<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pekerja Indonesia di Hong Kong Baru Bisa Mudik Usai 13 Tahun Merantau</title><description>Mereka tak bisa cuti mudik tiap tahun seperti di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/09/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/09/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau"/><item><title>Kisah Pekerja Indonesia di Hong Kong Baru Bisa Mudik Usai 13 Tahun Merantau</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/09/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/09/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau</guid><pubDate>Selasa 09 April 2024 04:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Utami Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau-Nkcb7zSko3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah PMI di Hong Kong yang baru bisa mudik setelah 13 tahun (Foto: MPI/Ayu Utami)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2994132/kisah-pekerja-indonesia-di-hong-kong-baru-bisa-mudik-usai-13-tahun-merantau-Nkcb7zSko3.jpg</image><title>Kisah PMI di Hong Kong yang baru bisa mudik setelah 13 tahun (Foto: MPI/Ayu Utami)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wOC8xLzE3OTM4Ni81L3g4d2k4eTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tak sedikit pemudik yang butuh perjuangan panjang demi bisa bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Salah satunya dirasakan oleh Yani, pekerja migran Indonesia (PMI) yang sudah 13 tahun bekerja di Hong Kong dan baru mendapatkan kesempatan mudik.

&quot;Di Hongkong udah 13 tahun, baru cuti. Gak bisa (tiap tahun mudik),&quot; ujar Yani saat ditemui MNC Portal Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional, Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin 8 April 2024.

Sayangnya, untuk tiba di Lampung yang menjadi kampung halamannya Yani harus melalui drama di perjalanan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Imbas Kecelakaan Maut KM 58 Tol Japek, Kakorlantas : Contraflow Mudik Lebaran Dihentikan Sementara!

&quot;Iya (pertama kali pulang setelah 13 tahun) banyak dramanya,&quot; kata Yani.

&quot;Dari Hong Kong terbang jam 6 (sore) sampai jakarta jam 10 malam. Harus nunggu nanti malam jam 6 sore aku harus ke Lampung,&quot; tambah perempuan 44 tahun tersebut.

Diakui Yani, total ia sudah berada di bandara selama 18 jam meski lelah harus menunggu, Yani berusaha mengambil sisi positifnya.

&quot;Tapi oke sih, maksudnya gak gimana-gimana ya walaupun capek ya, ada untungnya bisa istirahat walaupun capek,&quot; terang Yani.

Yani juga menjelaskan alasan mengapa butuh waktu lama untuk sampai ke kampung halamannya. Hal itu dikarenakan peraturan jadwal penerbangan yang dibuat oleh salah satu maskapai penerbangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tinjau Arus Mudik, Kapolri Bakal ke Tol Cikampek Sore Ini

&quot;Bukan delay, karena penerbangan nya emang jam nya segitu, karena Garuda peraturan nya kan berubah, jadi masih diperbarui lagi gimana supaya para PMI ini nyaman belum ketemu. Ambil positifnya aja,&quot; jelas Yani.

Ke depannya Yani berharap maskapai penerbangan bisa turut memperhatikan jadwal penerbangan PMI.

&quot;Kalau bisa PMI diutamakan, kan kita devisa gitu ya kualitas buat kita diperbaiki lah jangan mentang-mentang kita PMI. Tapi peraturan udah oke sih, cuma masalah jadwal aja kalau bisa satu hari perjalanan biar kita gak capek,&quot; pungkas Yani.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wOC8xLzE3OTM4Ni81L3g4d2k4eTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tak sedikit pemudik yang butuh perjuangan panjang demi bisa bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Salah satunya dirasakan oleh Yani, pekerja migran Indonesia (PMI) yang sudah 13 tahun bekerja di Hong Kong dan baru mendapatkan kesempatan mudik.

&quot;Di Hongkong udah 13 tahun, baru cuti. Gak bisa (tiap tahun mudik),&quot; ujar Yani saat ditemui MNC Portal Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional, Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin 8 April 2024.

Sayangnya, untuk tiba di Lampung yang menjadi kampung halamannya Yani harus melalui drama di perjalanan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Imbas Kecelakaan Maut KM 58 Tol Japek, Kakorlantas : Contraflow Mudik Lebaran Dihentikan Sementara!

&quot;Iya (pertama kali pulang setelah 13 tahun) banyak dramanya,&quot; kata Yani.

&quot;Dari Hong Kong terbang jam 6 (sore) sampai jakarta jam 10 malam. Harus nunggu nanti malam jam 6 sore aku harus ke Lampung,&quot; tambah perempuan 44 tahun tersebut.

Diakui Yani, total ia sudah berada di bandara selama 18 jam meski lelah harus menunggu, Yani berusaha mengambil sisi positifnya.

&quot;Tapi oke sih, maksudnya gak gimana-gimana ya walaupun capek ya, ada untungnya bisa istirahat walaupun capek,&quot; terang Yani.

Yani juga menjelaskan alasan mengapa butuh waktu lama untuk sampai ke kampung halamannya. Hal itu dikarenakan peraturan jadwal penerbangan yang dibuat oleh salah satu maskapai penerbangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tinjau Arus Mudik, Kapolri Bakal ke Tol Cikampek Sore Ini

&quot;Bukan delay, karena penerbangan nya emang jam nya segitu, karena Garuda peraturan nya kan berubah, jadi masih diperbarui lagi gimana supaya para PMI ini nyaman belum ketemu. Ambil positifnya aja,&quot; jelas Yani.

Ke depannya Yani berharap maskapai penerbangan bisa turut memperhatikan jadwal penerbangan PMI.

&quot;Kalau bisa PMI diutamakan, kan kita devisa gitu ya kualitas buat kita diperbaiki lah jangan mentang-mentang kita PMI. Tapi peraturan udah oke sih, cuma masalah jadwal aja kalau bisa satu hari perjalanan biar kita gak capek,&quot; pungkas Yani.</content:encoded></item></channel></rss>
