<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub: Pemudik Gunakan Sepeda Motor Turun 37 Persen</title><description>Data ini tercatat selama periode arus mudik hingga H-2 Idul Fitri 1445 H atau Senin (8/4/2024).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/11/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/11/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen"/><item><title>Kemenhub: Pemudik Gunakan Sepeda Motor Turun 37 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/11/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/11/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen</guid><pubDate>Kamis 11 April 2024 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/10/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen-cUxRc6uu4A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/10/337/2994731/kemenhub-pemudik-gunakan-sepeda-motor-turun-37-persen-cUxRc6uu4A.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ3MS81L3g4d2xvdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pemudik yang menggunakan sepeda motor turun 37% jika dibandingkan tahun lalu. Data ini tercatat selama periode arus mudik hingga H-2 Idul Fitri 1445 H atau Senin (8/4/2024).
Berdasarkan data yang dilansir dari Kemenhub, sebanyak 636.636 sepeda motor dan 1.273.272 orang keluar dan masuk di Jabodetabek. Angka tersebut turun 37% dibandingkan arus mudik 2023.
Namun begitu, jika dibandingkan pergerakan orang dengan sepeda motor harian naik 101,66%. Rincian Kemenhub mencatat, sepeda motor yang keluar Jabodetabek sebanyak 352.964 kendaraan dan 705.928 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 17,42% dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan jika dibandingkan dengan periode normal harian jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 89,17%.

BACA JUGA:
Sebanyak Dua Ribu Warga Indonesia Rayakan Idul FItri di KBRI Bangkok

Kemudian, sepeda motor yang masuk Jabodetabek sebanyak 283.672 kendaraan dan 567.344 orang. Angka tersebut ini mengalami penurunan sebesar 19,58% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 12,49% ketimbang periode normal harian.

BACA JUGA:
 Panglima TNI Ungkap Alasan Pengembalian Penyebutan KKB ke OPM

Sementara itu, pada H-2 sendiri kendaraan yang keluar dan masuk Jabodetabek mulai melandai. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati.&amp;ldquo;Pada H-2 kondisi semua moda transportasi sudah mengalami posisi melandai dari segi jumlah orang yang terangkut,&amp;rdquo; kata Adita dalam keterangan resmi Kemenhub yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (10/4/2024).

Di sisi lain, peningkatan pergerakan tertinggi menggunakan angkutan umum terdata pada moda transportasi udara. Adita menerangkan, sebanyak 274.967 orang menggunakan angkutan udara selama arus mudik 2024.

&amp;rdquo;Pada H-2 Lebaran pengguna angkutan umum Lebaran 2024 terbanyak pada angkutan udara sebanyak 274.967 orang atau 28,93% dari total penumpang angkutan umum,&quot; terang Adita.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ3MS81L3g4d2xvdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pemudik yang menggunakan sepeda motor turun 37% jika dibandingkan tahun lalu. Data ini tercatat selama periode arus mudik hingga H-2 Idul Fitri 1445 H atau Senin (8/4/2024).
Berdasarkan data yang dilansir dari Kemenhub, sebanyak 636.636 sepeda motor dan 1.273.272 orang keluar dan masuk di Jabodetabek. Angka tersebut turun 37% dibandingkan arus mudik 2023.
Namun begitu, jika dibandingkan pergerakan orang dengan sepeda motor harian naik 101,66%. Rincian Kemenhub mencatat, sepeda motor yang keluar Jabodetabek sebanyak 352.964 kendaraan dan 705.928 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 17,42% dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan jika dibandingkan dengan periode normal harian jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 89,17%.

BACA JUGA:
Sebanyak Dua Ribu Warga Indonesia Rayakan Idul FItri di KBRI Bangkok

Kemudian, sepeda motor yang masuk Jabodetabek sebanyak 283.672 kendaraan dan 567.344 orang. Angka tersebut ini mengalami penurunan sebesar 19,58% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 12,49% ketimbang periode normal harian.

BACA JUGA:
 Panglima TNI Ungkap Alasan Pengembalian Penyebutan KKB ke OPM

Sementara itu, pada H-2 sendiri kendaraan yang keluar dan masuk Jabodetabek mulai melandai. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati.&amp;ldquo;Pada H-2 kondisi semua moda transportasi sudah mengalami posisi melandai dari segi jumlah orang yang terangkut,&amp;rdquo; kata Adita dalam keterangan resmi Kemenhub yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (10/4/2024).

Di sisi lain, peningkatan pergerakan tertinggi menggunakan angkutan umum terdata pada moda transportasi udara. Adita menerangkan, sebanyak 274.967 orang menggunakan angkutan udara selama arus mudik 2024.

&amp;rdquo;Pada H-2 Lebaran pengguna angkutan umum Lebaran 2024 terbanyak pada angkutan udara sebanyak 274.967 orang atau 28,93% dari total penumpang angkutan umum,&quot; terang Adita.

</content:encoded></item></channel></rss>
