir Bandang, 261 Jiwa dan 69 Unit Rumah di Agam Terdampak


Bahtiar mengungkapkan, banjir diakibatkan intensitas hujan yang lebat, sementara pohon atau hutan untuk menyerap atau menahan air kurang.

Dia mengaku prihatin, karena saat ini kerusakan hutan dan alam hampir merata di seluruh daerah. Akibatnya, sumber air bersih juga berkurang.&quot;Karena hilang tanaman atau pohon serapan air tinggi. Mohon masuk dalam musrembang dan menjadi program prioritas semua daerah bersama pemprov. Kita semua harus sama-sama. Termasuk gerakkan partisipasi masyarakat dan swasta,&quot; pesan Bahtiar.

Dia menambahkan, warga harus diedukasi agar kembali menanam pohon dan kurangi penebangan pohon yang menjadi sumber air bersih.

&quot;Kita masukkan RPJMD 2024 - 2029. Program menurunkan emisi karbon, penanganan lahan kritis, DAS, Danau, Bendungan, Embung, sumber air bersih dan sekaligus tanaman pohon yang bisa menjadi sumber ekonomi dan gizi masyarakat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
