<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rayakan Lebaran Tak Harus Boros, Begini Kisah Pak Harto Tak Gelar Open House Demi Berhemat</title><description>Kala itu mantan Presiden kedua itu tak gelar open house lantaran mengirit budget dan bentuk keprihatinanya atas perekonomian Indonesia&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/13/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/13/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat"/><item><title>Rayakan Lebaran Tak Harus Boros, Begini Kisah Pak Harto Tak Gelar Open House Demi Berhemat</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/13/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/13/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat</guid><pubDate>Sabtu 13 April 2024 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat-D8SSwWrDUb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Soeharto (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/08/337/2993839/rayakan-lebaran-tak-harus-boros-begini-kisah-pak-harto-tak-gelar-open-house-demi-berhemat-D8SSwWrDUb.jpg</image><title>Presiden Soeharto (Foto: AFP)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNy8xLzE3OTM1MC81L3g4d2drYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tradisi lebaran biasanya identik dengan boros. Biasanya pengeluaran membengkak saat merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Dalam tulisan ini akan mengulas saat Presiden Soeharto pernah berhemat saat perayaan lebaran.
Kala itu mantan Presiden kedua itu tak gelar open house lantaran mengirit budget dan sebagai bentuk keprihatinanya atas perekonomian Indonesia pada tahun 1987.
Dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982, Soeharto bercerita suasana perekonomian Indonesia di bulan-bulan permulaan tahun 1987 masih juga berat.

BACA JUGA:
Mengenal Alek Nagari Pulang Basamo, Tradisi Lebaran Bersama Perantau di Sumbar

&quot;Saya mesti memberi contoh apa yang patut kita lakukan dalam suasana seperti itu. Penghematan! ltu pasti mesti kita lakukan. Maka pada hari Lebaran tahun 1987, di bulan Mei, saya dan istri saya tidak menerima ucapan selamat Idul Fitri secara langsung (Open House) di kediaman kami di Jalan Cendana,&quot; ungkap Presiden Soeharto.

BACA JUGA:
Mengenal Festival Rakik-Rakik, Tradisi Lebaran Khas Masyarakat Danau Maninjau

Untuk diketahui, dalam mengadakan acara Open House seperti itu tentu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
&quot;Untuk penjagaannya saja kita mesti menyediakan biaya,&quot; kata dia.
Karena itu, Soeharto juga mengimbau agar masyarakat menghindarkan suasana kegembiraan yang berlebih-lebihan dan agar segala sesuatunya disesuaikan dengan keadaan.
&quot;Kita sedang prihatin. Apakah imbauan saya itu mendapat tanggapan yang cukup, entahlah. Kami telah memberi contoh,&quot; kata Soeharto.










</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8wNy8xLzE3OTM1MC81L3g4d2drYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tradisi lebaran biasanya identik dengan boros. Biasanya pengeluaran membengkak saat merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Dalam tulisan ini akan mengulas saat Presiden Soeharto pernah berhemat saat perayaan lebaran.
Kala itu mantan Presiden kedua itu tak gelar open house lantaran mengirit budget dan sebagai bentuk keprihatinanya atas perekonomian Indonesia pada tahun 1987.
Dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya&amp;rdquo; yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH, diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda Jakarta tahun 1982, Soeharto bercerita suasana perekonomian Indonesia di bulan-bulan permulaan tahun 1987 masih juga berat.

BACA JUGA:
Mengenal Alek Nagari Pulang Basamo, Tradisi Lebaran Bersama Perantau di Sumbar

&quot;Saya mesti memberi contoh apa yang patut kita lakukan dalam suasana seperti itu. Penghematan! ltu pasti mesti kita lakukan. Maka pada hari Lebaran tahun 1987, di bulan Mei, saya dan istri saya tidak menerima ucapan selamat Idul Fitri secara langsung (Open House) di kediaman kami di Jalan Cendana,&quot; ungkap Presiden Soeharto.

BACA JUGA:
Mengenal Festival Rakik-Rakik, Tradisi Lebaran Khas Masyarakat Danau Maninjau

Untuk diketahui, dalam mengadakan acara Open House seperti itu tentu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
&quot;Untuk penjagaannya saja kita mesti menyediakan biaya,&quot; kata dia.
Karena itu, Soeharto juga mengimbau agar masyarakat menghindarkan suasana kegembiraan yang berlebih-lebihan dan agar segala sesuatunya disesuaikan dengan keadaan.
&quot;Kita sedang prihatin. Apakah imbauan saya itu mendapat tanggapan yang cukup, entahlah. Kami telah memberi contoh,&quot; kata Soeharto.










</content:encoded></item></channel></rss>
