<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi di Sampang, Nyunmet Mercon di Kuburan saat Lebaran</title><description>Tradisi nyumet mercon (bakar petasan) masih sangat kental di kalangan warga Sampang, Madura, dan sudah turun menurun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/14/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/04/14/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran"/><item><title>Tradisi di Sampang, Nyunmet Mercon di Kuburan saat Lebaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/04/14/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/04/14/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran</guid><pubDate>Minggu 14 April 2024 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Diwan Mohammad Zahri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/13/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran-5DVCn0N28l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nyumet mercon di kuburan jadi tradisi warga Sampang (Foto: Tangkapan Layar) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/13/519/2995566/tradisi-di-sampang-nyunmet-mercon-di-kuburan-saat-lebaran-5DVCn0N28l.jpg</image><title>Nyumet mercon di kuburan jadi tradisi warga Sampang (Foto: Tangkapan Layar) </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ4NC81L3g4d202czA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

SAMPANG  - Tradisi nyumet mercon (bakar petasan) masih sangat kental di kalangan warga Sampang, Madura, dan sudah turun menurun.

Di mana petasan akan diledakan setelah selsai Sholat Idul Fitri. Warga berkumpul dan menyaksikannya.


BACA JUGA:
Bangunkan Sahur dengan Nyalakan Petasan, 6 Orang Diamankan Polisi


Adapaun tempat yang digunakan yakni persawahan, pinggir jalan, perkampungan hingga kuburan.

Seperti dalam video yang menjadi viral usai diunggah akun @maduratrending, yang  menunjukan sejumlah warga atusias menyaksikan ledakan petasan di kuburan.

Dalam video berdurasi 17 detik tersebut, setelah petesan meledak warga yang menyaksikan girang gembira.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tradisi bakar petasan itu di Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.


BACA JUGA:
Viral Diduga Getok Harga Jasa Ganti Ban Serep Sampai Rp200 Ribu, Polisi Turun Tangan


Nor Holik (30), warga Setempat mengakatan kegiatan itu merupakan tradisi nenek moyangnya sejak dulu.

&quot;Ini tradisi turun temurun sejak dulu dimana masyarakat setelah sholat idul fitri berkumpul di kuburan untuk berdoa bersama setelah selesai baru bakar petasan,&quot; ungkap Holik, Sabtu (13/4/2024).Diceritakan Holik, leluhurnya pada zama dulu melakukan hal tersebut sengaja agar silaturhami tetap terjaga antar sesama.

&quot;Tujuan untuk mempererat silaturahmi, dimana pada zaman dulu warga senang dengan petasan sehingga diambilah petasan sebagai alat pemangil warga agar segera berkumpul untuk melakukan doa bersama di kuburan,&quot; tuturnya.

Menurutnya, sampai zaman sekarang tradisi itu tetap lestari oleh para penerusnya.

&quot;Ya sekarang seperti biasa setelah sholat idul fitri warga berkumpul di kuburan lalu melakukan doa bersama baru petasan di bakar setelah itu warga maaf-maafan antar sesama,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8xMC8xLzE3OTQ4NC81L3g4d202czA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

SAMPANG  - Tradisi nyumet mercon (bakar petasan) masih sangat kental di kalangan warga Sampang, Madura, dan sudah turun menurun.

Di mana petasan akan diledakan setelah selsai Sholat Idul Fitri. Warga berkumpul dan menyaksikannya.


BACA JUGA:
Bangunkan Sahur dengan Nyalakan Petasan, 6 Orang Diamankan Polisi


Adapaun tempat yang digunakan yakni persawahan, pinggir jalan, perkampungan hingga kuburan.

Seperti dalam video yang menjadi viral usai diunggah akun @maduratrending, yang  menunjukan sejumlah warga atusias menyaksikan ledakan petasan di kuburan.

Dalam video berdurasi 17 detik tersebut, setelah petesan meledak warga yang menyaksikan girang gembira.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tradisi bakar petasan itu di Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.


BACA JUGA:
Viral Diduga Getok Harga Jasa Ganti Ban Serep Sampai Rp200 Ribu, Polisi Turun Tangan


Nor Holik (30), warga Setempat mengakatan kegiatan itu merupakan tradisi nenek moyangnya sejak dulu.

&quot;Ini tradisi turun temurun sejak dulu dimana masyarakat setelah sholat idul fitri berkumpul di kuburan untuk berdoa bersama setelah selesai baru bakar petasan,&quot; ungkap Holik, Sabtu (13/4/2024).Diceritakan Holik, leluhurnya pada zama dulu melakukan hal tersebut sengaja agar silaturhami tetap terjaga antar sesama.

&quot;Tujuan untuk mempererat silaturahmi, dimana pada zaman dulu warga senang dengan petasan sehingga diambilah petasan sebagai alat pemangil warga agar segera berkumpul untuk melakukan doa bersama di kuburan,&quot; tuturnya.

Menurutnya, sampai zaman sekarang tradisi itu tetap lestari oleh para penerusnya.

&quot;Ya sekarang seperti biasa setelah sholat idul fitri warga berkumpul di kuburan lalu melakukan doa bersama baru petasan di bakar setelah itu warga maaf-maafan antar sesama,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
