<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub Optimistis Rekayasa Lalin Urai Kepadatan Pemudik di Arus Balik 2024</title><description>Kemenhub optimis rekayasa lalin berupa one way, contraflow hingga ganjil-genap efektif dalam mengurai kepadatan arus balik 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/14/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/14/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024"/><item><title>Kemenhub Optimistis Rekayasa Lalin Urai Kepadatan Pemudik di Arus Balik 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/14/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/14/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024</guid><pubDate>Minggu 14 April 2024 03:04 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/13/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024-hWHUBUtlMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepadatan di Jalan Tol Cipali (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/13/337/2995664/kemenhub-optimistis-rekayasa-lalin-urai-kepadatan-pemudik-di-arus-balik-2024-hWHUBUtlMc.jpg</image><title>Kepadatan di Jalan Tol Cipali (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMy8xLzE3OTU4MS81L3g4d3JkZG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimis rekayasa lalu lintas (lalin) berupa one way, contraflow hingga ganjil-genap efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan pada arus balik lebaran 2024.

Juru Bicara (Jubir) Kemenhub, Adita Irawati menjelaskan, hal itu terlihat dari pengalaman mengatasi kepadatan kendaraan saat arus mudik lebaran 2024, dan tahun-tahun sebelumnya.


BACA JUGA:
Kakorlantas Imbau Pemudik Jaga Toleransi Sesama Pengendara


&quot;Ini memang tiga skema itu sangat efektif ya, meskipun saat ini ganjil-genap belum kita terapkan, yang sudah adalah oneway dan beberapa di lajur tertentu akan terjadi contraflow juga,&quot; kata Adita kepada tim redaksi iNews, Sabtu (13/4/2024).

&quot;Ini belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, dan arus mudik kemarin, ini cukup efektif,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Kronologi Mobil Pemudik Tertabrak Kereta di Serang, Terpental 10 Meter


Di sisi lain, Adita menjelaskan, pihaknya bersama Polri dan kementerian terkait juga memiliki skema lain guna mengurangi beban jalan, salah satunya adalah delaying zone.

&quot;Tapi tentu tidak hanya itu, ada istilahnya delaying area, delaying zone di mana ada semacam ditahan arusnya dengan cara diberhentikan di rest area tertentu, atau dikeluarkan ke jalan arteri, yang ini kami terapkan di tol menuju Merak, dan mungkin nanti di tol menuju Bakauheni juga,&quot; katanya.Jadi, kata dia, ketika sudah padat masuk ke pelabuhan, akan ada kantong kantong area di mana mobil ditahan dulu, supaya tidak mengalir terus dan akhirnya pelabuhannya padat.

&quot;Ada buffer zone juga, jadi itu strategi strategi kami untuk mengurangi kepadatan,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMy8xLzE3OTU4MS81L3g4d3JkZG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimis rekayasa lalu lintas (lalin) berupa one way, contraflow hingga ganjil-genap efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan pada arus balik lebaran 2024.

Juru Bicara (Jubir) Kemenhub, Adita Irawati menjelaskan, hal itu terlihat dari pengalaman mengatasi kepadatan kendaraan saat arus mudik lebaran 2024, dan tahun-tahun sebelumnya.


BACA JUGA:
Kakorlantas Imbau Pemudik Jaga Toleransi Sesama Pengendara


&quot;Ini memang tiga skema itu sangat efektif ya, meskipun saat ini ganjil-genap belum kita terapkan, yang sudah adalah oneway dan beberapa di lajur tertentu akan terjadi contraflow juga,&quot; kata Adita kepada tim redaksi iNews, Sabtu (13/4/2024).

&quot;Ini belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, dan arus mudik kemarin, ini cukup efektif,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Kronologi Mobil Pemudik Tertabrak Kereta di Serang, Terpental 10 Meter


Di sisi lain, Adita menjelaskan, pihaknya bersama Polri dan kementerian terkait juga memiliki skema lain guna mengurangi beban jalan, salah satunya adalah delaying zone.

&quot;Tapi tentu tidak hanya itu, ada istilahnya delaying area, delaying zone di mana ada semacam ditahan arusnya dengan cara diberhentikan di rest area tertentu, atau dikeluarkan ke jalan arteri, yang ini kami terapkan di tol menuju Merak, dan mungkin nanti di tol menuju Bakauheni juga,&quot; katanya.Jadi, kata dia, ketika sudah padat masuk ke pelabuhan, akan ada kantong kantong area di mana mobil ditahan dulu, supaya tidak mengalir terus dan akhirnya pelabuhannya padat.

&quot;Ada buffer zone juga, jadi itu strategi strategi kami untuk mengurangi kepadatan,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
